Terjatuh dari KA, Dua Suporter Timnas Tewas |
- Terjatuh dari KA, Dua Suporter Timnas Tewas
- Korban Tewas Wabah Kolera di Haiti Jadi 2.901 Jiwa
- Imigrasi Sumbawa Karantina 41 Imigran Gelap Iran
| Terjatuh dari KA, Dua Suporter Timnas Tewas Posted: 30 Dec 2010 09:29 PM PST Pekalongan, (tvOne) Dua suporter tim nasional yang pulang dari menonton final Piala AFF di Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, tewas terjatuh dari Kereta Api Tawang Jaya di perlintasan Tirto, Kota Pekalongan. Kedua korban tewas, yaitu Anik Abdullah (17), warga Kecamatan Bogel, Kabupaten Jepara dan Surono (34), warga Desa Sidoarjo, Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Perisitiwa tersebut terjadi saat kereta api sedang berjalan cepat, kedua korban naik di atas gerbong dan tersangkut kabel telepon yang melintang di perlintasan Tirto, Kota Pekalongan. Akibatnya, kedua korban pun jatuh dan terseret KA Tawang Jaya hingga beberapa meter. Kondisi kedua korban pun cukup mengenaskan karena mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya. Masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi lokasi dan melihat kedua korban sudah tewas sehingga melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Pekalongan. Ahmad Abdul Malik (31), teman korban mengatakan tidak menduga jika korban yang semula duduk bersama dengan rombongannya akan terseret kabel telepon yang ada di samping perlintasan rel KA. "Kami tidak menduga korban akan terseret kabel telepon dan akhirnya terjatuh terseret KA," katanya. Ia mengatakan rombongan suporter tim nasional bermaksud pulang ke Semarang dengan naik KA Tawang Jaya usai menonton sepak bola piala AFF di lapangan Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, katanya, akibat penumpang KA Tawang Jaya sudah penuh maka rombongan pun nekad naik di atas gerbong tetapi saat di Pekalongan mengalami kecelakaan. "Saat ini, kami masih menungu keluarga korban dari Sragen dan Jepara untuk menjemput kedua korban yang saat ini masih berada di RSUD Kraton," katanya. Kepala Satuan Reserse dan Krimnal Polresta Pekalongan, AKP Windoyo mengatakan polisi masih menyelidiki peristiwa terjatuhnya kedua korban dari atas gerbong KA. "Kasus itu masih dalam penyelidikan polisi. Namun, kemungkinan penyebab tewasnya kedua korban adalah tersangkut kabel telepon yang ada di sekitar perlintasa KA," katanya. (Ant) as This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Korban Tewas Wabah Kolera di Haiti Jadi 2.901 Jiwa Posted: 30 Dec 2010 08:44 PM PST Port-Au-Prince, (tvOne) Jumlah kematian akibat kolera di Haiti meningkat menjadi 2.901 korban dengan perkiraan resmi pada Kamis menunjukkan angka kematian harian tertinggi sejak wabah terjadi pada pertengahan Oktober. Jumlah kematian kolera yang dikonfirmasi pada Desember 19, rekor korban terbanyak kedua dalam sehari, terhitung kurang dari 100 orang, menurut data yang ditunjukkan oleh Kementerian Kesehatan Haiti, jauh lebih tinggi dibanding puncak lain yang terhitung 80 orang pada pertengahan November. Total angka terjangkit melonjak mendekati 150.000 di Haiti dan pihak berwenang Republik Dominika, negara tetangga di sebelah barat Haiti, melaporkan pada Kamis terjadi 120 kasus, tetapi tidak ada korban meninggal. Wabah pertama kolera Haiti terjadi lebih dari seabad lalu yang semakin menyiksa negara miskin dan disfungsi secara politis, sekarang berusaha bangkit dari gempa bumi besar pada Januari yang menewaskan 250.000 orang. Wabah tersebut menyebabkan kerusuhan anti-PBB bulan lalu akibat warga marah terhadap pasukan perdamaian dari Nepal yang dituduh membawa penyakit tersebut. Sejumlah pakar mengatakan wabah tersebut ditimbulkan oleh sumber manusia dari luar wilayah dan PBB telah berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh akan penyebab epidemik itu. Massa geram di negara yang sangat percaya dengan tahyul itu. Mereka telah melempari batu atau membacok sekurangnya 45 orang -- sebagian besar dukun voodoo -- yang menuduh mereka menyebarkan penyakit bakteri yang menginfeksi melalui air itu. Epidemi itu muncul bertepatan saat suasana politik yang tidak menentu. Pemilu pertama yang gagal pada 28 November untuk menentukan penerus jabatan Presiden Rene Preval menjadi alasan untuk melakukan pemilihan ulang yang akan dimonitor oleh pengawas internasional. (Ant) ed This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Imigrasi Sumbawa Karantina 41 Imigran Gelap Iran Posted: 30 Dec 2010 08:30 PM PST Sumbawa, (tvOne) Kantor Imigrasi Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, mengkarantina 41 imigran gelap asal Iran setelah tertangkap petugas saat terdampar di perairan Kecamatan Rhee, Kabupaten Sumbawa. Kepala Imigrasi Sumbawa Bambang Utoyo di Sumbawa Besar mengatakan 41 warga Iran tersebut terdampar akibat cuaca buruk padaKamis (30/12). "Mereka rencananya menuju Australia minta suaka setelah bertolak dari salah satu pantai di jawa Timur," katanya kepada ANTARA, Jumat (31/12). Ia mengatakan, 41 imigran gelap itu untuk sementara dikarantina di Hotel Jaya Lestari Kota Sumbawa Besar. Mereka diawasi dua petugas imigrasi dan sejumlah aparat kepolisian. Menurut dia, sesuai prosedur imigrasi memiliki waktu enam bulan untuk mengkarantina sebelum mereka didata dan menjadi tanggung jawab organisasi PBB yang menangani pengungsi (UNHCR). "Para imigran asal Iran ini terdampar di kawasan pantai Rhee pukul 15.20 WITA. Mereka menumpangi perahu motor yang terbuat dari kayu. Perahu tersebut rusak karena dihempas ombak," katanya. Informasi terdamparnya imigran gelap ini diperoleh dari warga yang kemudian melaporkannya ke Mapolsek Rhee dan diteruskan ke Mapolres Sumbawa. "Imigrasi Sumbawa saat ini menangani lebih dari 50 orang imigran. Setelah imigran asal Iran, sebelumnya sejumlah imigran asal Afghanistan juga diamankan," katanya. (Ant) as This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar