Gema Hanura Dorong Moratorium Privatisasi Jadi Prioritas |
- Gema Hanura Dorong Moratorium Privatisasi Jadi Prioritas
- Abu Bromo Rusak Ratusan Hektar Lahan Petani
- Warga Saling Dorong Berebut Uang dalam Tradisi Mesuriak
| Gema Hanura Dorong Moratorium Privatisasi Jadi Prioritas Posted: 19 Dec 2010 09:42 AM PST Jakarta, (tvOne) Peran negara dalam membangun dan memperkokoh perekonomian nasional seperti yang diamanatkan UUD 1945, perlu semakin dipertegas. Sehingga tujuan ideal pembangunan nasional yaitu untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat bisa terwujud. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Publik "Meluruskan Arah Privatisasi BUMN" di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Gerakan Muda Hati Nurani Rakyat (Gema Hanura) di Jakarta, Minggu yang sebelumnya dibuka Ketua Umum Partai Hanura H Wiranto. Hadir sebagai pembicara Pakar dan Pengamat Pasar Modal Yanuar Rizki, Assisten Deputi Bidang Restrukturisasi Meneg BUMN Riyani Cahyaningsih, serta Pengamat Ekonomi DR Hendri Saparini. Sementara, Erik Satrya Wardhana, anggota Komisi VI DPR RI yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Gema Hanura bertindak sebagai moderator. Menurut Erik Satrya Wardhana konsepsi tentang pentingnya peran negara secara maksimal dalam kegiatan perekonomian sesungguhnya bukan hal baru. Karena di UUD 1945 pasal 33 ayat 2 telah ditegaskan, "Cabang-Cabang Produksi yang Penting bagi negara dan Menguasai Hajat Hidup Orang Banyak Dikuasai oleh Negara". Hal itu, kata Erik, merupakan modal dasar bagi pembangunan ekonomi nasional. "Maka, selama itu pula keterlibatan pemerintah, termasuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara), dalam perekonomian Indonesia masih tetap diperlukan. Peran BUMN cukup penting. Dan keinginan untuk memperbaiki sudah diperlihatkan dengan munculnya regulasi, UU No. 19 Tahun 2003," ujar Erik. Kontribusi BUMN dinilai cukup baik. Pada 2010 laba bersih BUMN ditargetkan Rp 92,7 triliun dengan setoran kepada negara diperkirakan Rp 130 triliun. Rinciannya, Rp 29,5 triliun berupa dividen dan Rp 100,5 triliun dalam bentuk pajak. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki peran kuat dalam perekonomian. Terbukti, ada sekitar 146 perusahaan BUMN. Dan secara historis, kuatnya peran BUMN ditandai dengan kebijakan nasionalisasi terhadap seluruh perusahaan Belanda pada tahun 1959. Sebagai perwakilan dari pemerintah Riyani Cahyaningsih lebih menitikberatkan pada manfaat yang didapat dari privatisasi. Dengan memutuskan untuk melakukan privatisasi maka akan mempercepat penetapan Good Corporate Government (GCG). "Selain itu, dari sisi pendanaan jelas akan mendapatkan sumber dana yang baru dan segar untuk pertumbuhan perusahaan sehingga dapat meningkatkan kinerja," ujar Riyani. Sementara, Hendri Saparini menegaskan bahwa Indonesia memang sudah semestinya meluruskan arah privatisasi BUMN. "Bahkan jika perlu pakai tanda seru di belakangnya karena harus dengan pilihan sikap yang lebih tegas. Tapi kita harus tetap rasional dalam melihat ini. Yang perlu dikedepankan saat ini adalah moratorium privatisasi terlebih dahulu karena hingga kini kita (Indonesia) belum memilikinya. Jika itu diabaikan, akan menjadi masalah baru di kemudian hari," katanya. mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Abu Bromo Rusak Ratusan Hektar Lahan Petani Posted: 19 Dec 2010 08:13 AM PST
Malang, (tvOne). Abu gunung Bromo rusak sekitar 355 hektare lahan petani yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Tosari, Pasuruan, Jawa Timur. Delapan desa yang terkena dampak abu Gunung Bromo yakni Desa Balidono, Daeng, Wonokitri, Tosari, Ngaduwono, Kandangan Ngaduwono, Kandangan, dan Podokoyo. "Untuk kerugian, diperkirakan mencapai mencapai Rp4 miliar," kata Camat Tosari, Gatot Suprapto. Tak hanya di Pasuruan, abu bromo juga merugikan sejumlah petani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengaku rugi ratusan juta rupiah akibat kerusakan tanaman imbas abu Gunung Bromo yang menimpa kawasan itu. Kepala Desa Ngadas, Kartono, mengatakan, sejumlah tanaman sayur mayur seperti kentang, kol dan bawang rusak akibat tertimbun abu vulkanik Bromo. "Karena tertimbun abu Bromo, tanaman yang sudah berumur dua bulan itu hancur dan tidak bisa tumbuh. Berdasarkan data sementara, total lahan yang rusak mencapai 10 hektare milik 20 petani," katanya, Minggu, (19/12). Kartono mengatakan, kerusakan tanaman itu tercatat di dua dusun, yakni di Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo, dengan kerugian mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara menanggapi kerusakan tersebut, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf berjanji segera memberikan bantuan kepada petani yang terkena dampak letusan Bromo. Namun, bantuan itu bisa dicairkan setelah pemkab setempat mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Jatim. "Hingga saat ini pengajuan permintaan bantuan masih datang dari Pemkab Probolinggo, yakni sebesar Rp2 miliar," kata Saifullah saat ditemui di Malang.(Ant) Malang, (tvOne). Abu vulkanik gunung Bromo rusak sekitar 355 hektare lahan petani yang tersebar di delapan desa di Kecamatan Tosari, Pasuruan, Jawa Timur. Delapan desa yang terkena dampak abu Gunung Bromo yakni Desa Balidono, Daeng, Wonokitri, Tosari, Ngaduwono, Kandangan Ngaduwono, Kandangan, dan Podokoyo. "Untuk kerugian, diperkirakan mencapai mencapai Rp4 miliar," kata Camat Tosari, Gatot Suprapto. Tak hanya di Pasuruan, abu bromo juga merugikan sejumlah petani di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengaku rugi ratusan juta rupiah akibat kerusakan tanaman imbas abu Gunung Bromo yang menimpa kawasan itu. Kepala Desa Ngadas, Kartono, mengatakan, sejumlah tanaman sayur mayur seperti kentang, kol dan bawang rusak akibat tertimbun abu vulkanik Bromo. "Karena tertimbun abu Bromo, tanaman yang sudah berumur dua bulan itu hancur dan tidak bisa tumbuh. Berdasarkan data sementara, total lahan yang rusak mencapai 10 hektare milik 20 petani," katanya, Minggu, (19/12). Kartono mengatakan, kerusakan tanaman itu tercatat di dua dusun, yakni di Dusun Ngadas dan Dusun Jarak Ijo, dengan kerugian mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara menanggapi kerusakan tersebut, Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf berjanji segera memberikan bantuan kepada petani yang terkena dampak letusan Bromo. Namun, bantuan itu bisa dicairkan setelah pemkab setempat mengajukan permohonan bantuan ke Pemprov Jatim. "Hingga saat ini pengajuan permintaan bantuan masih datang dari Pemkab Probolinggo, yakni sebesar Rp2 miliar," kata Saifullah saat ditemui di Malang.(Ant)
at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Warga Saling Dorong Berebut Uang dalam Tradisi Mesuriak Posted: 19 Dec 2010 08:00 AM PST
Denpasar, (tvOne). Ratusan warga saling dorong berebut uang dalam perayaan tradisi Mesuriak di Desa Bongan Gede, Tabanan, Bali. Tradisi itu dimaknai sebagai memberi bekal kepada leluhur bagi setiap keluarga di setiap rumah yang melempar uang dan langsung direbut warga lainnya. Ratusan warga saling dorong untuk berebut uang yang dilempar ke udara oleh pemiliknya. Beberapa diantara mereka tak jarang nyaris terjatuh demi untuk mendapat uang gratis sebanyak-banyaknya. Meski berebut uniknya tak satupum sampai terjadi keributan. Menurut warga, aksi saling berebut uang ini merupakan tradisi yang digelar setiap keluarga di desa Bongan Gede untuk memberi bekal terhadap leluhur untuk melanjutkan perjalanan di alamnya. Tradisi tersebut diawali dengan prosesi menghaturkan sesaji di depan Rumah. Selain hasil bumi juga dipersembahkan sejumlah uang. Selanjutnya uang tersebut langsung dilempar untuk direbut warga lainnya yang telah menanti. Tak hanya pria, wanita dan anak-anak pun ikut berebut. meski sebagian mereka tak dapat, namun mereka senang bisa melestarikan tradisi ini. Ketua Desa Adat Bongan Dege, Wayan mengatakan dalam tradisi ini tidak ada batasan jumlah uang yang dikeluarkan setiap keluarga. Warga yang memiliki kemampuan finansial yang lebih tak jarang diantara mereka yang merogoh uang hingga belasan juta rupiah sebagai bentuk bakti pada leluhurnya yang telah memberi kemurahan rezeki. Denpasar, (tvOne). Ratusan warga saling dorong berebut uang dalam perayaan tradisi Mesuriak di Desa Bongan Gede, Tabanan, Bali. Tradisi itu dimaknai sebagai memberi bekal kepada leluhur bagi setiap keluarga di setiap rumah yang melempar uang dan langsung direbut warga lainnya. Ratusan warga saling dorong untuk berebut uang yang dilempar ke udara oleh pemiliknya. Menurut warga, aksi saling berebut uang ini merupakan tradisi yang digelar setiap keluarga di desa Bongan Gede untuk memberi bekal terhadap leluhur untuk melanjutkan perjalanan di alamnya. Tradisi tersebut diawali dengan prosesi menghaturkan sesaji di depan Rumah. Selain hasil bumi juga dipersembahkan sejumlah uang. Selanjutnya uang tersebut langsung dilempar untuk direbut warga lainnya yang telah menanti. Tak hanya pria, wanita dan anak-anak pun ikut berebut. meski sebagian mereka tak dapat, namun mereka senang bisa melestarikan tradisi ini. Ketua Desa Adat Bongan Dege, Wayan mengatakan dalam tradisi ini tidak ada batasan jumlah uang yang dikeluarkan setiap keluarga. Warga yang memiliki kemampuan finansial yang lebih tak jarang diantara mereka yang merogoh uang hingga belasan juta rupiah sebagai bentuk bakti pada leluhurnya yang telah memberi kemurahan rezeki.
at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar