Kamis, 02 Desember 2010

Presiden Beri Sultan HB X Penghargaan Satya Lencana

Presiden Beri Sultan HB X Penghargaan Satya Lencana


Presiden Beri Sultan HB X Penghargaan Satya Lencana

Posted: 02 Dec 2010 07:41 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penghargaan tanda jasa satya lencana pembangunan kepada delapan kepala daerah, salah satunya Sultan Hamengkubuwono X.

Tanda jasa tersebut diberikan pada peringatan HUT ke-65 PGRI di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (2/12)

Berdasarkan Keputusan Presiden 64/TK/2010, penerima penghargaan dianggap telah memberikan jasa dalam lapangan pembangunan pendidikan.

Selain Sultan, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo, Wali Kota Pekanbaru Herman Abdul, Bupati Sleman Sri Purnomo, Bupati Gowa Amran HA, Bupati Kudus Musthofa, Bupati Demak Tafta Zani, dan Bupati Bangka Belitung Yusroni juga menerima tanda jasa yang sama.

Selain sejumlah kepala daerah, Presiden melalui keputusan Presiden nomor 61/TK/2010 memberikan penghargaan satya lencana pendidikan kepada 10 guru dan pendidik. Guru in dinilai memiliki prestasi dan telah bekerja di daerah terpencil maupuin tertinggal.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Kosmetika ASEAN Beredar Tanpa Uji Pre-Market Mulai 2011

Posted: 02 Dec 2010 07:36 AM PST

Jakarta, (tvOne).

Produk kosmetika dari negara-negara ASEAN akan beredar tanpa uji pre-market dari negara tujuan pemasaran dan digantikan dengan notifikasi saja mulai tanggal 1 Januari 2011.

"Dengan diberlakukannya sistem notifikasi ini, terjadi perubahan paradigma dari yang semula menganut sistem evaluasi pre-market menjadi lebih dititikberatkan ke pengawasan post-market," kata Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kustantinah di Jakarta, Kamis, (2/12).

Perubahan sistem itu disebabkan adanya harmonisasi standar dan kualitas di 11 sektor perdagangan termasuk kosmetika di negara-negara ASEAN.

Implementasi harmonisasi itu seharusnya dijadwalkan pada 1 Januari 2008, namun karena dinilai belum siap, Indonesia baru akan menerapkan sistem itu pada 2011.

"Dengan sistem ini, peran industri kosmetik semakin besar, tanggung jawab mereka juga semakin besar. Badan POM akan memfokuskan pada pengawasan post-market," kata Kustantinah.

Industri kosmetik diwajibkan untuk melaporkan kejadian-kejadian tidak diinginkan terkait produk mereka ke Badan POM, sementara masyarakat juga diminta berperan aktif dalam melaporkan adanya kosmetik yang berbahaya.

Sementara, Direktur Penilaian Obat Tradisional, Suplemen Makanan dan Kosmetika Badan POM Linda Sitanggang menjelaskan kosmetika adalah bahan yang digunakan untuk bagian luar tubuh manusia.

"Jadi kosmetika ini hanya untuk digunakan di bagian luar, kalau untuk di bagian dalam, itu obat namanya dan aturannya beda," katanya.

Masyarakat diharapkan dapat melindungi dirinya sendiri dengan memilih produk kosmetik yang cocok, terkait adanya aturan tersebut.

Hal itu karena diperkirakan dengan aturan notifikasi itu, akan semakin banyak produk kosmetik dari luar negeri masuk ke pasar Indonesia karena tidak lagi dibutuhkan uji laboratorium seperti sebelumnya.

"Masyarakat diharapkan selektif dalam memilih kosmetik dan tidak terbujuk iklan atau promosi yang berlebihan serta cenderung menyesatkan. Konsumen diharapkan dapat memilih kosmetik yang rasional dan sesuai kebutuhan," kata Kustantinah. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Banjir Lahar Dingin Merapi Rusak Pipa Air di Boyolali

Posted: 02 Dec 2010 07:19 AM PST

Boyolali, (tvOne).

Banjir lahar dingin Merapi yang terjadi di Desa Genting, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali rusak ribuan meter saluran pipa air bersih.

Banjir lahar dingin yang melanda di wilayah Cepogo, sejak Rabu (1/12) hingga saat ini, mengakibatkan pipa saluran air bersih sepanjang sekitar 7.000 meter di Desa Genting rusak parah, jelas Kaur Pemerintahan Desa Genting, Suyudi di Boyolali, Kamis, (2/12).

Menurut Suyudi, kejadian tersebut menyebabkan warga setempat mengalami kesulitan air bersih dan meminta bantuan pasokan air bersih.

Warga Desa Genting, Cepogo kebutuhan air bersihnya selama ini, dipenuhi dari sumber air di Wonopedut. Sumber air itu, merupakan satu-satunya yang digunakan warga.

Selain itu, kerusakan jaringan air bersih tersebut juga membuat aliran air terkontaminasi lumpur. Sehingga, warga harus menjernihkan air sebelum dikonsumsi.

"Warga kini membutuhkan bantuan droping air bersih. Kami sedang mengajukan permintaan droping air ke PDAM Boyolali," ucapnya.

Suyudi menjelaskan, jumlah warga di Desa Genting, mencapai sekitar 2.160 jiwa yang tersebar di 17 rukun tangga (RT).

"Sumber air dari Gunung Merbabu, ada tetapi keluarnya hanya sedikit. Sumbernya hanya dapat mencukupi kebutuhan air minum warga sekitar tujuh RT di desanya," ujarnya mengungkapkan.

Suyudi menjelaskan, warga setempat sudah berupaya swadaya untuk memperbaiki jaringan air bersih yang mengalami rusak akibat diterjang lahar dingin. "Warga melakukan perbaikan darurat. Mereka juga menunggu perbaikan dari pemerintah setempat," paparnya.

Sementara Camat Cepogo, Binasih Setyono menjelaskan, banjir lahar dingin di Sungai Sidopekso di Cepogo, mengakibatkan jaringan air bersih dari sumber Wonopedut ke perkampungan penduduk mengalami rusak.

Pihaknya belum dapat memberikan perincian berapa kerugiannya akibat banjir lahar dingin yang menerjang saluran pipa air bersih di wilayah ini.

Sementara selain di Cepogo, kerusakan jaringan pipa air bersih juga terjadi di Desa Tlogolele, Kecamatan Selo.

Menurut Sekretaris Camat Selo, Joko Suwala, akibat bencana erupsi Gunung Merapi mengakibatkan sambungan pipa air bersih di Desa Tglogolele, Selo, mengalami kerusakan.

"Saluran pipa air bersih di desa itu, yang rusak mencapai 5.000 meter," kata Joko Suwala.

Namun, warga setempat ini berupaya gotong royong melakukan perbaikan secara darurat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Warga juga menerima bantuan pasokan air bersih dari pemkab. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar