Jumat, 03 Desember 2010

Pemerintah Telusuri Dokumen AS soal RI di Wikileaks

Pemerintah Telusuri Dokumen AS soal RI di Wikileaks


Pemerintah Telusuri Dokumen AS soal RI di Wikileaks

Posted: 03 Dec 2010 07:26 AM PST

Jakarta (tvOne)

Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan kementerian Negara Komunikasi dan Informasi tengah menelusuri dokumen milik AS terkait Indonesia, yang dibeberkan melalui laman "WikiLeaks".

"Kita terus mengikuti, memantau apakah ada hubungan yang berkaitan dengan Indonesia, yang akan dibocorkan pula. (Tetapi itu) bukan dokumen Indonesia ya. Jadi sekarang kita ikuti dengan seksama," ungkap Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (3/12).

Menurut Menlu, pada hakekatnya dokumen tersebut adalah masalah pemerintah Amerika Serikat karena apapun isu dari dokumen itu adalah penilaian pemerintah Amerika Serikat. Namun, Pemerintah tetap mengumpulkan, mempelajari, dan mengklasifikasi dokumen tersebut, mulai dari rahasia hingga tidak rahasia.

Sebelumnya beredar kabar WikiLeaks akan membongkar memo-memo dari Kedubes AS yang menyoroti pertahanan di Indonesia, termasuk isu tentang Kopassus yang akan kembali bekerja sama dengan militer AS.

Pembocoran dokumen rahasia Amerika Serikat oleh WikiLeaks terus mengundang perhatian media, terutama dari negara yang merasa dirugikan atas bocornya dokumen rahasia tersebut, bahkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton dan Sekjen PBB Ban Ki-moon sempat membahas hal itu pada Rabu (1/12).

Laman WikiLeaks telah menyebarkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan hubungan dengan sejumlah negara. Akibat hal itu, lembaga polisi dunia atau Interpol menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pendiri laman itu, Julian Assange (39). (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polisi Gunakan CCTV Pantau Pengemudi Pakai HP

Posted: 03 Dec 2010 04:49 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Ditlantas Polda Metro Jaya akan mengoptimalkan alat kamera tersembunyi atau "Closed Circuit Television" (CCTV) di beberapa titik jalan protokol di DKI Jakarta, guna memantau pengendara bermotor yang menggunakan ponsel saat mengemudi.

"Alat itu untuk mengintai pengemudi kendaraan yang menggunakan telepon selular saat mengendara," kata Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Royke Lumowa di Jakarta, Jumat (3/12).

Royke mengatakan petugas akan memaksimalkan alat kamera tersembunyi itu pada beberapa titik di sekitar jalan protokol wilayah DKI Jakarta.

Hasil rekaman kamera tersembunyi itu menurut Royke akan menjadi alat bukti saat dilakukan penegakkan hukum terhadap pelanggar aturan lalulintas.

Sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya akan memberlakukan bukti pelanggaran (tilang) terhadap pengguna kendaraan roda empat yang menggunakan telepon selular saat mengemudi.

Ditlantas Polda Metro Jaya mendata belasan penggunaan kendaraan ditilang petugas selama 2010 karena terlihat menggunakan telepon selular saat mengemudi kendaraan.

Royke mengatakan selama ini anggota Ditlantas Polda Metro Jaya hanya memberlakukan imbauan dan teguran kepada pengemudi kendaraan yang berkomunikasi menggunakan telepon selular.

Berdasarkan Pasal 283 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Darat, pengendara yang berkomunikasi menggunakan telepon selular terancam penjara tiga bulan atau denda sebesar Rp750.000. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Bea Cukai Yogya Gagalkan Penyelundupan Sabu Rp 2 Miliar

Posted: 03 Dec 2010 02:52 AM PST

Yogyakarta (tvOne)

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta, berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu melalui Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta, senilai Rp 2.074 Miliar yang dibawa oleh seorang perempuan warga negara Vietnam.

"Sabu-sabu dengan berat sekitar 1,036 kilogram tersebut berhasil disita dari salah seorang penumpang pesawat Air Asia tujuan Kuala Lumpur-Yogyakarta Jumat pagi sekitar pukul 08.30 WIB," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Penindakan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Yogyakarta Handoko, Jumat (4/12).

Menurut dia, sabu-sabu tersebut disembunyikan dalam sol sandal yang dibawa penumpang tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan analisa "passenger list" dan pemeriksaan "X-ray" terhadap barang bawan penumpang tersebut, kedapatan empat bungkus kristal berwarna putih yang disimpan dengan cara tidak wajar, yakni disembunyikan di dalam sol sepatu sandal sebanyak dua pasang.

"Satu pasang di pakai pembawa dan satu pasang disimpan dalam tas barang bawaan,"ungkapnya

Ia mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan awal dengan menggunakan narkotest disimpulkan kristal tersebut sebagai "metamfetamine" atau sabu-sabu dengan berat 1,036 kilogram. "Harga dipasaran internasional sabu-sabu ini mencapai Rp2,072 miliar," katanya.

Handoko mengatakan, untuk memastikan bahwa barang tersebut jenis sabu-sabu, pihaknya telah mengirimkan sampel untuk dilakukan pemeriksaan di Puslabfor Mabes Polri Cabang Semarang.

Perbuatan tersebut telah melanggar UU No.35/2009 tentang Narkotika pasal 113 ayat (2) dengan ancaman pidana seumur hidup, dan denda maksimal Rp10 miliar ditambah sepertiga karena barang bukti lebih dari lima gram.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar