Polda Metro Ungkap Sindikat Pencurian Mobil |
- Polda Metro Ungkap Sindikat Pencurian Mobil
- Pemerintah Data Kebutuhan Rehabilitasi Merapi
- Pemerintah Kaji Budidaya Cabai Tahan Cuaca Ekstrem
| Polda Metro Ungkap Sindikat Pencurian Mobil Posted: 05 Jan 2011 08:40 AM PST
Jakarta, (tvOne). Sindikat pencurian mobil atau kendaraan roda empat berhasil diungkap Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Satresmob Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. "Sindikat ini termasuk spesialis pencurian kendaraan yang terparkir di halaman rumah dan jalanan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Herry Rudolf Nahak didampingi Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu, (5/1). Kombes Herry menyebutkan empat kelompok pencurian spesialis mobil itu terdiri atas 15 tersangka, antara lain Mul, Has, Rok alias BC, Yon dan Suk alias Ato sebagai pemetik, Her (penadah) dan YD (perantara). Herry menyatakan petugas berhasil membongkar sindikat pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat yang kehilangan kendaraannya. Pelaku menggunakan kunci palsu dan "T" guna mencuri kendaraan roda empat yang terpakir di pinggiran jalan bahkan di depan halaman rumah di sekitar Jakarta dan Tangerang. "Tersangka butuh waktu lima hingga 10 menit untuk membawa kabur mobil dengan merusak kunci pintu, alarm dan setir," ujar Herry. Usai membawa kabur kendaraan, pelaku mengubah identitas dan dokumen palsu, kemudian menjual kepada penadah kisaran harga Rp25 juta hingga Rp70 juta per unit di wilayah Jawa Tengah. Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan pelaku membidik merk kendaraan yang mudah dijual dan harganya cukup tinggi di pasaran. Merk kendaraan yang menjadi sasaran pencurian, antara lain Innova, Avanza, Xenia, APV, Freed, Vios dan X-Trail. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan, mendatangi Polda Metro Jaya guna mengambil mobil miliknya dengan membawa surat atau dokumen asli kendaraan. Para pelaku dijerat Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian pemberatan dan atau Pasal 408 tentang penadahan dengan ancaman lebih dari lima tahun. (Ant) Jakarta, (tvOne). Sindikat pencurian mobil atau kendaraan roda empat berhasil diungkap Anggota Direktorat Reserse Kriminal Umum (Satresmob Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. "Sindikat ini termasuk spesialis pencurian kendaraan yang terparkir di halaman rumah dan jalanan," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Herry Rudolf Nahak didampingi Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu, (5/1). Kombes Herry menyebutkan empat kelompok pencurian spesialis mobil itu terdiri atas 15 tersangka, antara lain Mul, Has, Rok alias BC, Yon dan Suk alias Ato sebagai pemetik, Her (penadah) dan YD (perantara). Herry menyatakan petugas berhasil membongkar sindikat pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat yang kehilangan kendaraannya. Pelaku menggunakan kunci palsu dan "T" guna mencuri kendaraan roda empat yang terpakir di pinggiran jalan bahkan di depan halaman rumah di sekitar Jakarta dan Tangerang. "Tersangka butuh waktu lima hingga 10 menit untuk membawa kabur mobil dengan merusak kunci pintu, alarm dan setir," ujar Herry. Usai membawa kabur kendaraan, pelaku mengubah identitas dan dokumen palsu, kemudian menjual kepada penadah kisaran harga Rp25 juta hingga Rp70 juta per unit di wilayah Jawa Tengah. Perwira menengah kepolisian itu, menambahkan pelaku membidik merk kendaraan yang mudah dijual dan harganya cukup tinggi di pasaran. Merk kendaraan yang menjadi sasaran pencurian, antara lain Innova, Avanza, Xenia, APV, Freed, Vios dan X-Trail. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan kendaraan, mendatangi Polda Metro Jaya guna mengambil mobil miliknya dengan membawa surat atau dokumen asli kendaraan. Para pelaku dijerat Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian pemberatan dan atau Pasal 408 tentang penadahan dengan ancaman lebih dari lima tahun. (Ant)
at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Pemerintah Data Kebutuhan Rehabilitasi Merapi Posted: 05 Jan 2011 08:20 AM PST
Jakarta, (tvOne). Pemerintah hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah total kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi akibat erupsi Gunung Merapi. "Total kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi Merapi belum bisa didapatkan karena masih dalam proses pendataan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu, (5/1). Sutopo mengatakan, kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan dana yang sangat besar. Dia mencontohkan, untuk Wasior kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai Rp370,4 miliar. Untuk Mentawai, kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi mencapai Rp368,3 miliar. "Sementara untuk Merapi belum didapatkan angka pasti namun diperkirakan bisa lebih besar dibanding Wasior dan Mentawai," katanya. Meski tidak menyebutkan waktu pasti namun pihaknya memastikan total kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi Merapi akan tuntas dalam waktu dekat. Selain itu, dia menambahkan jika pihaknya juga tengah melakukan pendataan terhadap kebutuhan percepatan pemulihan perekonomian warga di lokasi bencana. "Jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk percepatan pemulihan perekonomian salah satunya di Merapi diperkirakan membutuhkan dana yang besar," katanya. (Ant) Jakarta, (tvOne). Pemerintah hingga saat ini masih melakukan pendataan terhadap jumlah total kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi akibat erupsi Gunung Merapi. "Total kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekontruksi Merapi belum bisa didapatkan karena masih dalam proses pendataan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Rabu, (5/1). Sutopo mengatakan, kebutuhan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana membutuhkan dana yang sangat besar. Dia mencontohkan, untuk Wasior kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi mencapai Rp370,4 miliar. Untuk Mentawai, kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi mencapai Rp368,3 miliar. "Sementara untuk Merapi belum didapatkan angka pasti namun diperkirakan bisa lebih besar dibanding Wasior dan Mentawai," katanya. Meski tidak menyebutkan waktu pasti namun pihaknya memastikan total kebutuhan rehabilitasi dan rekontruksi Merapi akan tuntas dalam waktu dekat.
at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Pemerintah Kaji Budidaya Cabai Tahan Cuaca Ekstrem Posted: 05 Jan 2011 07:52 AM PST ![]() Tanaman cabai (Ist)
Jakarta, (tvOne). Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengemukakan, Pemerintah segera membangun sistem pengamanan proses budidaya cabai yang mampu menahan perubahan cuaca ekstrem dan hama. "Kami sudah meminta Kementerian Pertanian untuk mencari pola penanaman cabai yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan hama," katanya di Jakarta, Rabu, (5/1). Ditemui usai menghadiri rapat tentang transportasi yang dipimpin Wakil Presiden Boediono, ia mengatakan, melambungnya kembali harga cabai di pasaran terutama disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem. "Pengaruh cuaca berdampak pada pola tanam hingga distribusi. Produksi berkurang, padahal kebutuhan tetap tinggi," kata Hatta. Meski begitu, lanjut dia, Pemerintah tidak bisa melakukan intervensi seperti operasi pasar bagi beras dan minyak goreng. "Cabai ini berbeda dengan beras dan minyak. Jadi tidak ada cara lain kecuali meningkatkan produksi cabai," tuturnya. Hatta menambahkan, pada APBN 2011 pemerintah menganggarkan dana ketahanan pangan sebesar Rp3 triliun. Dana ini akan digunakan untuk menambah cadangan beras sebesar Rp1 triliun, stabilisasi harga pangan Rp1 triliun, dan ketahanan pangan Rp1 triliun. Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan pada awal 2011 panen cabai sudah terjadi di sentra-sentra produksi seperti Tasikmalaya , Sukabumi maupun Brebes. "Pertengahan Januari dan akhir Januari di Grobogan akan panen juga," katanya. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pasokan cabai di pasaran sehingga dapat menekan melonjaknya harga cabai yang terjadi sejak akhir 2010. Menurut Bayu, berdasarkan penelusuran lapangan Kementerian Pertanian, penyebab lonjakan harga cabai tidak terlepas dari masalah tingginya curah hujan yang berkepanjangan sebagai imbas dari cuaca ekstrem. Bayu mengungkapkan pada Desember, produksi cabai di Banyuwangi, Jember, Kediri, Brebes, dan Ciamis turun 20-30 persen. "Penyebabnya hama patek, ini berkembang karena udara lembab, hujan lebat membuat bunganya rusak," katanya. Selain itu, kata dia, faktor musibah letusan Gunung Merapi dan Bromo turut punya andil dalam menurunkan produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai. Meskipun pemerintah belum mengetahui pasti seberapa besar dampaknya. Oleh karena itu, menurut dia, ke depan Kementerian Pertanian akan mengamankan proses budi daya cabai di tingkat "on farm" atau produksi dengan memberikan bantuan "shading sheet" atau layar pelindung. Program tersebut, tambahnya, diharapkan mampu melindungi tanaman dari cuaca buruk maupun serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai. (Ant) Jakarta, (tvOne). Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa mengemukakan, Pemerintah segera membangun sistem pengamanan proses budidaya cabai yang mampu menahan perubahan cuaca ekstrem dan hama. "Kami sudah meminta Kementerian Pertanian untuk mencari pola penanaman cabai yang tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem dan hama," katanya di Jakarta, Rabu, (5/1). Ditemui usai menghadiri rapat tentang transportasi yang dipimpin Wakil Presiden Boediono, ia mengatakan, melambungnya kembali harga cabai di pasaran terutama disebabkan perubahan cuaca yang ekstrem. "Pengaruh cuaca berdampak pada pola tanam hingga distribusi. Produksi berkurang, padahal kebutuhan tetap tinggi," kata Hatta. Meski begitu, lanjut dia, Pemerintah tidak bisa melakukan intervensi seperti operasi pasar bagi beras dan minyak goreng. "Cabai ini berbeda dengan beras dan minyak. Jadi tidak ada cara lain kecuali meningkatkan produksi cabai," tuturnya. Hatta menambahkan, pada APBN 2011 pemerintah menganggarkan dana ketahanan pangan sebesar Rp3 triliun. Dana ini akan digunakan untuk menambah cadangan beras sebesar Rp1 triliun, stabilisasi harga pangan Rp1 triliun, dan ketahanan pangan Rp1 triliun. Sebelumnya, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi menyatakan pada awal 2011 panen cabai sudah terjadi di sentra-sentra produksi seperti Tasikmalaya , Sukabumi maupun Brebes. "Pertengahan Januari dan akhir Januari di Grobogan akan panen juga," katanya. Kondisi tersebut diharapkan mampu meningkatkan pasokan cabai di pasaran sehingga dapat menekan melonjaknya harga cabai yang terjadi sejak akhir 2010. Menurut Bayu, berdasarkan penelusuran lapangan Kementerian Pertanian, penyebab lonjakan harga cabai tidak terlepas dari masalah tingginya curah hujan yang berkepanjangan sebagai imbas dari cuaca ekstrem. Bayu mengungkapkan pada Desember, produksi cabai di Banyuwangi, Jember, Kediri, Brebes, dan Ciamis turun 20-30 persen. "Penyebabnya hama patek, ini berkembang karena udara lembab, hujan lebat membuat bunganya rusak," katanya. Selain itu, kata dia, faktor musibah letusan Gunung Merapi dan Bromo turut punya andil dalam menurunkan produksi cabai di sentra-sentra produksi cabai. Meskipun pemerintah belum mengetahui pasti seberapa besar dampaknya. Oleh karena itu, menurut dia, ke depan Kementerian Pertanian akan mengamankan proses budi daya cabai di tingkat "on farm" atau produksi dengan memberikan bantuan "shading sheet" atau layar pelindung. Program tersebut, tambahnya, diharapkan mampu melindungi tanaman dari cuaca buruk maupun serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai. (Ant)
at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar