Demonstran Anti Pemerintah Libya Yang Tewas Menjadi 173 |
- Demonstran Anti Pemerintah Libya Yang Tewas Menjadi 173
- Laptop Delegasi RI di Seoul Dibobol
- DPR Prihatin Lemahnya Diplomasi Film Indonesia
| Demonstran Anti Pemerintah Libya Yang Tewas Menjadi 173 Posted: 20 Feb 2011 11:04 AM PST London, (tvOne) Sedikitnya 173 orang tewas dalam protes anti-pemerintah di Libya sejak Selasa, kata Human Rights Watch (HRW), Minggu, mengutip beberapa sumber rumah sakit. "Ada 173 orang yang tewas," kata juru bicara kelompok HAM itu, Tom Porteous, kepada AFP. Menurut Porteous, angka tersebut berdasarkan atas laporan sumber-sumber rumah sakit di Libya timur, Benghazi dan tiga tempat lain. "Angka itu belum lengkap dan juga ada banyak orang yang terluka," katanya. "Menurut sumber-sumber medis di Libya, luka-luka korban menunjukkan penggunaan senjata berat terhadap demonstran," kata Porteous. Sementara itu, protes anti-pemerintah terus berlangsung hingga Minggu dan semakin mendekati ibukota Libya, dan bentrokan baru terjadi di kota bergolak Benghazi. Prancis menyebut tindakan pemerintah Libya tidak bisa diterima sama sekali, dan demonstran di London dan Kairo memprotes Moamer Kadhafi yang telah berkuasa di Libya selama empat dasawarsa. Sejumlah saksi mengatakan kepada AFP melalui telefon, pasukan keamanan Libya bentrok dengan pemrotes anti-rejim di kota pesisir Laut Tengah, Misrata, 200 kilometer dari Tripoli. Demonstran di wilayah itu turun ke jalan untuk mendukung penduduk kota kedua Libya, Benghazi, 1.000 kilometer sebelah timur Tripoli yang telah mengalami dampak operasi penumpasan protes oleh pasukan keamanan di Libya timur, kata mereka. Menurut saksi-saksi itu, pasukan keamanan yang dibantu oleh "tentara bayaran Afrika" melepaskan tembakan ke arah massa secara membabi buta. Di Benghazi protes menentang kekuasaan Kadhafi terus berlangsung di tengah bentrokan-bentorkan baru, kata pengacara Mohammed al-Mughrabi kepada AFP melalui telefon. Kadhafi (68), pemimpin terlama di dunia Arab, belum memberikan pernyataan umum mengenai penentangan terhadap pemerintahnya. Aktivis pro-demokrasi di sejumlah negara Arab, termasuk Libya, tampaknya terinspirasi oleh pemberontakan di Tunisia dan Mesir yang berhasil menumbangkan pemerintah yang telah berkuasa puluhan tahun. Buntut dari demonstrasi mematikan selama lebih dari dua pekan di Mesir, Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri Jumat (11/2) setelah berkuasa 30 tahun dan menyerahkan kekuasaan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, sebuah badan yang mencakup sekitar 20 jendral yang sebagian besar tidak dikenal umum sebelum pemberontakan yang menjatuhkan pemimpin Mesir itu. Sampai pemilu dilaksanakan, dewan militer Mesir menjadi badan eksekutif negara, yang mengawasi pemerintah sementara Perdana Menteri Ahmed Shafiq. Di Tunisia, demonstran juga menjatuhkan kekuasaan Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali pada Januari. Ben Ali meninggalkan negaranya pertengahan Januari setelah berkuasa 23 tahun di tengah tuntutan yang meningkat agar ia mengundurkan diri meski ia telah menyatakan tidak akan mengupayakan perpanjangan masa jabatan setelah 2014. Ia dikabarkan berada di Arab Saudi. Ia dan istrinya serta anggota-anggota lain keluarganya kini menjadi buronan dan Tunisia telah meminta bantuan Interpol untuk menangkap mereka. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Laptop Delegasi RI di Seoul Dibobol Posted: 20 Feb 2011 05:01 AM PST Seoul, (tvOne) Sebuah insiden terjadi saat kunjungan delegasi ekonomi Indonesia ke Korea Selatan. Kamar VIP Hotel Lotte di Seoul, tempat menginap para petinggi ekonomi Tanah Air, dibobol orang tak dikenal. Tiga penyusup [belakangan diketahui dua lelaki dan satu perempuan diperkirakan orang Asia] mengunduh data-data rahasia dari komputer jinjing (laptop) anggota delegasi. Saat kejadian, seperti diberitakan Situs Yonhapnews, Minggu (20/2), tidak ada petugas polisi dan petugas keamanan yang berjaga. Kepolisian Namdaemun, yang bertanggung jawab atas insiden tersebut mengakui tidak ada petugas kepolisian yang diutus menjaga 50 anggota delegasi. Juga tidak ada yang dikerahkan untuk menjaga keamanan hotel yang terletak di pusat kota itu. Delegasi Indonesia yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, diikuti Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gita Wirjawan tiba di Seoul Selasa lalu dalam rangka kunjungan tiga hari membahas kerja sama bilateral. Petugas keamanan dari Indonesia pada saat kejadian, Rabu sore, sedang mendampingi para delegasi. Para penyelidik langsung melakukan investigasi paska laporan dari delegasi Indonesia -- memergoki para penyusup menggunakan USB untuk menyalin isi dokumen dalam laptop. Komplotan itu lantas melarikan diri dari hotel ke arah Sogong-dong, dekat balai kota Seoul. Polisi mengatakan, para penyusup diyakini masuk ke hotel secara ilegal dan memang bermaksud mencuri informasi berharga soal rencana perdagangan senjata Indonesia dan Korea. Polisi menduga, para penyusup memang ditarget mencuri data sensitif, apalagi lokasi suite berada di lantai 19. Para penyidik mengaku telah menelusuri rekaman CCTV hotel untuk melacak para tersangka. Namun, aparat mengaku kesulitan mengidentifikasi mereka. Gambar CCTV yang diambil dari kejauhan, kabur. Pertemuan delegasi Indonesia dengan mitranya dari Korea dilakukan untuk mendiskusikan kerja sama bilateral bidang ekonomi dan pertahanan, termasuk rencana Korea Selatan menjual pesawat supersonic T-50 Golden Eagle ke negara-negara Asia Tenggara. Delegasi Indonesia meninggalkan Korea Kamis lalu. Belum dikonfirmasi, apakah delegasi Indonesia telah mengajukan laporan keberatan terkait insiden ini.(VIVAnews.com) mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| DPR Prihatin Lemahnya Diplomasi Film Indonesia Posted: 20 Feb 2011 04:55 AM PST Jakarta, (tvOne) Mantan artis yang kini anggota DPR RI, Nurul Arifin, mengaku prihatin karena lemahnya diplomasi RI soal film, sehingga kita sebagai masyarakat global bisa terisolasi di sektor ini, bahkan bisa berentet pada bidang lain. Demikian disampaikan Nurul Arifin, Ahad (20/2), menanggapi protes Ikatan Perusahaan Film Impor dan Asosiasi Produser Film Amerika (MPA) terhadap kebijakan Ditjen Pajak RI tentang bea masuk serta distribusi film-film impor. Akibat kebijakan itu, kini tidak ada lagi film luar negeri, baik itu produksi Holywood maupun non Holywood beredar di bioskop-bioskop Indonesia. "Saya prihatin, karena masalah bea masuk dan pajak seharusnya bisa dibicarakan dulu baik-baik," kata Nurul Arifin. Anggota Fraksi Partai Golkar tersebut lanjut menilai, ini merupakan bukti kelemahan diplomasi kita. "Sebab, jika hal tersebut dilakukan dengan `approach` yang baik, pasti pihak pengedar akan mengerti," ujarnya. Sekarang, demikian anggota Komisi II DPR RI ini, kita seperti masyarakat global yang terisolasi. "Ini akibat kebijakan yang dilakukan dengan tidak cerdas. Dan `kalo ini tidak cepat diselesaikan, maka yang menanggung kerugian kita juga," katanya. Nurul Arifin lalu menunjuk sejumlah kalangan yang bisa terkena dampak lngsung dari kebijakan tak cerdas itu, yakni, pekerja bioskop, penonton dan distributor. mr This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar