Jumat, 18 Februari 2011

Pengadilan Militer Lebanon Hukum Mati Mata-Mata Israel

Pengadilan Militer Lebanon Hukum Mati Mata-Mata Israel


Pengadilan Militer Lebanon Hukum Mati Mata-Mata Israel

Posted: 18 Feb 2011 09:10 AM PST

Beirut, (tvOne)

Pengadilan militer Lebanon menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang yang dituduh menjadi mata-mata Mossad Israel dan memberikan informasi kepada badan intelijen itu tentang kelompok Hizbullah, kata seorang pejabat pengadilan, Jumat.

"Satu pengadilan militer menghukum mati Amin Ibrahim al Baba karena melakukan hubungan dengan badan intelijen Israel dan memberikan informasi yang membantu serangan-serangan Israel terhadap Lebanon," kata pejabat itu kepada AFP.

Tuduhan itu mengatakan Baba, 44 tahun membuka satu kafe internet di Lebanon selatan dari tempat itu ia mengirim informasi kepada Israel, termasuk informasi yang membantu pembunuhan dua bersaudara Mahmud dan Nidal Mazjoub dari gerakan Jihad Islam Sunni.

Baba ditangkap April 2006 di kota pantai selatan Sidon.

Laporan-laporan sebelumnya mengatakan ia aktif dalam serangan-serangan tahun 1980-an dan 90-an terhadap pasukan Israel, yang menduduki Lebanon selatan dari tahun 1978 sampai 2000.sebelum direkrut bekerja untuk Mossad.

Selama beberapa tahun sebelum ditangkap, Baba telah memantau para anggota Jihad Islam dan Hizbullah dan memberikan kepada Israel informasi mengenai peralatan dan senjata gerakan Syiah yang didukung Iran itu, kata surat tuduhan itu.

Vonis Jumat itu menambah jumlah orang yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menjadi mata-mata sejak tahun 2009, termasuk seorang yang terbukti membantu Israel dalam perang dengan Hizbullah tahun 2006.

Lebanon dan Israel secara teknis tetap dalam keadaan perang.

Mata-mata yag terbukti bersalah menghadapi hukuman penjara seumur hodup dengan keras paksa atau hukuman amti jita terbukti membantu pembunuhan terhadap warga Lebanon

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

3 Tewas dan Seribu Tahanan Kabur Dari Penjara di Libya

Posted: 18 Feb 2011 09:04 AM PST

Tripoli, (tvOne)

Pasukan keamanan menembak mati tiga tahanan Jumat ketika mereka berusaha melarikan diri dari sebuah penjara dekat Tripoli, kata satu sumber keamanan kepada AFP, dan lebih dari 1.000 tahanan melarikan diri dari sebuah penjara di Libya timur.

"Tahanan berusaha melarikan diri dari penjara El-Jedaida, namun petugas menghalanginya dan terpaksa melepaskan tembakan ke arah tahanan yang menggunakan kekerasan," kata sumber itu, dengan menambahkan bahwa keadaan kini telah terkendali.

Tentara dikerahkan ke jalan-jalan kota terbesar kedua Libya, Benghazi Jumat setelah ribuan orang turun ke jalan-jalan Kamis malam untuk memprotes tindakan pasukan keamanan yang membunuh lebih dari 20 pemrotes.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Militer Bahrain Larang Warga Berdemo & Berkumpul di Manama

Posted: 18 Feb 2011 06:48 AM PST

Manama, (tvOne).

Militer Bahrain melarang warga untuk berkumpul dan berunjuk rasa di Pusat Kota Manama di Lapangan Pearl.

Larangan tersebut dikeluarkan pasca-unjuk rasa yang menewaskan empat orang di Ibukota Bahrain, Manama pada Kamis, (17/2).

Tank dan kendaraan militer ditempatkan di sejumlah titik di Ibukota Bahrain, Manama pascabentrok antara demonstran anti-pemerintah dengan aparat kepolisian yang menewaskan empat orang.  

Beberapa jam pasca bentrokan, militer mengumumkan larangan warga berkumpul dan berunjuk rasa di pusat Kota Manama. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah untuk mengendalikan ibukota.

Pihak pemerintah menyesalkan jatuhnya korban jiwa dalam unjuk rasa yang berakhir dengan kerusuhan dan menyatakan akan melakukan penyelidikan.

Polisi bahrain yang melakukan penyisiran  menemukan berbagai senjata dan amunisi di lokasi unjuk rasa pascabentrokan.

Unjuk rasa anti-pemerintah yang berakhir bentrok terjadi pada Kamis, (17/2). Massa menuntut pemerintahan monarki yang berkuasa  menyerahkan kekuasaannya.

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar