Senin, 07 Februari 2011

Kapolri: Belum Ada Tersangka Terkait Insiden Cikeusik

Kapolri: Belum Ada Tersangka Terkait Insiden Cikeusik


Kapolri: Belum Ada Tersangka Terkait Insiden Cikeusik

Posted: 07 Feb 2011 10:33 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Timur Pradopo mengemukakan, pihaknya belum menetapkan seorang pun tersangka terkait insiden di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (6/2).

"Belum," kata Timur Pradopo usai mengikuti rapat terbatas di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan di Jakarta, Senin malam.

Tentang jaminan Polri agar tidak ada lagi aksi kekerasan mengatasnamakan agama, Timur mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan upaya pencegahan maksimal. "Kami akan melibatkan seluruh `stakeholder` (pemangku kepentingan) dan masyarakat," katanya.

Sekitar 1.500 warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang Jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Minggu sekitar pukul 10.45 WIB. Bentrokan dipicu kedatangan sejumlah warga Ahmadiyah dari Bekasi.

Akibat peristiwa itu, tiga warga Ahmadiyah tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Untuk mencegah kembali terjadi bentrokan aparat TNI dan Polri setempat disiagakan di lokasi kejadian.

um

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Pemda Banten Tanggung Biaya Pengobatan Korban Insiden Cikeusik

Posted: 07 Feb 2011 10:32 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya pengobatan 20 korban luka-luka dalam insiden bentrokan warga dan jamaah Ahmadiyah di Kabupaten Pandeglang, Minggu (6/2).

Pernyataan itu disampaikan Gubernur usai mengikuti rapat terbatas di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jakarta, Senin malam.

"Kami dari Pemda tentunya bersedia apabila pihak terkait membutuhkan dukungan ataupun anggaran bagi para korban. Yang jelas, rumah sakit telah merespons dengan baik," katanya.

Ia mengatakan, saat ini sekitar 20 korban yang menderita luka berat telah dirawat di rumah sakit di berbagai rumah sakit di Serang, Cilegon, dan Jakarta. Namun, lanjut Atut, tidak bisa merinci detail rumah-rumah sakit rujukan yang sudah merespon tersebut.

Terkait instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada jajaran Pemda dan Kepolisian untuk menginvestigasi kasus tersebut, Ratu Atut mengaku siap.

Ia menyatakan, Pemda Banten akan melakukan koordinasi dengan kelompok alim ulama, Majelis Ulama Indonesis (MUI), Forum Umat Islam, pihak kepolisian, dan tokoh masyarakat. "Kami berharap insiden ini tak akan terjadi lagi di masa mendatang," kata Ratu Atut.

Kejadian Minggu (6/2) sekitar 1.500 warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang jamaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Minggu sekitar pukul 10.45 WIB.

Bentrokan dipicu kedatangan sejumlah warga Ahmadiyah dari Bekasi. Akibat peristiwa itu, tiga warga Ahmadiyah meninggal dunia dan enam lainnya luka-luka.

um

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Luapan Sungai Topa Rendam Ratusan Rumah di Jeneponto

Posted: 07 Feb 2011 06:53 AM PST

Jakarta, (tvOne).

Ratusan rumah di Dua Desa di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan terendam banjir karena sungai Topa yang membelah dua desa itu meluap.

Sungai tersebut tak mampu menampung debit air yang berasal dari hujan lebat.

Beruntung, ratusan rumah di dua desa terkepung banjir ini tak sampai masuk ke dalam rumah karena rumah warga.

Ketinggian air banjir mencapai satu setengah meter sehingga mengganggu aktivitas warga yang hendak bekerja. Luapan banjir itu juga menggenangi sebagian akses jalan poros trans-Sulawesi bagian selatan.

Kemacetan kendaraan terjadi hingga belasan kilometer karena pengguna jalan nekad melintas jalan yang tergenang banjir tersebut.

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar