Sabtu, 05 Februari 2011

Mubarak Mundur Sebagai Ketua Partai Penguasa Mesir

Mubarak Mundur Sebagai Ketua Partai Penguasa Mesir


Mubarak Mundur Sebagai Ketua Partai Penguasa Mesir

Posted: 05 Feb 2011 11:03 AM PST

Husni Mubarak Ketua Partai Nasional Demokrasi (NDP)

Kairo, (tvOne)

Kepemimpinan Partai Demokrasi Nasional (NDP) yang berkuasa di Mesir mengundurkan diri pada Sabtu, termasuk Gamal Mubarak, putera Presiden Hosni Mubarak yang kekuasaannya diguncang aksi unjuk rasa berhari-hari, televisi negara melaporkan.

Televisi Al Arabiya mengabarkan Mubarak juga mengundurkan diri sebagai ketua partai itu. Kabar ini belum dapat segera dikonfirmasi.

Seorang pejabat partai itu tak dapat memberi konfirmasi laporan Al Arabiya tetapi mengatakan jika Mubarak telah mengundurkan diri dari partai, hal itu tak akan mempengaruhi posisinya sebagai presiden.

"Ini dua posisi berbeda," ujarnya.

Dalam laporannya, televisi negara menyebutkan Hossam Badrawi sebagai sekretaris jenderal baru, yang dipandang sebagai anggota sayap liberal partai itu.

"(Pengunduran ini) sangat penting secara politis karena partai itu mengeksploitasi negara untuk kepentingan partai, dan hal itu yang mengundang banyak kecaman," kata pengamat Diaa Rashwan, yang menambahkan hal tersebut menyulut kemarahan atas korupsi.

Para pengunjuk rasa yang menyerang sistem politik Mesir telah mengeluhkan korupsi, kemiskinan dan represi politik.

"Secara praktek ini penting karena rakyat menggunakan kekerasan yang dimobilisasi oleh partai itu ... dan sekarang tak ada lagi perlindungan dari partai dan mereka tidak akan merasa aman bahwa mereka punya partai yang berada di belakang mereka," kata Rashwan.

Di antara pemimpin yang mundur adalah Sekjen Safwat El Sherif, 77, yang telah berkuasa dalam kemapanan Mesir sejak 1960 dan merupakan pilar dari tokoh-tokoh lama. Sherif tak lagi sebagai ketua parlemen.

Tanpa posisi dalam kepemimpinan, Gamal Mubarak tak lagi memenuhi syarat sebagai calon presiden partai berdasarkan konstitusi yang ada.

Presiden Mubarak sendiri memegang posisi presiden NDP dan televisi negara tidak menyebutkan itu berubah.

Nama-nama lain dalam kepemimpinan inti partai itu ialah Zakaria Azmi, kepala staf Mubarak, juru bicara NDP Ali el_din Hilal dan Ahmed Ezz, yang sudah mundur beberapa hari setelah pergolakan pecah melawan Mubarak.

Partai itu merupakan salah satu target utama aksi unjuk rasa dan markas besarnya dekat Bunderan Tahrir dibakar selama unjuk rasa.

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Perahu Arung Jeram Terbalik di Sungai Progo, 2 Tewas

Posted: 05 Feb 2011 06:37 AM PST

Magelang, (tvOne)

Kecelakan terbaliknya perahu karet saat berpetualang arung jeram di Sungai Progo, perbatasan Kabupaten Magelang dengan Kulon Progo, Sabtu (5/2), telah menewaskan dua remaja setelah sebelumnya terseret arus sungai.


Dua orang korban yang tewas yakni Jarot Nursasongko (32), warga Jalan Tanah Putih Semarang, dan Wawan Istianto (34), warga Blondo, Mungkid, Magelang.

Mereka berangkat dari Dusun Caruban, Desa Blongkeng, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, namun sekitar dua kilometer dari tempat pemberangkatan, yakni di Dusun Kali Putih, Desa Karangtalun, Kecamatan Ngluwar, dua perahu yang membawa 15 penumpang tersebut terbalik.

Semua korban dirawat di Puskesmas Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo, kecuali Artopo yang mengalami luka ringan dirawat di Puskesmas Ngluwar, Kabupaten Magelang, sedangkan Benadi yang pingsan dirujuk ke RS Muntilan Kabupaten Magelang.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Demo Anti Mubarak, Mesir Rugi USD310 Juta Per hari

Posted: 05 Feb 2011 06:25 AM PST

Kairo, (tvOne)

Demonstrasi rakyat di Kairo Mesir menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak pada dua pekan terakhir diprediksi menimbulkan kerugian hingga 310 juta dollar atau Rp 28 Triliun perhari.

Bank Credit Agricole mengestimasi tahun ini Mesir akan mengalami defisit anggaran hingga 12,3 persen, lebih tinggi 4,1 persen dari estimasi sebelum terjadi krisis nasional. Pengeluaran pemerintah akan membengkak untuk mensubsidi kebutuhan pokok masyarakat. Harga komoditas pangan di Mesir telah melambung tinggi bahkan sebelum krisis terjadi.

Di sisi lain, pendapatan negara juga dipastikan menurun. Bank itu yakin investor, baik asing maupun domestik, akan melenggang dari pasar modal Mesir. "Mereka yang tahun-tahun lalu menahan diri memindahkan modal dari Mesir ke negara lain pasti akan memindahkannya saat ini," demikian tertulis dalam laporan bank itu.

Salah satu catatan yang mengemuka dari hasil sidang kabinet Presiden Mesir Hosni Mubarak adalah rencana menghidupkan kembali perekonomian. Warta AP dan AFP pada Sabtu (5/2/2011) menunjukkan, pemerintah bakal membuka kembali bank-bank pada Minggu (6/2/2011). Kemudian, sehari setelah itu, giliran pasar saham yang beroperasi kembali. (BBC)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Collateral Damage - WikiLeaks In The Crosshairs.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar