Pelihara Hewan Tak Selalu Kuras Kantong |
- Pelihara Hewan Tak Selalu Kuras Kantong
- Pesona Bisnis Ayam Serama Menggiurkan
- Eksekusi Bangunan di Mataram Ricuh
| Pelihara Hewan Tak Selalu Kuras Kantong Posted: 17 Feb 2011 07:39 AM PST Jember, (tvOne). Memelihara hewan biasanya identik dengan menguras kantong. Namun jika anda mampu mengembang biakannya dan menangkap peluang, maka keuntungan pun dapat diraih cukup menjanjikan. Salah satunya bagi anda penggemar landak mini. Keuntungan yang didapat mencapai jutaan rupiah. Landak-landak mini bukan hanya bisa mampu menjadi hewan peliharaan namun juga ladang rupiah. Ema Rizky adalah salah satu yang membuktikannya. Wanita yang tinggal Kaliwates, Jember, Jawa Timur ini kini bersiap memetik keuntungan karena ketelatenannya memelihara 5 ekor landak mini sejak 6 bulan lalu. Landak mini berbeda dengan landak biasa. Selain ukuran tubuhnya yang lebih kecil, duri landak ini tidak setajam landak biasa. Namun proses perkawinan landak mini ini perlu kecermatan. Sebelum kawin, landak mini harus dimandikan dalam air agar tubuhnya bergerak setelah lama diam di kotak penyimpanan. Selanjutnya, dalam proses perkawinan landak mini harus ditaruh di tempat gelap dan tidak seorang pun boleh melihat karena sifat landak mini yang sensitif. Jika telah selesai landak jantan dipisahkan. Sementara induk betina tetap tetap di kandang hingga anaknya lahir. Ema kini bersiap meraih keuntungan banyak yang ingin membeli anak landaknya. Satu pasang landak mini dihargai Rp1,5 juta rupiah. Landak mini polos atau albino lebih disukai jika dibanding landak warna lainnya. Sembari menyalurkan hobi memelihara landak, jika anda serius anda pun juga bisa memperoleh keuntungan yang lumayan. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Pesona Bisnis Ayam Serama Menggiurkan Posted: 17 Feb 2011 06:55 AM PST Jakarta, (tvOne). Minat masyarakat terhadap ayam serama kian hari kian tinggi. Bahkan saking banyaknya permintaan, para peternak di Jawa Timur kewalahan hingga harus mengambil dari peternakan di luar jawa. Pesona ayam Serama, ayam hias asal Malaysia mendatangkan kekayaan para peternak puluhan juta rupiah perbulannya. Edy Juwono, salah satu peternak Ayam Serama membuat dia sayang terhadap ayam miliknya karena dia mampu meraup keuntungan yang berlimpah dari bisnis tersebut. Awalanya usaha tersebut adalah usaha sampingan. Namun karena hasilnya menjanjikan dia lalu serius menggelutinya. Edi awalnya mendatangkan 15 Ayam Serama. Delapan bulan kemudian ayamnya bertambah 60 ekor indukan. Peternakan ayam Edi mampu menghasilkan 30 ekor anakan Ayam Serama setiap bulan. Namun jumlah itu belum juga cukup untuk memenuhi permintaan pasar. Bahkan dia harus mengambil ayam serama dari luar pulau jawa. Ayam Serama memang diminati karena bentuknya mungil dan dadanya membusung layaknya binaraga. Ayam Serama juga makin dihargai tinggi jika melengking indah kokoknya. Edy menjual anak ayam berumur satu hingga dua bulan dengan harga Rp200 ribu per ekor untuk anakan jenis lokal. Sedangkan anak ayam asli Malaysia dijual Rp500-700 ribu rupiah. Pembeli ayam tersebut datang dari Surabaya, Malang, Jakarta hingga luar pulau jawa. Pemberian makan Ayam Serama cukup mudah, setiap hari diberi makanan campuran beras jagung beras merah dan konsentrat. Untuk menjaga kesehatnya ayam-ayam ini setiap hari dimandikan dan dijemur satu hingga dua jam serta dilatih peregangan antara satu hingga dua meneit sehingga dada Ayam Serama akan membusung. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Eksekusi Bangunan di Mataram Ricuh Posted: 17 Feb 2011 06:19 AM PST Mataram, (tvOne). Eksekusi bangunan rumah dan lahan seluas 450 meter persegi di Mataram, Nusa Tenggara Barat diwarnai kericuhan. Hal itu terjadi saat keluarga tergugat memberikan perlawanan dengan mengusir petugas ekseksi Pengadilan Negeri Mataram. Keluarga tergugat atau pemilik lahan Hasan Gazali berusaha menerobos penjagaan polisi saat petugas membacakan surat eksekusi dengan berteriak histeris. Keluarga tidak terima putusan eksekusi karena tanah seluas 450 meter persegi di lingkungan Pelambak, Ampenan, Kota Mataram adalah tanah leluhur mereka. Polisi kemudian menyeret paksa keluarga tergugat keluar rumah . Namun, meski mendapat perlawanan, putusan eksekusi tetap dibacakan panitera. Petugas eksekusi mengosongkan rumah dan menghancurkan bangunan rumah. Sebelumnya, Mahkamah Agung memenangkan gugatan Budi Harjo atas tanah seluas 450 meter persegi milik/ hasa gazali di lingkungan Pelambak, Ampenan, Kota Mataram. at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar