Senin, 07 Desember 2009

Aburizal Bantah Idrus Marham Kerja Setengah Hati Usut Century

Aburizal Bantah Idrus Marham Kerja Setengah Hati Usut Century


Aburizal Bantah Idrus Marham Kerja Setengah Hati Usut Century

Posted: 06 Dec 2009 01:00 PM PST


Ia kembali membantah jika ditangan Idrus Marham kasus pengusutan Bank Century yang dilakukan melalui Hak Angket DPR-RI akan selesai dan tidak menghasilkan apa-apa. "Tidak benar itu, kita lihat saja nanti, anda tidak kenal siapa Idrus Marham, kalau dia gagal maka akan menyangkut track record-nya dan Partai Golkar kredibilitasnya akan menurun," ujarnya. (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Zaini Arony Terpilih Jadi Ketua Golkar NTB

Posted: 06 Dec 2009 11:23 AM PST

Lombok Barat, NTB, (tvOne) 

Dr Zaini Arony yang masih menjabat Bupati Lombok Barat terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII Partai Golkar NTB, Minggu (6/12).

Pada tahapan pemilihan yang berlangsung hingga Minggu (6/12) tengah malam di The Santosa Hotel kawasan wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Zaini meraih 10 suara dari total 14 suara. Zaini mengungguli dua kandidat lainnya yakni H. Ferry Z. ST (Bupati Bima) yang hanya mengantongi dua suara dan Drs.Ahmad Tamin (pengurus Kosgoro) tidak meraih satu suara pun. Dua suara lainnya tidak memilih (abstain).

Berdasarkan hasil pantauan, proses pemilihan Ketua Formatur yang akan dilantik menjadi Ketua DPD I Partai Golkar NTB itu berlangsung alot arena perbedaan pendapat di kalangan peserta Musda Partai Golkar NTB itu terus terjadi semenjak tahapan pencalonan dimulai.

Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Syamsul Bahri yang memimpin sidang Musda Partai Golkar NTB itu sempat menunda persidangan hingga empat jam lebih dan sidang pemilihan baru dapat dilanjutkan menjelang tengah malam. Hujan interupsi pun mewarnai Musda Partai Golkar itu namun tidak sempat berujung konflik, hingga musda itu berlangsung aman dan lancar.

Kini Ketua DPD I Partai Golkar NTB terpilih bersama empat orang anggota tim formatur lainnya tengah menyusun susunan kepengurusan DPD I NTB periode 2009-2014, yang sudah harus rampung Senin (7/12).

Kepada wartawan usai pemilihan Ketua DPD Partai Golkar NTB itu, Zaini mengatakan, pihaknya mengajak semua kader Golkar untuk membangun kepercayaan terhadap Golkar yang belakangan ini sempat luntur karena berbagai faktor. Ia juga berharap riak-riak pascapemilihan itu tidak menjadi suatu hal yang bersifat negatif.

Zaini juga mengajak kader-kader Golkar di wilayah NTB untuk memajukan partai sebagaimana dikehendaki Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie saat pembukaan Musda VIII Partai Golkar NTB itu, Sabtu (5/12). Ia juga mengajak kader Golkar menghargai senior di partai, termasuk membantunya jika senior terlibat masalah serius. "Jika ada senior yang terkena masalah kita harus bantu sesuai kemampuan yang ada," ujar Bupati Lombok Barat yang pada pemilihan Bupati Lombok Barat, Oktober 2008, diusung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan Pertai Bulan Bintang (PBB).

Zaini juga sempat menjadi calon Gubernur NTB pada pemilihan Juli 2008 yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan koalisi partai lainnya, namun gagal meraih suara terbanyak. (Ant)
 

This content has passed through fivefilters.org.

Ahmad Mubarok Bantah Ada Perpecahan di Tubuh Demokrat

Posted: 06 Dec 2009 09:56 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Salah satu pentolan DPP Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, di Jakarta, Minggu malam (6/12), membantah seolah ada perpecahan di tubuh partainya, setelah mundurnya Marzuki Alie dari posisi Sekjen. "Itu sudah kebijakan nasional Partai Demokrat (PD). Bahwa setiap ada kader yang terpilih atau dipercayakan menjabat jabatan publik, maka harus konsentrasi di situ, dan berarti melepas yang di struktur partai," jelasnya.

Ia mengatakan itu, untuk menepis rumor yang beredar, seolah-olah Marzuki Alie telah disingkirkan dari posisinya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PD, karena tidak sejalan lagi dengan Ketua Umum, Hadi Utomo. Ahmad Mubarok yang terkenal suka `ceplas ceplos` ini menambahkan, ada banyak kader lain mengalami hal seperti Marzuki Alie. "Tidak usah ambil contoh di nasional, di beberapa daerah juga begitu. Seperti Ketua DPD PD DKI yang jadi Ketua DPRD, mundur dari jabatan struktural partai juga. Dan itu tidak ada masalah bagi kami, karena sudah jadi kebijakan nasional," tegasnya.

Jadi yang benar, menurutnya, karena tugasnya selaku Ketua DPR RI cukup menyita waktu dan membutuhkan konsentrasi penuh, serta agar kinerja partai tetap optimal, Marzuki Alie berinisiatif untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekjen DPP PD. Ditambahkan, jabatan Sekjen DPP itu terkait dengan banyak aspek teknis pengelolaan organisasi, sehingga idealnya diisi oleh sosok yang betul-betul memiliki waktu cukup (`day to day`) serta tidak disibukkan oleh pekerjaan lain. Apalagi terkait dengan lembaga politik kenegaraan.

Dengan demikian, menurutnya, partai dapat terkelola dengan baik di dalam menghadapi berbagai tantangan dan kendala yang tidak ringan di era kompetisi kian ketat sekarang. Inisiatif Marzuki Alie itu sendiri, telah disampaikan dan diterima dengan baik oleh Ketua Dewan Pembina (Wanbin) PD, Susilo Bambang Yudhoyono. Selanjutnya, Marzukie Alie dipercaya sebagai Wakil Ketua Wanbin. "Dengan posisi tersebut, Marzuki Alie masih tetap dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Partai Demokrat," katanya.

Selanjutnya, Marzuki Alie akan lebih fokus di dalam memimpin DPR RI, mewujudkan obsesinya menjadikan Parlemen sebagai lembaga politik berwibawa dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Sehingga tidak lagi diapresiasikan negatif. "Dengan demikian, maka rumor adanya perpecahan Partai Demokrat, tidaklah benar. Pada saat ini, seluruh pengurus dan kader partai dalam keadaan solid. Saat ini sama-sama berkonsentrasi untuk membesarkan partai," ujarnya. (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar