Kamis, 03 Desember 2009

Anas Urbaningrum: Demokrat Tak "Ngotot" Pimpin Pansus Century

Anas Urbaningrum: Demokrat Tak "Ngotot" Pimpin Pansus Century


Anas Urbaningrum: Demokrat Tak "Ngotot" Pimpin Pansus Century

Posted: 03 Dec 2009 07:35 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Anas Urbaningrum mengatakan, partainya tidak akan bersikeras agar salah satu anggotanya menjadi ketua Pansus penyelidikan kasus Bank Century. "Kami tidak ngotot untuk memegang posisi ketua pansus. Biarkan nanti dipilih siapa yang terbaik di mata para anggota pansus," kata Anas di Jakarta, Kamis (3/12).

Sebagai kelanjutan disetujuinya hak angket penyelidikan kasus Bank Century, maka DPR akan membentuk pansus yang terdiri atas 30 anggota DPR, yang mewakili jumlah masing-masing fraksi. Partai Demokrat mendapat jatah terbanyak yaitu delapan anggota. Sementara Partai Golkar enam, PDIP lima, PKS tiga, PAN dua, PKB dua, PPP dua, sedangkan Gerindra dan Hanura masing-masing satu orang.

Anas mengatakan, fraksi Partai Demokrat sudah memilih delapan anggotanya untuk menjadi anggota pansus yaitu Yahya Sacawiria, Benny K Harman, Achsanul Qosasi, Radityo Gambiro, I Wayan Gunastra, Agus Hermanto, Ruhut Sitompul, dan Anas Urbaningrum. (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Tim 9: Angket Century untuk Kembalikan Kepercayaan ke DPR

Posted: 03 Dec 2009 06:44 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Salah satu anggota Tim 9, Maruarar Sirait mengatakan, keberhasilan angket Century selain bertujuan untuk mengungkap kasus Bank Century, juga untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Menurut kami, sekarang waktunya DPR bertobat untuk merebut kembali kepercayaan publik," katanya saat mengunjungi kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sosial (PKS), Jakarta, Kamis (3/12).

Muarar mengatakan, hendaknya kasus tersebut tidak hanya diusut oleh polisi dan jaksa saja, namun juga diusut oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) karena terdapat dugaan unsur pemerintah ikut bermain dalam kasus tersebut. Dia mengatakan, polisi dan jaksa merupakan bagian dari pemerintah sehingga dibutuhkan peran dari instansi di luar pemerintahan. Selain itu, kata anggota Fraksi PDI Perjuangan tersebut, Tim 9 juga merasa perlu diawasi oleh beberapa pihak agar tetap konsisten pada tujuan awal. 

Anggota Tim 9 lainnya, Bambang Susetyo mengatakan, pihaknya melihat terdapat ketakutan jika ternyata dua orang yang terindikasi melakukan pelanggaran hukum benar melakukan pelanggaran. Menurutnya, karena hal tersebut akan mengganggu paket SBY-Boediono karena jika Boediono terbukti melakukan pelanggaran pasti akan menyeret SBY sehingga mengganggu stabilitas politik dan ekonomi. "Pada dasarnya sikap Golkar tidak ingin ada apa-apa dengan SBY, namun proses hukum harus tetap berjalan," katanya yang juga merupakan anggota Fraksi Golkar.

Menurut dia, ada baiknya jika urusan Boediono diproses oleh Mahkamah Konstitusi (MK) untuk dinonaktifkan sementara hingga ada keputusan bersalah atau tidak, jadi SBY memiliki waktu untuk mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi. "Angket Century supaya digunakan sebagai momentum untuk kemajuan negara ke depan," katanya.

Dalam kunjungan tersebut, Tim 9 disambut oleh Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin dan mendapat dukungan penuh dari PKS. (Ant)
 

This content has passed through fivefilters.org.

Pansus Angket Disarankan Bentuk Tim Investigasi Independen

Posted: 03 Dec 2009 06:39 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Panitia khusus (Pansus) hak angket DPR terkait kasus Bank Century disarankan membentuk tim independen untuk melakukan penyelidikan dengan mandat dan kewenangan dari DPR. Saran tersebut dikemukakan ekonom Rizal Ramli dalam diskusi tentang kasus Bank Century yang digelar DPP Partai Bulan Bintang di Jakarta, Kamis (3/12).

Rizal mengatakan, di Eropa dan Amerika Serikat, untuk menangani kasus besar, parlemen tidak melakukannya sendiri karena dikhawatirkan terjadi "perdagangan". Untuk itu, mereka membentuk semacam komite investigasi khusus yang diberi mandat dan kewenangan penuh dengan hasil kerja dilaporkan ke parlemen.

Rizal mencontohkan, penanganan kasus Watergate yang melibatkan Presiden Ricard Nixon dan Iran Kontra yang melibatkan Presiden Ronald Reagan di AS. "Kita perlu belajar dari negara lain, barangkali ini bisa lebih baik," katanya.

Rizal mengusulkan Ichsanuddin Noorsy, yang pernah sukses membongkar kasus Bank Bali saat menjadi anggota DPR RI, memimpin tim investigasi itu. Ketua Umum Partai Bulan Bintang MS Kaban berpendapat senada. Menurutnya, pansus hak angket DPR harus membentuk tim dari publik untuk mengungkap kasus itu. "Tim hak angket DPR harus membentuk tim dari publik yang punya kapasitas kalau betul-betul mau serius mengusut kasus ini," katanya.

Wakil Ketua Umum PBB Hamdan Zoelva menambahkan, agar upaya pengusutan Kasus Bank Century bisa berhasil secara optimal, maka panitia angket harus bertindak sebagaimana penyidik. "Saksi-saksi harus disumpah, kalau tidak, hasilnya tidak akan optimal," katanya.

Secara terpisah Sekjen Presidium GMNI Cokro Wibowo menyatakan, menolak keras jika pimpinan pansus hak angket kasus Bank Century dipegang Partai Demokrat atau koalisinya. "Jika Partai Demokrat bersikeras menempatkan kadernya sebagai pimpinan pansus, berarti semakin jelas kepentingannya dalam usaha mengamankan posisinya yang selama ini diduga keras ikut terlibat dalam skandal Century," katanya. (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Aburizal Bakrie: Golkar Siap Ketuai Panitia Angket Century

Posted: 03 Dec 2009 04:32 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, pihaknya siap dan sanggup untuk memimpin Panitia Khusus Angket kasus Bank Century jika memang disepakati oleh parpol lain. "Kalau parpol lain sepakat Partai Golkar menjadi ketua Pansus Angket, kami sanggup. Kalau ditanya apakah mau. Mau," kata Ketum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie saat bertemu Tim 9 di kediaman Jl Ki Mangoensarkoro Jakarta, Kamis (3/12).

Lebih lanjut Ical menegaskan, kader-kadernya siap untuk memimpin jika memang mendapat kesepakatan dari parpol lain. Lebih lanjut Ical mengatakan, untuk posisi ketua Pansus dia menyerahkan kepada kesepakatan parpol-parpol. "Saya tak pernah merasa keberatan kalau misalnya Partai Demokrat yang memimpin, kalau itu disepakati bersama," kata Ical.

Namun, tambah Ical, pihaknya juga tidak keberatan jika PDI-P atau Partai Golkar yang memimpinnya asal merupakan kesepakatan bersama. "Kita masih menimbang-nimbang apakah yang terbaik dipegang PD, PDI-P atau PG," kata Ical.

Pada kesempatan itu Ical menegaskan dukungannya terhadap Hak Angket Bank Century ini. Partai Golkar mendukung penuh penggunaan Hak Angket tersebut. "Karena itu saya bersikap tidak pernah melarang kader atau DPP jika ikut menandatangani Hak Angket ini," kata Ical.

Menurut Ical, ini semua ditujukan untuk mengungkapkan kebenaran agar tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat. "Saya tegaskan Partai Golkar sebagai partai pendukung pemerintah tidak mau pembangunan gagal. Sebagai pendukung pemerintah menginginkan pemerintahan bisa dijalankan sebaik-baiknya," kata Ical.

Sekarang ini, tambah Ical, bukan waktunya lagi untuk parpol-parpol bersikap egois hanya memikirnya dirinya, namun harus memikirkan kepentingan pembangunan bangsa. "Tujuannya adalah untuk perbaikan bukan untuk menjatuhkan seseorang atau pemerintahan karena itu nanti justru akan berdampak buruk," kata Ical.

Dalam kesempatan itu Ical juga mendukung jika sidang-sidang pansus bisa dilakukan secara terbuka. "Jangan ada gosip lagi. Sekarang ada terlalu banyak gosip. Kita lakukan semua secara terbuka, ungkapkan data-data," kata Ical.

Menurut Ical, Pansus Hak Angket kasus Bailout Bank Century ini harus kita awasi bersama-sama. Ical juga menyarankan selain dilakukan penyelidikan melalui Hak Angket dewan juga secara bersamaan dilakukan proses hukum melalui KPK. "Yang penting jangan berikan kesimpulan dari awal, tetapi kesimpulan di akhir setelah data-data lengkap," kata Ical. (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Tim 9 Temui Ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie

Posted: 03 Dec 2009 03:58 AM PST

Jakarta, (tvOne) 

Inisiator pengusul hak angket kasus Bank Century atau Tim 9 menemui Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Aburizal Bakrie untuk mendapatkan dukungan moral bagi penuntasan skandal bailout Bank Century. "Tujuan utama kami membuka kebenaran. Tidak ada target seseorang harus turun. Tidak ada," kata salah satu anggota Tim 9 Maruarar Sirait saat bertemu Aburizal Bakrie di kediaman Jl Ki Mangoensarkoro Jakarta, Kamis (3/12).

Sebelumnya Tim 9 juga telah menemui beberapa tokoh nasional seperti mantan Presiden Gus Dur, mantan Ketua umum PP Muhammadiyah Syafii Ma`arif, Mantan Ketua MPR Amien Rais, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ustad Hilmi dan Ketum DPP PAN Sutrisno Bachir.

Lebih lanjut Maruarar menegaskan, bahwa hak angket soal kasus Bank Century itu merupakan pertaruhan bagi Dewan. Selama ini, tambahnya, sudah ada rasa ketidakpercayaan masyarakat terhadap DPR. Apalagi selama ini hak angket yang dilakukan DPR hasilnya selalu tidak sesuai dengan harapan rakyat. "Politik di Indonesia harus berubah bukan lagi politik seremonial, tetapi jadi politik substansi," kata Maruarar.

Karena itu Maruarar mendesak Presiden Yudhoyono agar bersedia menerbitkan Perpu supaya PPATK bisa memberikan hasilnya kepada KPK maupun DPR.

Maruarar menjelaskan, agar hak angket Century ini jangan sampai seperti hak angket yang pernah terjadi sebelumnya. "Kita mau rapat-rapat terbuka agar rakyat bisa melihat apakah wakil-wakilnya ingin membuka atau menutup-nutupi," kata Maruarar.

Maruarar menegaskan, tujuan hak angket itu bukan untuk menjatuhkan seseorang. "Kalau ada yang salah ya harus bertanggungjawab. Jadi kebenaran tak bisa ditawar-tawar," katanya.

Dia menjelaskan, bahwa dalam kasus Bailout Bank Century ada dugaan pelanggaran UU. "Hasil audit BPK jelas. Kesimpulan BPK mengatakan pengucuran dana setelah 18 Desember 2008 tidak ada dasar hukumnya. Jadi pengucuran dana miliaran rupiah itu illegal," kata Maruarar.

Dalam pertemuan dengan Aburizal tersebut dari tim 9 hadir antara lain Akbar Faisal (Hanura), Kurdi Mukri (PPP), Misbakun (PKS), Syukur Nababan (PDI-P), Bambang Soesatyo (FPG), Andi Rachmad (FPKS), Chandra Tirtawidjaya (FPAN) dan Maruarar Sirait (FPDI-P). (Ant)
 
 
 

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar