Sabtu, 05 Desember 2009

Hadi Utomo Tak Maju Lagi di Bursa Ketum Demokrat

Hadi Utomo Tak Maju Lagi di Bursa Ketum Demokrat


Hadi Utomo Tak Maju Lagi di Bursa Ketum Demokrat

Posted: 05 Dec 2009 08:26 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo 'berikrar' tidak akan maju lagi dalam bursa calon Ketua Umum pada kongres 2010 mendatang. Alasannya, dia menginginkan adanya regenerasi pada kepemimpinan Partai Demokrat berikutnya.

"Saya akan senang hati memberikan kesempatan kepada generasi muda. Jadi, saya tidak akan mencalonkan diri," kata Hadi Utomo kepada wartawan di sela Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat di Gedung JCC, Senayan, Jakarta , Sabtu (5/12).

Selain karena alasan regenerasi, Hadi rupanya memiliki alasan lain karena tak lagi maju sebagai calon Ketua Umum. Alasan lain adalah karena faktor usia. "Usia saya sudah terlalu tua untuk memimpin partai," ujar politisi yang juga adik ipar Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini.

Sehingga, Hadi akan memberikan kesempatan penuh kepada politisi muda Demokrat untuk menggantikan posisinya nanti. "Usia saya tahun depan genap 65 tahun," kata dia.(VIVAnews.com)

This content has passed through fivefilters.org.

Aburizal: Jangan Arahkan Pansus untuk Jatuhkan Presiden

Posted: 05 Dec 2009 05:06 AM PST

Mataram, (tvOne)

Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menegaskan agar anggota Pansus Century tidak ragu membuka kasus Bank Century, sekaligus memanggil orang-orang terkait kasus itu. Menanggapi ada pihak-pihak yang ragu terkait keberadaan pansus, Aburizal menilai itu hal yang biasa.

"Ada yang suka ada yang tidak, tapi kalau banyak yang suka itu bagus. Yang terpenting bagaimana pansus tidak ragu membuka dan memanggil orang-orang yang terkait dengan Century," kata Aburizal kepada wartawan di Mataram usai membuka Musda VIII NTB di Mataram, Sabtu (5/12).

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Partai Golkar menekankan pansus hak angket Century tidak diarahkan untuk memakzulkan (menggulingkan) pemerintah khususnya Presiden RI. Dia berharap agar kasus Bank Century itu bisa terbuka hingga aliran dananya menjadi jelas. Dengan demikian pemerintah bisa berjalan dengan baik tanpa ada kecurigaan.

"Partai Golkar tetap mendukung pemerintah, untuk itu kita berharap Pansus Bank Century ini dapat selesai dengan cepat sehingga pemerintahan bisa berjalan tanpa kecurigaan semua pihak," ujarnya.

Sementara itu terkait dengan desas-desus upaya penurunan Wakil Presiden Boediono, dia menyatakan agar simbol-simbol negara itu dijaga dengan baik. Yang perlu dilakukan adalah membuka seluas-luasnya kasus Century tersebut.(VIVAnews.com)

This content has passed through fivefilters.org.

Hadi Utomo Bantah Anas Dicopot

Posted: 05 Dec 2009 05:04 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Hadi Utomo membantah bahwa kadernya Anas Urbaningrum telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, namun Sekjen DPP Partai Demokrat Marzuki Alie telah diganti. "Mas Anas Urbaningrum tetap pada jabatannya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR," kata Hadi Utomo kepada pers di Jakarta, Sabtu (5/12) ketika menjelaskan pelaksanaan Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Demokrat ketiga di Jakarta tanggal 5-6 Desember.

Hadi mengemukakan hal itu ketika ditanya tentang kebenaran isu pencopotan Anas dari jabatannya itu, karena dianggap gagal mencegah pembentukan Panitia Khusus DPR tentang kasus Bank Century.

Sementara itu, ketika menjelaskan alasan penggantian Sekjen Partai Demokrat dari Marzuki Alie kepada Amir Syamsudin, maka ipar Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ini mengemukakan bahwa partainya telah memiliki aturan bahwa seorang pejabat partai yang telah menjadi pejabat publik harus meninggalkan jabatannya di partai.

"Ini adalah kebijaksanaan yang bersifat nasional," kata Hadi Utomo Ia menyebutkan bahwa keputusan ini tidak hanya berlaku bagi Marzuki tapi juga para tokoh lainnya seperti pimpinan DPD Demokrat di DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan.

"Selain itu, Pak Marzuki tidak mungkin mencampuradukkan jabatan kesekjenannya dengan jabatannya sebagai Ketua DPR yang sudah begitu berat," katanya sambil mengatakan jabatan Marzuki di lembaga perwakilan rakyat itu saja telah mengakibatkan Marzuki harus pulang tiap malam.

Ketika menceritakan penunjukan Amir Syamsuddin, oleh Ketua Umum Demokrat dijelaskan bahwa ahli hukum itu memang lama disiapkan untuk menduduki jabatan sekjen Partai demokrat. Selain itu, Amir bukanlah seorang pejabat publik.

Nama Amir semakin terkenal ketika Presiden Yudhoyono telah menunjuk dirinya sebagai anggota Tim Delapan yang ditugasi untuk melakukan klarifikasi terhadap kasus dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) nonaktif Chandra Hamzah serta Bibit Rianto. Serah terima jabatan dari Marzuki ke Amir akan dilakukan pada hari Minggu, di sela-sela acara Rapim.

Sementara itu, ketika ditanya wartawan apakah Hadi akan mencalonkan diri untuk menjadi ketua umum lagi pada kongres di bulan Mei tahun 2010, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju dalam perebutan jabatan itu.

"Sekarang saja umur saya sudah 64 tahun sehingga pada tahun depan akan menjadi 65 tahun," kata Hadi sambil menjelaskan pula bahwa tugas utamanya selama ini adalah supaya iparnya Yudhoyono terpilih kembali sebagai Kepala Negara pada masa bakti 2009-2014. "Selain itu, saya akan memberikan kesempatan kepada kader-kader yang muda," kata purnawirawan TNI-AD ini.

Ketika menjelaskan tujuan Rapim ketiga ini, ia mengemukakan bahwa sasarannya adalah untuk mengevaluasi kinerja selama ini, terutama setelah meraih suara terbanyak di DPR, yakni 148 kursi dan menempatkan kembali Yudhoyono sebagai presiden masa bakti kedua. Pada acara pembukaan Rapim ini, nampak hadir sejumlah tokoh partai antara lain Freddy Numberi, Anas Urbaningrum, serta Darwin Saleh.

This content has passed through fivefilters.org.

Lily Wahid: Kekecewaan Pada Panitia Angket Wajar

Posted: 05 Dec 2009 01:41 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Seorang penggagas hak angket DPR RI untuk kasus Bank Century, Lily Chadijah Wahid dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan, wajar jika banyak pihak kecewa dengan terpilihnya Idrus Marham sebagai ketua panitia angket. "Idrus memang banyak yang menolak. Itu pertimbangan teman-teman," kata Lily di sela-sela Rapat Konsultasi Nasional Dewan Syuro PKB di Jakarta, Sabtu (5/12).

Anggota Fraksi Partai Golkar DPR, Idrus Marham yang juga Sekjen DPP Partai Golkar terpilih menjadi Ketua Panitia Angket kasus Bank Century DPR RI, dalam pemilihan melalui pemungutan suara (voting) pada Jumat (4/12) malam.

Menurut Lily, memang banyak pihak yang berharap pimpinan panitia angket dijabat Gayus Lumbuun dari Fraksi PDIP, mengingat partai itu dari awal mendorong DPR menggunakan hak angket untuk mengusut kasus bank Century. "Tapi, ya, sudahlah. Namanya politik, ya seperti ini, tak bisa dihindari," kata Lily, yang bersama sejumlah penggagas hak angket justru tidak masuk dalam panitia angket.

Meski gagal masuk panitia angket, para penggagas hak angket berkomitmen untuk terus mengawal proses pengusutan kasus Century. Pada bagian lain, Wakil Ketua Umum Dewan Syuro PKB ini berharap, kasus Century tidak hanya dibawa ke ranah politik, namun juga ke ranah hukum. "Ingat, Badan Pemeriksa Keuangan BPK, lembaga audit negara, bilang ada pelanggaran hukum. Itu harus ditelusuri," kata adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). (Ant)

This content has passed through fivefilters.org.

Idrus Marham Terpilih Sebagai Ketua Pansus Century

Posted: 04 Dec 2009 07:58 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Panitia Khusus Hak Angket PT Bank Century Tbk (BCIC) memutuskan Idrus Marham sebagai Ketua. Keputusan itu diambil melalui voting dalam rapat di gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (4/12).

Idrus yang dicalonkan Partai Golkar meraih 19 suara dari 30 anggota Pansus. Sementara calon PDIP, Gayus Lumbuun, meraup 7 suara diikuti Mahfif Shiddiq dengan 3 suara. Yahya Secawiria dari Partai Demokrat berada di posisi buncit dengan satu suara.

Pemilihan ketua pansus dilakukan dengan cara voting setelah lobi tertutup gagal menemui kesepakatan. "Setelah diputar-putar, akhirnya disetujui voting," ujar pimpinan rapat Priyo Budi Santoso.

This content has passed through fivefilters.org.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar