Sabtu, 02 Januari 2010

Ayu Azhari Tak Penuhi Panggilan PDIP karena Gus Dur

Ayu Azhari Tak Penuhi Panggilan PDIP karena Gus Dur


Ayu Azhari Tak Penuhi Panggilan PDIP karena Gus Dur

Posted: 02 Jan 2010 01:08 AM PST

Sukabumi, (tvOne)

Bakal calon Wakil Bupati Sukabumi, Ayu Azhari tidak memenuhi panggilan PDIP Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun ketidakhadirannya, karena Ayu berlatar belakang artis ini sedang berkabung atas wafatnya KH. Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

Juru bicara Ayu Azhari, Secarpiyandy menjelaskan, saat ini Ayu tidak bisa kemana-mana dan hanya berdiam diri saja di rumah. Kendati demikian, bukan berarti Ayu tidak memperhatikan pencalonan dirinya sebagai bakal calon Wakil Bupati Sukabumi. "Saya ditunjuk untuk mewakilinya, karena Ayu tidak bisa hadir. Namun Ayu tetap serius dalam pencalonan wakil kepala daerah dan akan terus maju," katanya kepada wartawan, Sabtu (2/1).

Menurutnya Ayu Azhari melalui dirinya meminta maaf kepada warga Sukabumi dan PDIP karena tidak bisa hadir ke Sukabumi. Namun rencananya dalam waktu dekat ini atau pada saat konferensi cabang (Konvercab) PDIP DPC Kabupaten Sukabumi, Ayu akan menyempatkan diri datang ke Sukabumi. "Kami sudah merencanakan untuk datang ke Sukabumi untuk silaturahim dan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Sukabumi," katanya.

Secarpiyandy mengatakan, sampai saat ini Ayu tetap yakin bahwa dirinya bisa sukses, karena sampai saat ini ribuan dukungan baik dari dalam dan Sukabumi bahkan dari luar negeri pun terus mengalir. "Ini yang menjadi bekal kami untuk terus maju dalam Pilkada Kabupaten Sukabumi 2010," tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi, Asep Wahyu NB menuturkan, pemanggilan para bakal calon ini adalah agenda pihaknya untuk melakukan verifikasi para bakal calon tentang keseriusannya maju dalam Pilkada. Namun, pihaknya memahami ketidakhadiran Ayu dalam pemanggilan ini dan diwakilkan oleh juru bicaranya karena sedang dalam masa berkabung. "Pertemuan ini adalah untuk melakukan penjaringan dan terus menjalin komunikasi antar para balon dengan kami," ujarnya.

Ia menambahkan, pemanggilan ini akan terus dilakukan kepada seluruh bakal calon dan hingga kini sudah delapan balon yang datang. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Panitia Angket Akan Panggil Tujuh Pejabat BI

Posted: 02 Jan 2010 12:54 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Panitia Angket Kasus Bank Century DPR masih akan memfokuskan pemeriksaan terhadap pejabat dan mantan pejabat Bank Indonesia (BI), untuk memperoleh keterangan seputar merger Bank Century dan pencairan Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).

Anggota Panitia Angket Kasus Bank Century DPR Maruarar Sirait mengatakan, Panitia Angket akan meminta keterangan dari tujuh orang pejabat dan mantan pejabat BI pada rapat Panitia Angket, Selasa (5/1) hingga Kamis (7/1). "Panitia Angket Kasus Bank Century perlu melakukan pendalaman kepada pejabat dan mantan pejabat BI untuk mengklarifikasi keterangan yang telah diberikan oleh mantan pejabat BI yang telah diperiksa sebelumnya," kata Maruarar Sirait seperti dilansir Antara, Sabtu (2/1).

Dikatakannya, ketujuh pejabat dan mantan pejabat BI yang akan dimintai keterangan adalah, pada Selasa (7/1): mantan Gubernur BI, Aulia Pohan dan mantan Direktur Pengawasan BI, Sabar Anton Tarihoran. Kemudian pada Rabu (8/1): adalah mantan Deputi Gubernur BI, Maman H Soemantri dan Maulana Ibrahim, serta mantan Kepala Biro Gubernur BI, Rusli Simanjuntak. Sedangkan pada Kamis (9/1): Panitia Angket akan meminta keterangan Deputi Gubernur BI Budi Mulya dan mantan Direktur Pengawasan, BI Zainal Abidin.

Menurut Maruarar, keterangan dari pejabat dan mantan pejabat BI ini diperlukan untuk mendalami persoalan sekaligus mengklarifikasi keterangan yang telah diberikan pejabat dan mantan pejabat BI sebelumnya. Sebelumnya, pada Senin (21/12), Panitia Angket telah meminta keterangan mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, serta mantan Deputi Gubernur BI Anwar Nasution dan Miranda Goeltom.

Kemudian pada Selasa (22/12), Panitia Angket juga telah meminta keterangan pada mantan Gubernur BI Boediono, mantan Deputi Gubernur BI Miranda S Goetom, serta Deputi Gubernur BI S Budi Rochadi. Ketika dimintai keterangan, Burhanuddin Abdullah beberapa kali menyebut-nyebut nama Direktur Pengawasan Sabar Anton Tarihoran.

Demikian juga Boediono ketika dimintai keterangan beberapa kali menyebut-nyebut nama Direktur Pengawasan Siti CH Fajriyah. Namun Siti CH Fajriyah belum bisa dihadirkan, karena masih kondisi sakit.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar