Senin, 04 Januari 2010

PDIP Minta DPR dan SBY Rapat Bahas Gelar Pahlawan Gus Dur

PDIP Minta DPR dan SBY Rapat Bahas Gelar Pahlawan Gus Dur


PDIP Minta DPR dan SBY Rapat Bahas Gelar Pahlawan Gus Dur

Posted: 03 Jan 2010 10:46 PM PST

Jakarta, (tvOne)

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI Tjahjo Kumolo, meminta pimpinan Dewan segera menggelar rapat konsultasi tertutup dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Permintaan itu dinyatakan dalam Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (4/1), yang dipimpin Ketua DPR RI Marzuki Alie.  Marzuki Alie memimpin rapat paripurna pembukaan masa sidang kedua tahun 2009-2010, yang berlangsung secara terbuka.

Dalam rapat paripurna ini, Tjahjo Kumolo mendesak Marzuki Alie segera mengadakan konsolidasi serta rapat konsultasi tertutup dengan Presiden Yudhoyono. "Menurut kami, selain masalah tersebut, perlu adanya rapat konsultasi pimpinan yang jelas sesuai jadwal guna membahas masalah aktual yang ada," katanya.

Namun, jurubicara dari Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR, Nurdiman Munir, ketika mendapat kesempatan berbicara, dengan lantang meminta segera dilakukan rapat pimpinan untuk mengagendakan usul pemberian gelar pahlawan nasional kepada almarhum mantan Presiden Soeharto. Sementara itu, anggota FPG DPR Nurul Arifin mengakui, Gus Dur merupakan tokoh bangsa yang menjunjung tinggi pluralisme. "Dan karenanya perlu ada ketegasan dari Ketua DPR RI Marzuki Alie untuk mengusulkan (kepada pemerintah) menetapkan Gus Dur sebagai tokoh pluralisme bangsa," ujarnya. (Ant)

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Gus Ipul Yakin Yenny-Muhaimin Islah

Posted: 03 Jan 2010 07:49 AM PST

Surabaya, (tvOne)

Keponakan mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) H. Saifullah Yusuf (Gus Ipul) merasa yakin Zannubah Arifah Chafsoh atau Yenny dan Muhaimin Iskandar akan secepatnya islah (rujuk) untuk menyelesaikan konflik internal PKB. "Saya melihat benih-benih islah itu ada, tinggal menunggu waktu saja," kata Wakil Gubernur Jatim itu di Surabaya, Minggu.

Ia melihat keduanya sadar akan kebesaran partai politik yang didirikan Gus Dur pada 1999 itu. Muhaimin sebagai keponakan Gus Dur dan Yenny sebagai anak kandung Gus Dur, lanjut Gus Ipul, sama-sama memiliki semangat ingin membesarkan partai politik itu. "Makanya, saya optimistis islah antara dua kubu berbeda di PKB itu akan terjadi," kata mantan Sekretaris Jenderal DPP PKB di era kepemimpinan Gus Dur-Alwi Shihab itu.

Saat diminta tanggapan, bagaimana jika dirinya diminta turut membantu proses islah, Gus Ipul menyatakan kesiapannya, kendati tak ingin terlibat secara langsung. "Sebenarnya tidak perlu ada mediasi atau fasilitator, keduanya sudah berpikiran menuju ke sana (islah)," kata Ketua Umum GP Ansor yang sejak 1985 diasuh Gus Dur itu. Oleh sebab itu, dia menginginkan rekonsiliasi itu atas inisiatif kedua kubu tanpa harus melibatkan orang lain.

Selama ini, Yenny bersikap berseberangan dengan Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, bahkan Yenny dan Ali Masykur Moesa berencana mendirikan PKB dengan embel-embel nama "Gus Dur" di belakang nama partai itu. Hal itu mencuat setelah Gus Dur meninggal dunia di Jakarta pada 30 Desember 2009 dan jenazahnya dimakamkan di Jombang, Jawa Timur pada keesokan harinya.

Muhaimin menyatakan, sebelum meninggal dunia, Gus Dur telah memberikan wasiat kepadanya untuk membesarkan PKB. Namun, hal itu dibantah oleh Yenny karena menjelang akhir hayat, Gus Dur tidak pernah membicarakan masalah PKB.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Wakil Ketua DPR Marwoto Meninggal

Posted: 03 Jan 2010 02:28 AM PST

Jakarta, (tvOne)

Wakil Ketua DPR Marwoto Mitrohardjono meninggal. Politisi dari Partai Amanat Nasional ini wafat sekitar pukul 15.45 WIB, Minggu (3/1), di RS MMC, Kuningan, Jakarta Selatan.

Belum diketahui lebih jelas, penyakit apa yang diderita Marwoto. Salah seorang pengurus DPP PAN Tjatur Sapto Edy mengatakan almarhum sakit dalam beberapa hari terakhir ini. Hingga saat ini, jenazah Marwoto masih berada di RS MMC.

Almarhum lahir di Klaten pada 23 Juni 1944. Sebelum menjadi Wakil Ketua DPR, Marwoto duduk di Komisi Keuangan dan Perbankan DPR periode 2004-2009. Untuk 2009-2014, Marwoto yang dikenal dekat dengan Amien Rais terpilih kembali dari daerah pemilihan "neraka" Jawa Tengah V. Di daerah pemilihan itu terdapat sejumlah nama besar, seperti Hidayat Nur Wahid dan Puan Maharani.

Marwoto mengenyam pendidikan strata satu (S1) di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Untuk pendidikan S2 diselesaikan di Universitas Indonesia (UI), dan gelar doktor sukses lulus dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Marwoto pernah menjadi Dosen Program Doktor UNJ (1999-2000) dan Dosen Paska Sarjana STIE Ganesha (1995-sekarang).

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar