Baru 19 Program SBY yang Selesai |
| Baru 19 Program SBY yang Selesai Posted: 22 Jan 2010 02:38 PM PST Bogor, (tvOne) Kepala Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, baru 19 dari 129 program rencana aksi yang sudah rampung menjelang 100 hari Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono - Boediono. Sedangkan 110 program rencana aksi masih ditargetkan selesai di hari ke 100. Hal ini dikatakan Kuntoro usai sidang kabinet paripurna di Istana Wakil Presiden, Jakarta, 22 Januari 2009. "Pada (evaluasi) hari ke 75, sudah 19 yang sudah selesai, tidak perlu menunggu hari ke-100," kata dia. Saat ini 110 program lain, menurut Kuntoro, masih berproses. Namun prosesnya sesuai dengan jadwal menuju ke hari 100. "Nanti di hari ke 100 kita lihat. Mudah-mudahan 100 persen selesai," katanya. Dari 19 program yang dinyatakan rampung, 8 program di bidang Politik, Hukum dan Keamanan. 5 program bidang Perekonomian. Sisanya, 6 program di bidang Kesejahteraan Rakyat. Adapun dalam program 100 hari, Pemerintah melalui UKP4 telah membuat tiga kategori, yaitu Quick Wins, Debottlenecking, dan Pondasi Strategis. Quick Wins adalah program yang baru dirancang dengan matang untuk diselesaikan dalam waktu 100 hari. Pondasi strategis adalah program atau kebijakan yang landasan strategisnya dapat dicanangkan di hari ke-100. Adapun Debottlenecking (menghilangkan sumbatan) merupakan program yang direncanakan pada kabinet 2004 - 2009, namun masih terhambat. Rencananya program ini akan diselesaikan dengan kebijakan dan pengawasan khusus. Saat memimpin rapat, Wapres Boediono meminta tiap kementerian membuat sosialisasi dari tiap program prioritas yang telah dibuat. "Kalau itu hanya menjadi konsumsi kementerian dan tidak disosialisasikan kepada masyarakat, tidak ada gunanya," kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto dalam kesempatan yang sama.(VIVAnews.com) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Anas Urbaningrum: Tak Ada Alasan Memakzulkan Presiden Posted: 22 Jan 2010 03:59 AM PST Jakarta (tvOne) Ketua Bidang Politik DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum menegaskan bahwa dinamika politik sekarang ini belum bisa menjadi alasan untuk memakzulkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Anas juga menjelaskan, pertemuan Presiden dengan sejumah pemimpin lembaga negara di Bogor Kamis kemarin (21/1), bukan karena Yudhoyono takut atau khawatir akan adanya pemakzulan. "Sama sekali tidak, karena memang tidak ada alasan apa pun untuk pemakzulan. Bagi yang ingin memakzulkan, itu ibarat mimpi di siang bolong," kata Anas di Jakarta, Jumat. Anas meminta pertemuan itu jangan dilihat dari sudut negatif karena pertemuan konsultasi antarpemimpin lembaga negara adalah hal yang lazim dan baik. "Bukan untuk mengkooptasi dan dikooptasi. Bukan untuk memandulkan fungsi kontrol dan tradisi check and balance dalam demokrasi kita. Pertemuan itu justru untuk mempertegas tradisi konstitusionalisme di Indonesia," kata Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR itu. Menurut Anas , Presiden Yudhoyono ingin semua pihak menjadi konstitusionalis dan taat asas. "Jadi pertemuan itu, bukan karena khawatir dan takut. Tidak ada alasan apa pun untuk khawatir," katanya. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar