Taufik Kurniawan Terpilih sebagai Sekjen PAN |
- Taufik Kurniawan Terpilih sebagai Sekjen PAN
- Drajad Wibowo, Wakil Ketua Umum PAN
- Drajad Mundur, Hatta Rajasa Ketua Umum PAN Secara Aklamasi
- Konfercab PDIP Tetapkan Edi Suripno Sebagai Ketua
- Gayus Anggap Persoalan Dengan Ruhut Sudah Selesai
| Taufik Kurniawan Terpilih sebagai Sekjen PAN Posted: 09 Jan 2010 06:34 AM PST Batam, (tvOne) Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) III secara resmi ditutup Ketua Umum PAN Hatta Rajasa yang baru terpilih siang tadi. Dalam pidatonya, Hatta meminta semua kader kembali bersatu membesarkan partai pasca pemilihan malam ini. "Teruslah menatap masa depan partai kita. Jangan mengok ke belakang," kata Hatta di hadapan peserta Kongres PAN di Harbour Bay, Batam, Sabtu (9/1). Dalam acara itu, Hatta mengumumkan kepengurusan inti PAN. Duduk sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP) PAN adalah Amien Rais dan Wakil Ketua Umum PAN Drajad Wibowo. "Sekretaris Jenderal Taufik Kurniawan," kata Hatta. Taufik adalah Ketua Panitia Kongres III PAN. Hatta berjanji keempat pengurus inti akan mengumumkan kepengurusan PAN yang lebih lengkap dalam dua pekan mendatang. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Drajad Wibowo, Wakil Ketua Umum PAN Posted: 09 Jan 2010 02:45 AM PST Batam, (tvOne) Dradjad Wibowo akhirnya menjadi wakil ketua umum PAN. Keputusan ini diambil dalam kesepakatan antara Amien Rais, Hatta Rajasa, dan Dradjad. "Ini akan diumumkan nanti malam sekalian penutupan," kata Drajad dalam jumpa pers di Hotel Novotel, Batam, Sabtu (9/1). Nantinya, menurut Dradjad, dirinya akan memiliki wewenang mengurus internal PAN. Hatta yang mengurus hubungan PAN dengan dunia luar. "Wakil ketua umum internal, ketua umum eksternal," jelas Dradjad. Pada kesempatan itu, Drajad membesarkan hati para pendukungnya. "Kita boleh menangis sekarang, tapi perjuangan belum selesai," kata Drajad kepada pendukungnya yang hadir dalam jumpa pers di sebuah hotel di Batam itu. Hatta Rajasa terpilih menjadi Ketua Umum PAN periode 2010-2015 secara aklamasi dalam Kongres III PAN di Hotel Planet Holiday, Batam. Kemenangan ini diwarnai isu bahwa Drajad mundur dari pemilihan itu di menit-menit terakhir. Terkait hal itu, Dradjad juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mundur sebagai calon ketum PAN. Dradjad hanya memberi kesempatan kepada Hatta untuk memimpin PAN. "Saya tidak pernah mengatakan mundur, yang saya katakan ketua umum PAN ke depan adalah Hatta Rajasa," papar Dradjad. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Drajad Mundur, Hatta Rajasa Ketua Umum PAN Secara Aklamasi Posted: 08 Jan 2010 10:53 PM PST Batam, (tvOne) Kongres III Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Planet Holiday, Batam hari ini, Sabtu (9/1) langsung ditutup. Karena Drajad Wibowo memilih mengundurkan diri dari bursa pencalonan ketua umum PAN. Hatta Rajasa pun otomatis terpilih secara aklamasi, sebagai Ketua Umum PAN menggantikan Soetrisno Bachir untuk periode 2010-2015. Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amien Rais mengatakan, bahwa tadi malam sudah ada pertemuan antara dia dengan dua kandidat. "Saya mau mengatakan, bahwa tadi malam saya sudah melakukan gentleman agreement. Tadi malam jam 01.00, Mas Hatta dan Mas Drajad melakukan, katakanlah KTT. Kemudian saya minta keduanya datang ke ruangan ini jam 1.10 WIB," kata Amien di depan peserta kongres seperti dilansir VIVAnews. "Tadi malam Mas Hatta saya minta duduk di sebelah kanan saya, Mas Drajad di sebelah kiri. Dengarkan saya mau melagukan lagu Bimbo. Saya bilang matahari di sebelah kanan, rembulan disebelah kiri, Partai Amanat Nasional, partai tangguh, Partai Amanat Nasional partai gagah," cerita Amien. Amien lalu mengatakan tak akan ada pemilihan. "Saudaraku, kalau ada pemilihan tentu akan ada kotak-kotak suara disini. Tapi tidak ada. Tidak ada voting-votingan. Saya minta Mas Drajad berikan statementnya," kata Amien, mengagetkan peserta kongres. Perkataan Amien ini lantas membuat bingung pada peserta. Mereka berteriak teriak minta demokratisasi dilakukan dengan pemungutan suara. Lantas, Drajad Wibowo pun langsung segera naik panggung. "Saya mengerti ini agak membingungkan. Tapi saudara-saudaraku, demi ukhuwah kita saya katakan insya Allah, Pak Hatta Rajasa menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional," kata Drajad. Selanjutnya panitia mengumumkanm, bahwa Hatta Rajasa adalah Ketua Umum PAN. "Dengan ini, pukul 13.57 Hatta Rajasa terpilih aklamasi," kata panitia, diikuti sorakan peserta. Adegan itu, lalu langsung ditutup dengan perkataan Amien. "Dengan ini saya nyatakan Saudara Hatta Rajasa terpilih secara aklamasi karena kebesaran tokoh lainnya, Drajad Wibowo," katanya. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Konfercab PDIP Tetapkan Edi Suripno Sebagai Ketua Posted: 08 Jan 2010 11:43 AM PST Cirebon, (tvOne) Konferensi Cabang (Konfercab) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kota Cirebon, Jumat menetapkan Edi Suripno sebagai ketua DPC. Berdasarkan informasi yang diperoleh, konferensi yang digelar di Hotel Tryas tersebut hanya dihadiri 15 orang peserta dari 25 orang peserta yang mempunyai hak suara. Sepuluh orang peserta yang tidak hadir adalah diduga para pendukung Subardi, Wali kota Cirebon yang mencalonkan diri menjadi Ketua DPC PDIP. Berdasarkan pantauan, pembukaan Konfercab dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua kandidat yakni, Edi Suripno dan Subardi, tampak hadir saat pembukaan. Namun setelah Konfercab resmi dibuka oleh Pengurus DPD PDIP Jabar, Gatot Cahyono, saat sesi selanjutnya, Subardi tampak meninggalkan konfercab. Jarot Adi Sutarto, sesepuh partai berlambang moncong putih saat dimintai pendapatnya tentang pemboikotan tersebut mengatakan konfercab tidak hanya ajang menetapkan calon ketua yang mendapat suara terbanyak dalam rapat pleno. Karena menurutnya sesuai dengan AD ART partai, menyatakan proses pemilihan ketua adalah dalam Konfercab tersebut. "AD ART partai menyatakan pemilihan ketua DPC dilakukan dalam konferensi tingkat cabang bukan dalam rapat pleno. Jadi buat apa kami datang jika mekanismenya seperti ini," kata Jarot. Sementara Ketua DPC PDIP demisioner Edi Suripno menyatakan sesuai dengan SK 435 tahun 2009 menyatakan bahwa konfercab hanya menetapkan calon ketua yang mendapat perolehan suara terbanyak dalam rapat pleno yang digelar tanggal 13 Desember 2009 di Bandung. "Konfercab selain menetapkan calon ketua sekaligus menyusun kabinet dan program-program partai ke depan juga mengusulkan satu nama calon ketua DPD Jabar dan DPP," kata Edi. Mengenai jumlah peserta Konfercab yang tidak memenuhi kuorum, Edi menegaskan bahwa ada kebijakan konferensi harus diskorsing selama 2x1 jam untuk menunggu kehadiran peserta yang tidak hadir. "Jika hingga batas waktu yang ditetapkan tersebut masih belum memenuhi kuorum, maka konferensi boleh digelar. Jika seluruh peserta konferensi menyatakan keputusan tersebut sah, maka itu sah," kata Edi. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Gayus Anggap Persoalan Dengan Ruhut Sudah Selesai Posted: 08 Jan 2010 07:30 AM PST Jakarta, (tvOne) Wakil Ketua Panita Angket Kasus Bank Century DPR Gayus Lubuun menganggap persoalan dengan anggota panitia angket dari Fraksi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sudah selesai karena Ruhut sudah meminta maaf dan mencabut kata-kata kasar yang disampaikan dalam rapat panitia angket. "Saya sudah sampaikan usul kepada pimpinan Fraksi PDIP, kalau bisa tidak usah sampai ke Badan Kehormatan (BK) karena Ruhut sudah meminta maaf dan mencabut kata-kata yang dianggap kasar. Apa jadinya juga kalau sampai ke BK, sementara saya adalah Ketua BK DPR," kata Gayus dalam dialektika demokrasi di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (8/1). Gayus menyatakan, dirinya tidak terpancing dengan provokasi atau kata-kata kasar yang disampaikan Ruhut. Gayus membantah ikut terprovokasi sehingga ada kata kasar yang disampaikan kepada Ruhut. "Rapat itu ada rekamannya. Sama sekali saya tidak terpancing untuk menyampaikan kata-kata kasar. Saya bisa menahan diri, setiap kali saya akan terpancing, saya teringat ketua umum partai saya yang memberi amanat agar saya menjalan tugas secara baik di panitia angket," katanya. Gayus mengemukakan, pada Kamis (7/1) malam, panitia angket melakukan rapat pleno. Pada saat itu, Ruhut menyatakan mencabut kata-kata kasar yang disampaikan dalam rapat sebelumnya. Ruhut juga meminta maaf. Menurut Gayus, bukan hanya Ruhut yang meminta maaf, tetapi juga dirinya. "Sama-sama memaafkan. Kalau orang sudah meminta maaf, berarti sudah menyadari kesalahan," katanya. Menurut Gayus, masalah akan berkepanjangan jika harus diselesaikan di BK DPR. Gayus juga merasa tidak nyaman harus memimpin sebuah pemeriksaan pada kasus yang terkait dirinya. Karena itu, masalah dianggap selesai. Fraksi Partai Demokrat (FPD) pada Jumat menjawab permintaan klarifikasi yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan DPR RI terkait pertikaian antara Gayus Lumbuun dan Ruhut Sutompul. Klarifikasi FPD disampaikan surat yang ditandatangani Ketua FPD DPR Anas Urbaningrum dan Sekretaris FPD Agung Budi Santoso di Gedung DPR/MPR Jakarta. Anas mengemukakan, insiden adu mulut di rapat Panitia Angket Kasus Bank Century DPR RI yang melibatkan Ruhut Sitompul (PD) dan Gayus Lumbuun (PDIP) merupakan bagian dari dinamika pembicaraan di dalam rapat panitia angket. "Kejadian tersebut juga harus dilihat dari konteks yang utuh, yaitu `aksi dan reaksi` dan `reaksi dan reaksi lanjutan`," katanya. Terkait kata-kata kasar yang dilontarkan Ruhut (dimana Ruhut sempat melontarkan kata `bangsat`), Anas mengemukakan, Gayus juga secara terbuka menyampaikan kata "kurang ajar" dan "suara setan". Namun sejauh ini, FPD belum menyimpulkan bahwa kata "kurang ajar" dan "suara setan" yang ditujukan kepada Ruhut sebagai penghinaan kepada FPD. "Meskipun kami tidak menutup kemungkinan untuk membuat kesimpulan ke arah sana (penghinaan)," kata Anas. Atas hal tersebut, FPD berpendapat bahwa kejadian itu tidak ada urgensinya untuk diperpanjang dan dibesar-besarkan. "Kami setuju dengan pendapat Fraksi PDI Perjuangan bahwa kita perlu saling menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan pendapat dalam membangun demokrasi di Indonesia," katanya. FPD juga berpendapat bahwa kejadian tersebut tidak perlu dijadikan alasan untuk terganggunya silaturahmi dan kerja sama kedua fraksi dalam menjalankan tugas dan fungsi di DPR RI. Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan DPR RI meminta klarifikasi kepada Fraksi Partai Demokrat terkait pernyataan anggota Fraksi Demokrat Ruhut Sitompul pada rapat Panitia Angket Kasus Bank Century DPR RI pada Rabu (6/1). Permintaan klarifikasi disampaikan Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR Tjahjo Kumolo kepada pimpinan Fraksi Partai Demokrat DPR RI pada Kamis (7/1). Ruhut Sitompul dalam rapat tersebut secara terbuka menyampaikan kata-kata kasar kepada Wakil Ketua Panitia Angket Gayus Lumbuun. Tjahjo mengemukakan, penyampaian kata yang tidak terhormat telah mencederai kehormatan DPR RI, khususnya pimpinan Panitia Angket kasus Bank Century. "Perlu diingat bahwa pimpinan merupakan pengejawantahan dari lembaga DPR, bukan lagi atas nama fraksi-fraksi," katanya. Tjahjo mengemukakan, mengingat Gayus adalah anggota Fraksi PDIP, maka kata-kata kasar merupakan penghinaan kepada Fraksi PDIP dan PDI Perjuangan sebagai partai politik. PDI Perjuangan menyatakan keberatan atas pernyataan Ruhut dan meminta klarifikasi kepada Fraksi Partai Demokrat. "Fraksi PDI Perjuangan sangat menghargai dan menjunjung tinggi perbedaan pendapat dalam membangun demokrasi demi kemajuan dan kemakmuran bangsa dan negara, tetapi dengan tetap memperhatikan etika dan kesantunan," kata Tjahjo. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - POLITIK To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar