Nurdin Halid: Pergantian Pengurus PSSI Ada Mekanismenya |
- Nurdin Halid: Pergantian Pengurus PSSI Ada Mekanismenya
- KPK: Pengembalian Uang Korupsi Tak Hapus Pidana
- Kasus Gayus Tambunan, 4 Jaksa Telah Dieksaminasi
- Polres Jakarta Barat Berhasil Sita Narkoba Senilai Rp 20 Miliar
| Nurdin Halid: Pergantian Pengurus PSSI Ada Mekanismenya Posted: 24 Mar 2010 10:18 AM PDT Jakarta, (tvOne) Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid menyatakan, PSSI mempunyai mekanisme, termasuk dalam pergantian ketua umum yang harus lebih dulu diusulkan oleh anggotanya. "Saya itu bukannya ingin mempertahankan kedudukan. Apalagi, tidak ingin diganti sebagai ketua umum PSSI. Semua kan ada mekanismenya," kata Nurdin yang dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (24/3) soal berkembangnya wacana pergantian pimpinan PSSI jelang Kongres Sepak Bola Nasional (KSN) di Malang pada 30-31 Maret 2010. Menurutnya jika ada permintaan pergantian itu datang dari dua pertiga anggota PSSI, ia rela melepaskan jabatan mlalui peraturan yang ada. "Saya pasti dengan rela, melepaskan jabatan ketua umum melalui Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI. Tetapi kalau permintaan itu datang bukan dari anggota PSSI, bagaimana saya bisa menaatinya. Ini kan organisasi yang punya aturan. Perlu diketahui, statutsnya PSSI itu, telah disempurnakan sesuai statuta Federasi Sepak bola Internasional (FIFA)," kata pria kelahiran Watampone, Sulsel, 17 November 1958 ini. Nurdin juga menegaskan, dirinya telah diberi amanat oleh seluruh anggota dalam Kongres PSSI yang digelar di Makassar pada April 2007. Soal KSN, Nurdin menyambut baik pelaksanaan KSN yang mencari solusi bagi peningkatan prestasi sepak bola Indonesia. Ia menegaskan jika ingin mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI silahkan bertarung di Kongres PSSI 2011. Sementara itu, sejumlah mantan pemain nasional yang bergabung dalam PPSN (Persatuan Pemain Sepak Bola Nasiona) seperti Anjas Asmara, Sarman Panggabean, Oyong Liza, dan Sinyo Aliandoe menilai perlu ada perombakan dalam tubuh PSSI saat ini. "Perlu ada revolusi dalam tubuh PSSI," kata Sarman usai bertemu Ketua Umum KONI-KOI Rita Subowo. Sarman juga menegaskan, PSSI juga selama ini tertutup pada para mantan pemain timnas. Dalam ajang KSN mendatang akan hadir sekitar 30 mantan pemain timnas dari era Oyong Liza hingga Ricky Yacob. (Ant) Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| KPK: Pengembalian Uang Korupsi Tak Hapus Pidana Posted: 24 Mar 2010 10:06 AM PDT Jakarta, (tvOne) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertegas, pengembalian uang hasil tindak pidana korupsi tidak menghapus perbuatannya. Ini terkait pengembalian uang cek perjalanan oleh Teuku Mohammad Nurlif, usai pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Swaray Goeltom. "Namun harus dilihat juga, apakah benar ada tipikornya. Baru kemudian dimintai keterangan," kata juru bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (24/3) seperti dilansir VIVanews. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Teungku Mohammad Nurlif, sudah mengembalikan uang hasil cek perjalanan senilai Rp 550 juta ke KPK. Mantan anggota DPR dari Fraksi Golkar itu mengembalikan cek perjalanan, yang diduga suap. "Yang bersangkutan belum pernah dimintai keterangan," kata Johan. Sebelumnya pada tahun 2004, Nurlif menjabat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar dan duduk di Komisi IX yang membidangi keuangan dan perbankan. Pada dakwaan yang dibacakan dalam persidangan Hamka Yandhu di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor), Nurlif disebut oleh Jaksa Penuntut Umum menerima travel cek senilai Rp 550 juta. "Ada kemungkinan tersangka baru," pungkas Johan menjawab pertanyaan para wartawan mengenai kemungkinan ditetapkannya tersangka baru dalam kasus dugaan suap itu. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Kasus Gayus Tambunan, 4 Jaksa Telah Dieksaminasi Posted: 24 Mar 2010 09:49 AM PDT Jakarta, (tvOne) Proses eksaminasi terhadap jaksa atas kasus pegawai pajak Gayus Tambunan masih terus berlangsung. Satu jaksa belum bisa diperiksa, karena masih bertugas di luar kota. Hal itu disampaikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Kamal Sofyan Nasution di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (24/3) seperti dilansir VIVAnews. Menurutnya, tim eksaminasi telah memeriksa empat jaksa peneliti berkas itu. Keempat orang tersebut yakni, Cyrus Sinaga, Fadil Regan, Ika Safitri, dan Eka. "Termasuk Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) Tangerang Suyono dan Kasi Pidum (Kepala Seksi Pidana Umum) Irfan Jaya Azis," kata Kemal. Seperti yang diketahui, mulai Senin kemarin Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum telah membentuk tim eksaminasi. Tim ini bertugas memeriksa jaksa, yang menangani kasus dugaan penggelapan uang oleh pegawai Direktorat Jenderal pajak Gayus Tambunan. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Polres Jakarta Barat Berhasil Sita Narkoba Senilai Rp 20 Miliar Posted: 24 Mar 2010 09:41 AM PDT Jakarta, (tvOne) Selama dua bulan, Polres Metro Jakarta Barat berhasil menyita barang bukti narkoba senilai Rp 20 Miliar dan mengamankan 107 tersangka. "Penyitaan ini adalah hasil dari pengungkapan kasus narkoba, yang dilakuan oleh Polres selama dua bulan terakhir," kata Kapolres Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi A Kamil Razak kepada wartawan, Rabu (24/3) seperti dilansir VIVanews. Selama dua bulan terakhir, ada 88 kasus narkoba yang berhasil diungkap Polres Metro Jakarta Barat di sejumlah wilayah di Jakarta Barat. Sementara tersangka yang berhasil diamankan, berjumlah 107 tersangka. Dalam pengungkapan ini, Polres Jakarta Barat juga mendapati modus baru yang dilakukan tersangka saat mengirim narkoba. "Modusnya dengan cara mencairkan shabu yang diendapkan dalam handuk. Selain itu, ada pula modus dengan menyimpan narkoba di tabung pompa air," ujar Kepala Satuan Narkoba Jakarta Barat, Komisaris Polisi Kristian Siagian. Sementara itu, Kamil Razak mengakui bahwa peredaraan narkoba di Jakarta Barat cukup tinggi dan merata. "Hampir setiap hari, kami mengungkap kasus narkoba. Satu hingga dua kasus perharinya. Dan kasus narkoba tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah saja, tapi merata," ujar Kamil Razak. Mengenai banyaknya penggerebekan pabrik narkoba di wilayah Kalideres dan Cengkareng, Kamil Razak mengaku akan melakukan kegiatan preventif berupa imbauan dan bekerjasama dengan masyarakat sekitar. Karena ini merupakan langkah efektif untuk menghambat peredaran narkoba. "Penggerebekan terakhir kemarin, berkat informasi dari masyarakat karena ada kegiatan mencurigakan di lokasi itu," ujar Kamil lagi. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar