PDIP: Aceh Bukan Sarang Teroris |
- PDIP: Aceh Bukan Sarang Teroris
- Kepala Biro Antara Sumut Meninggal Dunia
- KPK Periksa Mantan Dirut Century
- Keluarga Dulmatin Tunggu Surat Pemberitahuan Resmi Polri
| PDIP: Aceh Bukan Sarang Teroris Posted: 10 Mar 2010 06:42 AM PST Banda Aceh, tvOne Sekjen DPP PDI-P, Pramono Anung Wibowo, menyatakan PDI-P tidak percaya dengan tudingan Aceh sebagai sarang teroris di Indonesia, karena rakyat di "Serambi Mekkah" itu telah trauma dengan konflik. "PDIP tidak percaya bahwa Aceh sarang teroris, karena rakyat di daerah ini telah trauma dengan konflik," katanya pada pembukaan Konferensi daerah (Konferda) DPD PDI-P Aceh di Banda Aceh, Selasa (9/3). Menurut Pramono yang juga Wakil Ketua DPR RI itu, aksi penumpasan teroris di Aceh oleh Densus 88 beberapa hari lalu, tidak tertutup kemungkinan sebagai upaya untuk pengalihan isu dari kasus Bank Century. "Bukan saya berprasangka, tetapi itu tidak tertutup kemungkinan dilakukan pihak-pihak tertentu untuk mengalihkan isu Bank Century yang kini sedang menghangat," jelasnya. Ia mengatakan, sebagai insan politik hal tersebut memungkinkan untuk dilakukan dan dikembangkan, karena isu teroris di Aceh mencuat setelah DPR RI memutuskan kasus Century. "Kenapa isu itu tidak muncul sebelum DPR RI ketok palu Bank Century. Belum lagi dengan penangkapan di Tanggerang" tanyanya. Karena itu, dia menyatakan, pihaknya tidak percaya dengan isu yang dialamatkan bagi daerah yang baru keluar dari konflik bersenjata selama tiga puluh tahun silam. Perdamaian di Aceh terjalin setelah penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Pemerintah dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005. Penandatanganan MoU tersebut sebagai komitmen untuk mengakhiri konflik bersenjata puluhan tahun di provinsi berpenduduk sekitar 4,3 juta jiwa itu. "Kami yakin dan tidak percaya bahwa Aceh dijadikan sebagai tempat latihan, karena Aceh merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alamnya," jelasnya. Menurut dia, dengan berbagai kekayaan yang dimiliki oleh daerah itu maka kecil kemungkinan munculnya teroris seperti yang terjadi di sejumlah negara yang didominasi oleh faktor kemiskinan. Dalam waktu dekat ini, kata Promono, pihaknya akan melakukan rapat bersama anggota dewan lainnya guna menayakan langsung terhadap informasi itu kepada Pemerintah. "Bu Megawati juga telah memberikan arahan untuk meminta informasi resmi dari Pemerintah terkait isu teroris di Aceh," jelasnya. Isu terorisme di Aceh mencuat setelah terjadinya kontak senjata antara anggota kepolisian yang dibantu Densus 88 dengan kelompok yang diduga teroris di pemukiman Lamkabeu, kaki gunung Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, sejak Senin (4/3). Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Kepala Biro Antara Sumut Meninggal Dunia Posted: 10 Mar 2010 06:32 AM PST Medan, tvOne Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Utara, Drs. H. Suchyar DH Putra meninggal dunia di Medan, Rabu, sekitar pukul 14:00 WIB. Menurut pengakuan salah seorang anggota keluarga, Reza, almarhum Suchyar DH Putra tidak memiliki riwayat penyakit kronis. Namun pada Rabu (10/3) pagi itu, almarhum mengaku mengalami rasa sakit di bagian dada, sehingga dibawa ke sebuah klinik yang berada tidak jauh dari lokasi rumahnya di Jalan Karya Wisata Medan. Setelah dinilai kondisinya membaik, almrahum dibawa pulang ke rumah di Komplek Karya Wisata Medan Johor. Pada siang harinya, almarhum kembali merasakan sakit di dadanya dan sempat pingsan sehingga dibawa ke RS Permata Bunda di Jalan Sisingamangaraja Medan. Namun sesampainya di RS Permata Bunda, tim medis menyatakan almarhum telah meninggal dunia. Almarhum Suchyar DH Putra lahir di Pasir Lawas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada 3 Juni 1955. Sebelum menjadi Kepala Biro Perum LKBN ANTARA Sumatera Utara sejak tahun 2006, almarhum Suchyar DH Putra pernah menjadi Kepala Biro Sumatera Barat (1999-2003) dan Kepala Biro Sumatera Selatan (2003-2006). Almarhum meninggalkan seorang isteri dan lima orang anak. Menurut rencana, almarhum akan dikebumikan pada Kamis (11/3) di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jalan Karya Medan Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| KPK Periksa Mantan Dirut Century Posted: 10 Mar 2010 06:08 AM PST Jakarta, tvOne Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta memeriksa mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Century, Hermanus Hasan Muslim dalam proses penyelidikan kasus Bank Century, Rabu (10/3). Hermanus menjalani pemeriksaan sejak pukul 10.00 WIB sampai hingga 20.20 WIB. Ketika ke luar dari gedung KPK, Hermanus tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan. Dengan pengawalan sejumlah petugas KPK, Hermanus langsung memasuki mobil bernomor polisi B 2037 BQ yang akan membawanya kembali ke tahanan. Hermanus adalah terpidana tiga tahun penjara dalam kasus kredit bermasalah miliar dari Bank Century kepada dua perusahaan. Kasus itu telah menggerogoti keuangan Bank Century sebesar Rp121 miliar. Dia juga diduga mengetahui tentang pengajuan fasilitas pendanaan kepada Bank Indonesia (BI) dalam bentuk reposisi aset. Permohonan itu kemudian disetujui BI melalui Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP). Namun, ketika dikonfirmasi tentang hal itu, Hermanus hanya diam. Dalam kasus Bank Century, KPK telah memeriksa beberapa pejabat, antara lain Direktur Pengawasan Bank I Bank Indonesia (BI) Budi Armanto, Deputi Direktur pada Direktorat Pengawasan Bank I BI Heru Kristiana, Direktur pada Direktorat Penelitian dan Pengaturan Bank Indonesia (BI) Halim Alamsyah. Kemudian, pegawai pada Direktorat Pengawasan BI Pahla Santosa, dan pegawai BI yang juga anggota Satgas Pengawasan Bank Century Ahmad Fuad. Selain itu, Direktur Klaim dan Resolusi Bank Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Noor Cahyo, Kepala Divisi Penjaminan LPS Poltak L. Tobing, dan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Ahmad Fuad Rahmany juga telah diperiksa. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| Keluarga Dulmatin Tunggu Surat Pemberitahuan Resmi Polri Posted: 10 Mar 2010 05:09 AM PST Jakarta, tvOne Keluarga Dulmatin belum menerima surat pemberitahuan resmi kematian buron teroris Rp 93 miliar itu. Sampai sore ini, keluarga baru mengetahui perihal kematian anak kelima dari keenam bersaudara itu melalui pemberitaan. "Kami masih tunggu pemberitahuan resmi dari kepolisian. Kami baru lihat dari TV saja, presiden juga menyatakan," kata kuasa hukum keluarga Dulmatin, Kholid Ahmad, Rabu (10/3). "Kami menunggu pemberitahuan resmi," katanya saat dihubungi melalui telepon. Saat ini, kata Kholid, pihak keluarga Dulmatin yang mengurus di Jakarta adalah Azzam. Sementara di Jawa Tengah, Tim Pembela Muslim telah berkoordinasi untuk mendampingi keluarga. "Kita tunggu berita dari kepolisian. Kalau sudah ada, baru kita meluncur," kata Kholid kepada VIVAnews. Kepastian Dulmatin merupakan salah satu yang tewas disergap polisi muncul hari ini. Presiden SBY menyampaikan itu di Australia, kemudian menyusul Kapolri mengumumkan di Dulmatin merupakan buronan internasional, dengan hadiah US$ 10 juta untuk yang berhasil menangkapnya dari pemerintah Amerika Serikat. Dulmatin dicari karena perannya sebagai perancang Bom Bali I yang menewaskan 202 orang pada tahun 2002 lalu. Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction. |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar