Kamis, 11 Maret 2010

SBY Dapat Penghargaan Persahabatan dari Papua Nugini

SBY Dapat Penghargaan Persahabatan dari Papua Nugini


SBY Dapat Penghargaan Persahabatan dari Papua Nugini

Posted: 11 Mar 2010 07:32 AM PST

Port Moresby, tvOne

Presiden SBY menerima tanda penghormatan Grand Companion of the Order of `Logohu`. "Akan saya simpan sebagai tanda persahabatan yang erat antara Indonesia dan Papua Nugini," kata Presiden menjawab penghargaan itu, seperti dilansir laman resmi Presiden, Kamis (11/3).

Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang berjasa dalam peningkatan hubungan dengan PNG. Mantan Presiden AS Bill Clinton dan Pangeran Charles pernah menerima penghargaan ini.

Dalam sambutan jamuan makan malam, Presiden SBY mengucapkan terimakasih karena sejak hubungan diplomatik dibuka pada 1975, PNG secara konsisten mendukung kedaulatan Indonesia. "Begitu pula sebaliknya Indonesia selalu mendukung kedaulatan, integritas wilayah, dan keutuhan negara Papua Nugini, bahkan pembangunan yang dilaksanakan oleh Papua Nugini," kata SBY.

Presiden juga berharap agar kerjasama dalam pembangunan ekonomi, investasi, dan perdagangan kedua negara dapat ditingkatkan. "Indonesia dan Papua Nugini juga menjalin kerjasama yang baik dalam bidang perbatasan. Kedua negara sepakat untuk membuka secara resmi lintas batas Kawoto yang dapat meningkatkan people to people contact, meningkatkan perdagangan kedua negara, dan dapat meningkatkan taraf sosial-ekonomi dan penduduk yang tinggal di daerah perbatasan," Presiden SBY menambahkan.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Generasi Baru Jaringan Terorisme Masih Berkembang

Posted: 11 Mar 2010 06:59 AM PST

Jakarta, tvOne

Kelompok terorisme sedang mengembangkan jaringan dengan merekrut orang-orang yang akan meneruskan aktivitas mereka. Kepolisian telah memiliki data sebagian nama-nama orang tersebut yang akan dijadikan pelaku teror.

Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Pol Edward Aritonang, mengatakan Polri telah mengetahui identitas teroris Aceh yang belum tertangkap. Dia mengatakan Polri terus memburu sisa-sisa teroris Aceh yang belum tertangkap.

"Calon-calon (penerus) generasi ini sebagian datanya sudah kita dapatkan dan menjadi sasaran pengejaran," ucap Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Edward Aritonang, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (11/3), dikutip VIVAnews.

"Jajaran kepolisian bertekad agar seluruh pelaku-pelaku teroris yang sudah teridentifikasi dengan baik di kepolisian bisa kita tangkap termasuk juga para rekrutmen baru dan lain yang belum masuk data base kita. Semuanya dilakukan untuk Polri bisa memberikan jaminan keselamatan dan keamanan bagi masyarakat," tambahnya.

Menurut Edward, jaringan teroris sulit diberantas tanpa bantuan semua pihak kepada polri. Polri, kata dia, meminta kepada pihak-pihak seperti Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama, kalangan akademisi, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak lain agar memberi perhatian khusus terhadap perekrutan anak-anak oleh jaringan teroris.

Seperti diberitakan sebelumnya, polri melakukan penggerebekan kamp latihan teroris di Aceh. Selain itu, polri juga melakukan penggerebekan di Pamulang, Jawa Barat. Kepolisian telah menangkap 21 tersangka teroris dalam keadaan hidup, 14 di antaranya ditangkap di Aceh, empat orang di Jakarta dan Jawa Barat, dua orang di Pamulang, serta satu orang di Solo. Selain itu, Polisi menembak mati enam teroris, tiga teroris tewas di Aceh dan tiga di Jakarta, termasuk teroris yang paling dicari, Dulmatin.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Golkar Bantah Siapkan Penggantian Wapres

Posted: 11 Mar 2010 06:48 AM PST

Jakarta, tvOne

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menyatakan, pihaknya tidak pernah membicarakan skenario penggantian Wakil Presiden (Wapres) Boediono menyusul rekomendasi Panitia Angket Kasus Bank Century DPR yang menyebutkan Boediono sebagai pihak yang terkait dengan kasus itu.

"Tidak pernah ada persiapan-persiapan penggantian Wapres. Kami tidak pernah berpikir ke arah itu," kata Akbar kepada pers di Akbar Tandjung Institute di Jakarta, Kamis (11/3), seperti dikutip Antara.

Akbar menegaskan, pihaknya tidak pernah membicarakan pemakzulan terhadap Wapres Boediono. Namun hanya membahas bagaimana agar kesimpulan panitia angket ditindaklanjuti oleh aparat hukum, dan DPR melakukan pengawasan atas tindak lanjut rekomendasi DPR. "Jadi, bukan soal penggantian wapres, tetapi bagaimana Golkar menyikapi aspirasi agar masalah Bank Century dapat dituntaskan," kata mantan Ketua DPR RI ini.

Akbar mengatakan, setelah panitia angket menyelesaikan tugasnya, maka DPR berkepentingan agar rekomendasi dapat ditindaklanjuti. Masyarakat juga berkepentingan agar kasus ini dapat dituntaskan.

Ketua Pelaksana Harian Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) Roy BB janis berharap, penyelesaian kasus Bank Century setelah DPR mengeluarkan rekomendasi tidak dijadikan "barter" politik oleh partai-partai pendukung hak angket dengan pemerintah. "Kami berharap, penuntasan dilakukan secara benar," katanya.

Roy mengemukakan, `barter" politik akan menghambat penuntasan kasus Bank Century. "Mudah-mudahan kali ini benar," kata Roy.

Roy yang juga mantan Ketua Fraksi PDIP DPR RI mengemukakan, peluang terjadinya "barter" politik terbuka setelah elite partai yang tidak memberi dukung kepada upaya pemerintah dalam mengucurkan dana talangan kepada Bank Century mendapat tekanan melalui pengungkapan kasus-kasusnya.

Terkait dengan adanya mantan anggota DPR maupun anggota DPR saat ini yang disebut-sebut terkait kasus suap dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia (BI), Roy mengharapkan, mereka yang sedang menjabat sebaiknya nonaktif. Setelah proses hukum selesai dan mereka tidak terbukti terlibat suap, bisa aktif lagi menjadi anggota parlemen.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diperkirakan Capai 6% Tahun ini

Posted: 11 Mar 2010 05:28 AM PST

Jakarta, tvOne

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,5-6 persen pada 2010 dan meningkat menjadi 6-6,5 persen pada 2011. Dengan demikian prospek ekonomi Indonesia akan lebih baik dari perkiraan semula.

"Di samping tetap kuatnya permintaan domestik, perbaikan terutama bersumber dari sisi eksternal sejalan dengan pemulihan ekonomi global, seperti terlihat dari ekspor yang mencatat pertumbuhan positif sejak triwulan IV-2009," kata Deputi Gubernur BI Hartadi A Sarwono dalam siaran pers BI di Jakarta, Kamis (11/3).

Pemulihan ekonomi global terlihat dari berbagai indikator ekonomi baik di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Jepang maupun di kawasan Asia (China dan India).
Di Amerika Serikat, pemulihan tercermin pada pengeluaran konsumsi masyarakat yang terus menguat dan dibarengi peningkatan respons di sisi produksi.

Sementara itu di Jepang, ditandai oleh pertumbuhan positif pada triwulan terakhir 2009. Di China dan India, indikasi pemulihan ekonomi lebih jelas terlihat seperti tercermin pada laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Berbagai perbaikan tersebut memberikan dampak positif bagi negara-negara yang menjadi mitra dagang, termasuk Indonesia.

Sementara itu, pemulihan ekonomi global berdampak positif terhadap perkembangan sektor eksternal perekonomian Indonesia. Kinerja ekspor nonmigas Indonesia yang pada triwulan IV-2009 mencatat pertumbuhan cukup tinggi yakni mencapai sekitar 17 persen dan masih berlanjut pada Januari 2010.

Peningkatan ekspor tidak hanya terjadi pada komoditas pertambangan dan pertanian, tetapi juga ekspor komoditas manufaktur yang mulai meningkat. Perkembangan ini mendukung pertumbuhan di sektor industri dan sektor perdagangan yang lebih tinggi dari perkiraan. Sementara itu, aktivitas impor sedikit meningkat sejalan dengan peningkatan ekspor tersebut, meskipun pada tingkat yang masih rendah.

Transaksi berjalan pada triwulan I-2010 diperkirakan mencatat surplus yang lebih besar dari perkiraan semula. Sementara itu, keyakinan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia yang semakin membaik  tercermin pada surplus transaksi modal dan finansial yang masih cukup tinggi.

Dengan berbagai perkembangan tersebut, untuk keseluruhan 2010 surplus NPI diperkirakan lebih baik dari perkiraan semula.  "Tinggal 1 notch lagi bagi Indonesia untuk mencapai investment grade, sehingga akan semakin memberikan keyakinan yang lebih besar bagi investor asing untuk meningkatkan investasinya di Indonesia," ujar Hartadi menanggapi perbaikan sovereign rating Indonesia oleh Fitch menjadi BB+ dari semula BB beberapa waktu lalu.

Selain kinerja ekspor yang membaik tersebut, kegiatan konsumsi swasta juga menunjukkan perbaikan. Hal ini dikonfirmasi oleh peningkatan berbagai indikator konsumsi seperti impor barang konsumsi, penjualan mobil dan motor, serta penjualan ritel.

Ke depan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan tetap meningkat sejalan dengan pendapatan yang lebih tinggi karena income effect dari perbaikan ekspor dan terjaganya tingkat keyakinan konsumen.

Di sisi harga, tekanan inflasi diyakini belum akan signifikan setidaknya pada semester I-2010. Perkembangan inflasi dalam dua bulan pertama 2010 masih tetap terjaga pada tingkat yang rendah. 

Relatif terkendalinya inflasi juga tercermin pada perkembangan inflasi inti yang turun dari 4,43 persen (yoy) pada Januari 2010 menjadi 3,88 persen (yoy) pada Februari 2010.

Kenaikan inflasi IHK di awal 2010 terbukti bersifat temporer, terutama karena kenaikan harga beras, dan diperkirakan tidak terjadi lagi lonjakan harga dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan telah datangnya musim panen di berbagai daerah.

Kemungkinan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) diperkirakan tidak menimbulkan dampak yang besar terhadap inflasi sepanjang diterapkan terutama pada kelompok pelanggan besar. Secara keseluruhan, inflasi ke depan diyakini akan tetap terjaga pada sasaran yang ditetapkan yakni 5 persen + 1 persen pada 2010 dan 2011.

"Meskipun kegiatan ekonomi domestik meningkat, saya yakin belum akan melampaui tingkat output potensialnya, sehingga belum akan menimbulkan tekanan inflasi yang berlebihan dari sisi fundamental," tutur Hartadi.

Five Filters featured article: Chilcot Inquiry. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar