Senin, 05 Juli 2010

Ratusan Warga Aceh Terjaring Razia Syariat Islam

Ratusan Warga Aceh Terjaring Razia Syariat Islam


Ratusan Warga Aceh Terjaring Razia Syariat Islam

Posted: 04 Jul 2010 12:09 PM PDT

Banda Aceh, (tvOne)

Ratusan warga Aceh terjaring dalam razia penegakan syariat islam yang dilakukan personel Wilayathul Hisbah (WH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan rekreasi pantai Ladong, Aceh Besar.

Kepala Satpol PP dan WH kabupaten Aceh Besar, Rusli, Minggu, mengatakan razia gabungan yang melibatkan personel polisi, TNI dan pegawai perhubungan itu juga memberikan sosialisasi peraturan daerah (Qanun) Nomor 11/2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam dan Qanun nomor 14/2003 tentang khalwat.

"Ada 155 warga yang menggunakan pakaian tidak sesuai dengan syariat serta 17 pasangan bukan muhrim terjaring akibat berduaan di tempat yang sunyi," katanya.

Razia yang dilakukan selama dua jam lebih itu mengakibatkan warga, terutama berusia remaja, kocar-kacir meninggalkan tempat rekreasi di pesisir Pantai Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Ia mengatakan warga yang terjaring pada razia tersebut telah didata dan membuat pernyataan tidak akan mengulangi pelanggaran qanun tentang syariat islam dan menjaga pakaian mereka saat di tempat umum. "Semua yang terjaring telah kami data dan mereka telah menandatangani surat perjanjian tidak mengulangi lagi perbuatan yang melanggar qanun syariat Islam, " katanya.

Dia juga berharap peran serta seluruh komponen masyarakat untuk mematuhi dan menyosialisasikan peraturan tentang syariat islam sehingga terwujud pelaksanaan secara "kaffah" (sempurna).

"Mustahil syariat Islam dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari seluruh komponen masyarakat, apalagi jumlah personel WH dan Satpol PP sangat terbatas," katanya.

Dilaporkan razia gabungan yang melibatkan 70 porsonel lebih di lintasan jalan Banda Aceh - Krueng Raya mengakibatkan ratusan pasangan yang diduga nonmuhrim kocar kacir untuk menghindari pemeriksaan petugas.

Mayoritas pasangan remaja menggunakan sepeda motor yang memakai celana dan baju ketat barbalik arah menuju ke kota Banda Aceh atau Kreung Raya saat mengetahui ada razia WH.

"Beberapa minggu lalu, saya juga didata dan disuruh menandatangani surat pernyataan oleh petugas WH karena memakai celana ketat, daripada terjaring lagi lebih baik balik ke kota Banda Aceh," kata seorang remaja putri.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Keberadaan Pesawat Trike Fasi Jabar Belum Jelas

Posted: 04 Jul 2010 12:04 PM PDT

Jakarta, (tvOne)

Keberadaan pesawat strike Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Daerah Jawa Barat yang dilaporkan hilang kontak dalam penerbangannya menuju Pangkalan Udara Sulaiman, Bandung, hingga saat ini belum jelas.

"Belum ada kabar dan belum jelas, kita masih kehilangan kontak (dengan pesawat tersebut)," ujar petugas operator Badan SAR Nasional (Basarnas) saat dihubungi di Jakarta, Minggu malam.

Ia mengatakan, Basarnas telah melakukan koordinasi aparat Polres dan Kodim setempat serta Bandara Husein Sastranegara, Bandung untuk mencari pesawat tersebut. Ia menambahkan pesawat yang hilang kontak tersebut, belum dipastikan jatuh, karena belum ada kabar dan data pengembangan lebih rinci. "Belum bisa dipastikan, karena belum ada data rinci, mungkin besok (Senin) baru ada kabar," ujarnya.

Salah satu sumber di Pangkalan Udara Sulaeman yang tidak bersedia disebutkan identitasnnya mengatakan Pesawat Trike itu diawaki dua orang yakni Noto dan Panji.

Ia mengungkapkan, dalam penerbangan dengan rute Sulaeman-Pangandaran FASI Daerah Jabar menerbangkan dua pesawat trike-nya yakni PKS 201 yang diawaki Ivan dan Anwar, serta PKS 135 yang diawaki Noto dan Panji.

Kedua pesawat tersebut melakukan penerbangan dengan rute tersebut sejak Sabtu (3/7), katanya. Kedua pesawat kembali ke Pangkalan Udara Sulaeman pada Minggu (4/7). Satu pesawat trike PKS 201 telah berhasil mendarat di pangkalan. Sedangkan pesawat lainnya yakni PKS 135 yang diawaki Noto dan Panji hingga kini masih hilang.

"Pesawat kehilangan kontak di sekitar Gunung Wayang/Sentosa, Pangalengan kata sumber tersebut.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Gempa 5,2 SR Landa Ternate Maluku Utara

Posted: 04 Jul 2010 07:58 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Gempa berkekuatan 5,2 Skala Richter (SR) mengguncang Barat Laut Ternate, Maluku Utara pada pukul 20:56 Waktu Indonesia Barat (WIB), Minggu, (4/7).

Lokasi pusat terjadinya gempa berada pada 1.35 LU - 127.26 BT atau 93 Km, 64 km Barat Laut Ternate-Maluku Utara, 222 km Barat Laut Labuha Maluku Utara, 230 km Tenggara Bitung-Sulut, 269 km Tenggara Manado-Sulut, 2418 km Timur Laut Jakarta.

Seperti dilansir Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa yang melanda Ternate  Maluku Utara tersebut tak berpotensi tsunami.

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Belasan Ribu Penyandang Cacat Peroleh BLT

Posted: 04 Jul 2010 06:30 AM PDT

Bekasi, (tvOne).

Sebanyak 15 ribu penyandang cacat berat mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah masing-masing sebesar Rp300 ribu perbulan untuk waktu satu tahun guna membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Ketua umum Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI), Siswadi mengatakan, bantuan yang dikirim melalui pos sudah mulai diterima saat ditemui di Bekasi, Minggu, (4/7).

"Penyandang cacat berat yang mendapat bantuan betul-betul sulit untuk diberdayakan agar mandiri. Bahkan untuk sekedar beraktivitas sehari-hari mereka tak bisa melakukan tanpa bantuan orang lain," ujarnya.

Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada penyandang cacat itu sejak empat tahun lalu dan jumlah penerima terus meningkat. Pada 2007 ada sebanyak 3.000 orang yang dibantu, 2008 menjadi 6.000 orang dan pada 2009 menjadi 9.000 orang, sedangkan jumlah penyandang cacat berat mencapai 200 ribu-an orang.

Siswandi berharap pemerintah bisa memberikan bantuan langsung tunai itu bagi 50.000 orang penyandang cacat.

Dana bantuan langsung tunai itu sebenarnya juga tidak sepenuhnya digunakan untuk membiayai kehidupan mereka, melainkan juga dipakai untuk biaya kesehatan, karena mereka belum masuk dalam program Jamkesmas ataupun Jamkesda.

"Biaya kesehatan itu kadangkala melebihi besarnya nilai BLT yang diterima. Sebagai penyandang cacat berat mereka sebenarnya butuh biaya kesehatan yang cukup besar setiap bulannya," ujar pengusaha properti itu.

Disisi lain Siswadi juga menyesalkan masih adanya dana BLT yang diganti secara sepihak dari uang tunai menjadi berbentuk natura seperti dialami di beberapa daerah. Di mencontohkan yang terjadi di Kalimantan Tengah dari seharusnya dikirim via pos diubah jadi pemberian dalam bentuk barang.

"Kita belum mengaudit nilai barang yang diberikan apakah sesuai dengan nilai uang sebesar Rp300 ribu itu. Kita berbaik sangka sajalah," ujarnya.

Harusnya perubahan dari bentuk uang tunai ke natura itu dikomunikasikan dahulu dengan pengurus PPCI sehingga tidak ada yang merasa dilangkahi atau setidaknya melalui pendekatan, tegas Siswandi.

Jumlah penyandang cacat di Indonesia baik kategori berat, sedang dan ringan mencapai 6,5 juta sampai 7 juta sementara bila mengacu pada standar PBB jumlahnya menjadi 10 juta jiwa. (Ant)

Five Filters featured article: Headshot - Propaganda, State Religion and the Attack On the Gaza Peace Flotilla. Available tools: PDF Newspaper, Full Text RSS, Term Extraction.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar