Rabu, 18 Agustus 2010

Bendungan Katulampa Siaga Empat

Bendungan Katulampa Siaga Empat


Bendungan Katulampa Siaga Empat

Posted: 18 Aug 2010 09:26 AM PDT

Bogor, (tvOne)

 

Hujan yang turun sejak Rabu sore hingga malam ini di Bogor membuat debit air Bendung Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mencapai 80 sentimeter, sehinga petugas bendungan tersebut memberlakukan status siaga empat.

"Air baru saja naik, sekitar pukul 19:30 WIB dari 50 menjadi 80 sentimeter, kita berlakukan status siaga empat," ujar Andi Sudirman, Kepala Penjaga Bendung Katulampa, saat dihubungi, Rabu malam.

Andi menyebutkan, hujan yang turun merata di wilayah Bogor menyebabkan air bendungan naik. Hujan mulai turun dari pukul 15:00 WIB dengan intensitas lebat, hingga kini hujan masih turun namun sudah gerimis. "Tadi sore, hujan cukup deras. Tapi sekarang sudah mulai gerimis," ujarnya.

Ia memprediksikan, air tidak akan sampai ke Jakarta dilihat dari kondisi hujan saat ini di wilayah Bogor, yakni pukul 20:40 WIB sudah mulai reda. Namun ia mengkhawatirkan terjadinya hujan di Depok membuat air kiriman dari Bogor di perjalanan bertambah dengan kiriman dari Depok.

 

Ditambah lagi, kondisi di Jakarta yang sudah mengalami banjir memang mengkhawatirkan air kiriman dari Bogor dan Depok menambah volume air ke Jakarta.

"Mengkhawatirkan, tapi jika hujan sudah reda kemungkinan tidak ada kiriman air. Tapi tergantung dari pintu air di Depok," jelasnya.

Andi mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoodinasi dengan pintu air Depok dan Manggarai terkait kenaikan debit air di Bendung Katulampa, ia pun telah memberitahukan status siaga empat untuk Bendung Katulampa. ( Ant )

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Jabatan Presiden Diusulkan Tiga Periode

Posted: 18 Aug 2010 07:57 AM PDT

Ruhut Sitompul

Jakarta, (tvOne).

Ketua Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengemukakan usulan terkait dirubahnya pembatasan masa jabatan presiden dalam amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 sehingga bisa menjabat tiga periode.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sendiri menolak dengan tegas usulan itu saat menghadiri peringatan hari konstitusi di Gedung DPR/MPR.

"Saya dorong supaya masa jabatan presiden dibatasi, paling lama dua kali," kata SBY.

Ruhut mengatakan bahwa usulan itu memang ditolak dengan tegas oleh SBY dan menurutnya hal itu membuktikan bahwa SBY santun dan tegas. "Saya bangga SBY dengan tegas menolaknya, saya ingin mengetahui tanggapan pak SBY, disini membuktikan bahwa SBY santun dan tegas."

Usulan perpanjangan periode jabatan presiden menjadi tiga periode sebelumnya pernah diwacanakan lima bulan yang lalu. Ruhut menyatakan bahwa dia tetap menghormati Undang-undang Dasar 1945, "kami tetap menghormati undang-undang kita," ujar Ruhut saat diwawancara tvOne.

Sementara Gayus Lumbun mengatakan bahwa usulan tersebut tak perlu ditanggapi berlebihan. "Tak ada yang penting dikomentari karena SBY sudah menolak usulan itu," ujar Gayus Lumbun kepada tvOne, Rabu, (18/8).

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Malaysia Vonis Gantung Dua WNI Terkait Narkoba

Posted: 18 Aug 2010 07:08 AM PDT

Banda Aceh, (tvOne).

Malaysia vonis gantung dua Warga Negara Indonesia (WNI) asal Aceh berinisial BS dan TI karena terlibat peredaran narkoba.

Wakil Koordinator Badan Pekerja KontraS Aceh, Asiah Uzia di Banda Aceh, Rabu menyatakan, berita itu diketahui dari isi surat yang ditandatangani BS dan dikirim ke KontraS Aceh Rabu (18/8).

Surat tersebut stempel Jabatan Penjara Malaysia, Pokok Sena, Kedah. "Dari surat itu diketahui bahwa BS dan TI telah divonis hukuman gantung sampai mati oleh Mahkamah Agung, Malaysia. Namun, saya belum mengetahui kapan mereka digantung," katanya.

Asiah mengatakan, dalam surat tersebut, BS dan TI memberitahukan bahwa mereka sebelumnya ditahan di penjara Kajang, kemudian dipindahkan ke penjara Pokok Sena, Kedah.

"Tak disebutkan apakah pemindahan penjara tersebut berkaitan dengan vonis yang mereka diterimanya atau tidak. Kami, KontraS Aceh sedang berusaha mencari informasi tentang keduanya," sebut Asiah.

Aisiah mengatakan, Mahkamah Agung Malaysia merupakan pengadilan terakhir, sehingga setiap putusan dikeluarkan lembaga tersebut memiliki kekuatan hukum tetap.

Menurut Asiah, jalan satu-satunya agar hukuman gantung sampai mati dapat dikurangi adalah dengan cara memohon ampun dari pemerintah Indonesia kepada Kerajaan Malaysia, baik secara lisan atau tulisan.

Aisiah menyebutkan, dalam suratnya, BS dan TI mengharapkan Gubernur Aceh dapat mengunjungi mereka di penjara Pokok Sena sekaligus mengajukan permohonan ampun kepada Kerajaan Malaysia agar hukuman keduanya diringankan menjadi kurungan badan.

"KontraS Aceh akan berkoordinasi dengan tim hukum yang pernah dibentuk gubernur mengawal kasus hukuman gantung ini. Kami juga akan memastikan adanya upaya konkret Pemerintah Aceh dalam mengajukan permohonan ampun," kata Asiah Uzia. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

SBY Tegaskan Kemacetan Ibukota Harus Segera Diatasi

Posted: 18 Aug 2010 06:03 AM PDT

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, (tvOne).

Kemacetan di ibukota DKI Jakarta merupakan permasalahan yang harus segera diatasi, seperti ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara peringatan hari Konstitusi di Gedung DPR.

"Macet harus dipecahkan, itu masalah ibukota negara ini," kata Presiden SBY di Jakarta, Rabu, (18/8).

Presiden menceritakan, iring-iringan kendaraan kepresidenan sempat terjebak macet di Jalan Medan Merdeka Barat, tepatnya di depan kantor Kementerian Pertahanan.

Di tempat itu, iring-iringan kendaraan presiden sempat tertahan selama 20 menit. Akibatnya, presiden tiba di gedung MPR/DPR sedikit terlambat dari jadwal yang ditentukan. "Akibatnya, saya tiba di depan tepat satu menit sebelum acara dimulai," kata Presiden.

Berdasar pantauan, kemacetan terjadi sejak ruas jalan Medan Merdeka Barat hingga ruas jalan Jenderal Sudirman.

Kemacetan bertambah parah karena sejumlah pengendara sepeda motor memarkir kendaraannya di pinggir jalan. Para pengendara itu kemudian berteduh di sejumlah halte bus di tepi jalan.

Bahkan, ruas jalan di bawah jembatan layang Karet hampir macet total. Hampir seluruh ruas jalan itu dipakai sebagai tempat parkir para pengendara sepeda motor.

Presiden berada di gedung MPR/DPR/DPD untuk menghadiri acara peringatan Hari Konstitusi. SBY tiba di lokasi peringatan Hari Konstitusi pada pukul 16.00 WIB dengan didampingi oleh Wakil Presiden Boediono.

Selain itu juga hadir sejumlah pejabat tinggi negara, seperti pimpinan DPR, MPR, Ketua Mahkamah Konstitusi Mafud MD, serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Hadi Purnomo. Sejumlah anggota DPR juga berada di lokasi acara.

Sementara itu, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II yang turut serta dalam acara itu antara lain, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.

Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri, Jaksa Agung Hendarman Supandji, dan Panglima TNI Jenderal TNI Djoko Santoso juga hadir. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar