Sabtu, 21 Agustus 2010

Gempa Yogyakarta Rusak Fasilitas Rumah Sakit

Gempa Yogyakarta Rusak Fasilitas Rumah Sakit


Gempa Yogyakarta Rusak Fasilitas Rumah Sakit

Posted: 21 Aug 2010 10:28 AM PDT

Yogyakarta, ( tvOne )

 

Gempa yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang berpusat di 15 kilometer Tenggara Bantul atau Barat Daya Wonosari berkekuatan 5,0 skala Richter, Sabtu pukul 18.41 WIB, mengakibatkan kerusakan ringan sejumlah rumah sakit.

Menurut salah seorang petugas operator telepon Rumah Sakit Wirosaban, Kota Yogyakarta Subarjo, sejumlah eternit jebol di ruang Cempaka dan pintu kaca di pavilliun pecah. "Akibat gempa yang terjadi habis magrib tadi, sejumlah kaca di tempat ini pecah," katanya.

Ia juga mengatakan sejumlah pasien yang trauma dengan gempa meminta untuk dikeluarkan dari ruang perawatan ke halaman rumah sakit. "Mereka adalah sebagian dari pasien yang dirawat di ruang Bougenville dan Vinollia yang masih trauma dengan gempa pada 2006," katanya.

Sementra itu, Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Budi Waluyo mengatakan gempa tersebut bersumber dari patahan atau sesar di bawah perbukitan kapur di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer di darat, tidak di laut, sehingga tidak menimbulkan atau berpotensi tsunami," katanya.

Budi mengatakan gempa yang memiliki intensitas mencapai III-V Mercalli Modifty Intensity (MMI) ini, getarannya juga akan dirasakan pada wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa seperti Kabupaten Klaten, Jawa Tengah dan sekitarnya.

Sementara itu, berdasarkan catatan BMKG Yogjakarta, gempa susulan terjadi dua kali setelah gempa pertama, yaitu pukul 19.04 WIB dan pukul 19.05 WIB. Namun, gempa susulan itu kekuatannya hanya 2,8 SR dan 2,6 SR dengan pusat gempa di 12,5 kilometer dan 9,14 kilometer Tenggara Bantul, dengan kedalaman yang sama yaitu 10 kilometer di darat. ( Ant )

 

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

AJI Kecewa, Polisi Lamban Tangani Kasus Pembunuhan Wartawan Merauke

Posted: 21 Aug 2010 10:16 AM PDT

Jayapura, ( tvOne )

 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kota Jayapura, melalui ketuanya Victor Mambor, menduga kuat kematian salah satu wartawan di Merauke, Papua, karena dibunuh.

"Berdasarkan hasil investigasi AJI dan diperkuat oleh rilis yang dikeluarkan Markas Besar Polri di Jakarta, maka kuat dugaan kalau Ardiansah Matrais tewas karena dibunuh," kata Victor Mambor yang juga didampingi sekretarisnya Cunding Levi, kepada wartawan di Jayapura.

Ia menjelaskan, sejak awal mencuatnya kasus kematian Ardiansyah Matrais yang ditemukan tidak bernyawa di kali Maro, daerah gudang Arang, Merauke, pihaknya langsung melakukan investigasi dan menanyakan perihal kematian wartawan Merauke TV itu pada pihak kepolisian. Hanya saja hingga saat ini pihak Polda Papua tidak memberikan jawaban pasti.

"Justru Mabes Polri yang duluan mengeluarkan rilis tentang kematian Ardiansyah, yang salah satu isinya mengatakan korban masih hidup sebelum diceburkan dalam kali. Ada tanda lebam diduga karena penganiayaan. Ini yang semakin menguatkan dugaan kami kalau korban memang tewas dibunuh," ujar Victor Mambor.

Meski tidak menjelaskan secara pasti mengenai korelasi antara kematian Ardiansyah dengan kasus teror terhadap sejumlah wartawan lainnya di Merauke, Victor Mambor juga mengatakan kalau pihaknya menduga kuat adanya oknum tertentu di Merauke yang hendak mengacaukan suasana menjelang Pilkada Merauke.

"Ini tugas kepolisian untuk mengungkapnya. Yang kami sesalkan, hingga saat ini pihak Kepolisian Resor Merauke dan Polda Papua, belum memberikan keterangan resmi tentang hasil otopsi organ tubuh Ardiansyah," ujarnya.

Ia juga menegaskan, pihaknya sangat kecewa dengan kinerja aparat Polda Papua dan Polres Merauke, yang terkesan tidak mampu atau tidak serius dalam mengusut tuntas kasus kematian Ardiansyah dan teror yang menimpa wartawan di Merauke.

"Buktinya hampir sebulan kasus ini berlalu, tapi tidak ada kepastian dari pihak kepolisian di Papua. Awalnya kejadian saja, aparat kepolisian berjanji untuk mengungkapkan kasus ini, tapi tidak dipenuhi. Malahan Mabes Polri yang lebih dahulu merilis hasil otopsopi penyebab kematian Ardiansyah," kata Victor Mambor.

Sementara Jerry Omona, salah seorang anggota AJI Jayapura yang sempat melakukan investigasi kematian Ardiansyah menerangkan, pada jasad korban terdapat luka bekas jeratan tali di leher, telinganya terus mengeluarkan darah dan ada lebam seperti bekas pukulan benda tumpul di beberapa bagian tubuhnya.

"Korban meninggal dengan lidah yang terus terbujur keluar," kata Jerry Omona.

Lebih lanjut Ketua AJI Kota Jayapura, Victor Mambor, meminta kepada aparat Polda Papua untuk segera mengusut tuntas kasus ini.

"Siapa pembunuh dan apa motifnya, itu yang harus kita dorong agar diselesaikan secara jelas," katanya.

Sebelumnya dari hasil rilis Mabes Polri, Jumat (20/8) menyimpulkan Ardiansyah Matrais, masih hidup saat dilempar ke Sungai Maro di Merauke. Dari hasil otopsi itu pula, diketahui wajah Ardiansyah bengkak diduga akibat penganiayaan.

Ardiansyah dilaporkan hilang sejak Rabu, 28 Juli 2010. Dua hari kemudian ia ditemukan tewas mengapung di Sungai Gudang Arang Merauke. Tewasnya Ardiansyah bertepatan dengan maraknya teror pada wartawan di Merauke.

Sebelum menjadi jurnalis, Ardi bekerja sebagai karyawan konsultan listrik di Merauke dari tahun 2005-2007. Ia kemudian menjadi wartawan pertama kali di mingguan Papua Fokus pada Februari-Juli 2008. Ia juga terlibat sebagai Freelance di ANTV dari November 2008 hingga Maret 2009. Dalam perjalanan karirnya, ia sempat bekerja di Top TV Papua dan Tabloid Mingguan Jujur Bicara (JUBI) dari Maret 2009 hingga April 2010. ( Ant )

 

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Polisi Jambi Amankan Uang Palsu Rp 1,5 Miliar

Posted: 21 Aug 2010 07:58 AM PDT

Jambi, (tvOne)

Polresta Kota Jambi berhasil mengamankan dua orang pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 1,5 Miliar di perbatasan Kabupaten Muaro Jambi, pada pukul 16.30 WIB, Sabtu (21/8) saat operasi Cipta Kondisi.

Menurut Kasat Reskrim Polresta Kota Jambi, Kompol Hendri Posma Lubis, keduanya tertangkap saat mengunakan mobil minibus dari PekanBaru, Riau menuju Palembang, Sumatera Selatan.

Saat dihentikan petugas , kendaraan yang dibawa kedua pelaku dengan nomor polisi BG 1896 QN melaju dari arah Pekanbaru .Petugas memeriksa semua barang bawaan seluruh kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Dan polisi menemukan uang dalam jumlah cukup banyak yang dicurigai adalah uang palsu yang akan diedarkan ke beberapa kota termasuk Jambi.

Uang yang disimpan di dalam tas tersebut terdiri atas uang rupiah Rp20.000 , Rp50.000 dan Rp100.000 . Nilai uang pecahan Rp100.000 berjumlah sekitar Rp1 miliar sedangkan sisanya uang pecahan Rp50.000 dan Rp20.000 .

Setelah menemukan barang bukti tersebut dan kedua pelaku yang indentitasnya masih dirahasiakan tersebut tidak bisa mempertanggungjawabkan bawaannya , maka polisi langsung membawa keduanya dan barang bukti uang palsu senilai Rp1,5 miliar ke Mapolresta Jambi untuk diperiksa dan dikembangkan kasusnya.

"Untuk membuktikan uang tersebut asli atau palsu , maka polisi akan meminta keterangan saksi ahli dari Bank Indonesia dan memeriksa ke Labforensik Polri Palembang," kata Kasat Hendri Posma Lubis. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

RI Siap Hadapi Malaysia

Posted: 21 Aug 2010 06:24 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Pemerintah menegaskan siap berhadapan dengan Malaysia terkait perundingan penyelesaian masalah perbatasan darat maupun laut antara RI dengan Malaysia.

"Kami sudah siapkan data, fakta, dan ketentuan hukum yang mendasari batas wilayah RI yang berbatasan dengan Malaysia baik darat maupun laut. Kita sudah siapkan semua, dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri untuk dibawa ke meja perundingan," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Jakarta, Sabtu (21/8)

Purnomo menegaskan, Indonesia ingin persoalan perbatasan baik di darat dan laut diselesaikan secara progesif.

"Setelah disepakati dan diratifikasi, kedua negara harus mematuhinya. Tetapi ini kan masalah negosiasi, masing-masing pihak memiliki argumen apalagi ini meyangkut penentuan batas dua negara, menyangkut ZEE, landas kontinen, jadi ada tarik ulur," katanya.

Meski begitu, lanjut Menhan, Indonesia siap menghadapi Malaysia di meja perundingan. (Ant)

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar