Polrestabes Bandung Tangkap Tiga Pembuat Uang Palsu |
- Polrestabes Bandung Tangkap Tiga Pembuat Uang Palsu
- Polda Metro Tingkatkan Pengamanan di Bank & Toko Emas
- Pemerintah Bentuk Tim Tangani Masalah WNI di Malaysia
- Masyarakat Diminta Teliti Membedakan Uang Palsu
| Polrestabes Bandung Tangkap Tiga Pembuat Uang Palsu Posted: 23 Aug 2010 09:16 AM PDT Bandung, (tvOne). Polisi kota Besar (Polrestabes) Bandung berhasil menangkap tiga orang pembuat uang palsu, Jumat (20/8) dengan barang bukti 1437 lembar uang Rp100 ribuan. Uang palsu senilai Rp140 juta lebih tersebut, diamankan dari tiga pelaku berinisial CRM, S, dan AT yang merupakan warga kota Bandung. "Mereka banyak memanfaatkan para pedagang kecil dan orang yang memang suka memanfaatkan situasi dalam mencari uang, terlebih saat bulan Puasa seperti saat ini," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Jaya Subriyanto, Senin, (23/8). Ketiga pelaku yang mengaku baru menjalankan aksinya membuat uang palsu tersebut sejak awal puasa lalu. Pengakuan ketiga pelaku tersebut tak bisa dijadikan alasan untuk tidak menangkap pelaku pengedar upal tersebut. Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Jaya Subriyanto yang didampingi Kasatreskrim AKBP Tubagus Ade Hidayat mengatakan, bahwa ketiga pelaku tersebut diduga pemain lama dalam uang palsu, namun untuk membuktikannya polisi masih lakukan pengembangan penyidikan kasus ini. "Kita masih lakukan pengembangan, dan saat ini masih kita kejar jaringan pengedar dan pembuat uang palsu ini," ujarnya. Modus operandi yang digunakan para pelaku tersebut, yakni dengan pola perbandingan 1:2 dimana 1 lembar uang asli, akan ditukar dengan 2 lembar uang palsu yang disebar ke sejumlah warung, bahkan pelaku menjual uang palsu tersebut ke sejumlah orang dengan pola membeli 1 juta uang asli, dapat dua juta setengah uang palsu. "Mereka banyak memanfaatkan para pedagang kecil dan orang yang memang suka memanfaatkan situasi dalam mencari uang, terlebih saat bulan Puasa seperti saat ini," katanya. Dari tangan pelaku, Polisi menyita barang bukti berupa 1 unit Laptop, 3 buah flashdisk, seperangkat alat untuk mencetak uang palsu seperti alat sablon, 2 unit printer, tinta warna, Bolpoin warna emas, 1 1/2 rim kertas telor, stempel, isolasi, gelas takaran serta pemotong kertas. Selain barang bukti peralatan mencetak uang palsu, Polisi juga mengamankan uang palsu pecahan Rp100.000 sebanayak 1437 lembar atau sejumlah 143.700.000.-, uang palsu siap potong sebanyak 59 lembar, 1 kantong plastik uang pecahan receh Rp 100.000, negatif film bergambar WR Supratman serta 1 lampu UV. Penangkapan terhadap pelaku sendiri, berawal dari laporan masyarakat di SPBU Pasir Koja kota Bandung, dimana dua orang pelaku sempat melakukan transaksi di SPBU tersebut. Petugas SPBU menerima uang palsu saat dua orang pelaku tersebut hendak mengisi bensin dengan menggunakan motor jenis Honda Revo. "Berkat laporan masyarakat di SPBU Pasir Koja, kita tindak lanjuti dengan membuntuti motor pelaku yang ciri-cirinya diketahui oleh petugas SPBU, hingga memudahkan anggota saya di lapangan melakukan penangkapan," ucapnya. Polisi menjerat ketiga pelaku, dengan pasal 244 dan 245 tentang peredaran uang kertas negara yang atau uang kertas Bank itu serupa asli yang sesuai dengan KUHAP, dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polda Metro Tingkatkan Pengamanan di Bank & Toko Emas Posted: 23 Aug 2010 09:12 AM PDT Jakarta, (tvOne). Polda Metro Jaya meningkatkan pengamanan di bank dan toko emas pascaterjadinya perampokan bank dan nasabah bank di sejumlah daerah dengan menempatkan dua aparat polisi. "Kita tempatkan minimal dua petugas lengkap dengan senjata laras panjang," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin, (23/8). Boy mengatakan dua anggota kepolisian bersenjata lengkap ditempatkan di luar dan dalam bank, pegadaian dan toko emas. Pernyataan Boy itu sehubungan dengan maraknya kejadian perampokan bersenjata api di bank, toko emas maupun pusat perbelanjaan. Boy mengatakan polisi juga melakukan kegiatan patroli di sekitar bank, kantor pegadaian maupun pusat toko emas, guna mengantisipasi perampokan. Polisi berharap kegiatan patroli dan peningkatan pengamanan akan mampu mendeteksi dini serta mencegah tindak kejahatan. Sebelumnya, tindak perampokan bersenjata api terjadi di wilayah Jakarta dan sejumlah daerah lainnya di Indonesia. Sindikat komplotan perampok bersenjata api beraksi menyatroni tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (6/8). Perampok yang diduga berjumlah 14 orang itu menggondol sejumlah perhiasan emas, kemudian melarikan diri. Polda Metro Jaya berhasil menangkap "otak" pelaku perampokan itu, RP dan D yang berperan sebagai pembantu merencanakan, serta penadah, J. Selain itu, polisi menggagalkan upaya perampokan bersenjata api terhadap nasabah Bank Central Asia (BCA) Cabang Pembantu Dewi Sartika, Jakarta Timur, Senin (23/8). Polisi berhasil menangkap satu pelaku upaya perampokan itu, sedangkan satu pelaku yang memegang senjata api melarikan diri. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Pemerintah Bentuk Tim Tangani Masalah WNI di Malaysia Posted: 23 Aug 2010 09:06 AM PDT Jakarta, (tvOne). Pemerintah membentuk tim gabungan untuk menangani masalah hukuman mati bagi warga negara Indonesia di Malaysia. Tim gabungan itu terdiri dari unsur Kementrian Luar Negeri (Kemenlu), Kementrian Hukum dan HAM (Kemkumham) serta instansi terkait lainnya, seperti dikatakan Menlu Marty Natalegawa usai menghadiri sidang Kabinet di Kantor Presiden Jakarta, Senin, (23/8). "Sudah diberikan instruksi oleh Bapak Presiden bahwa akan dibentuk tim gabungan dari Kemenlu juga Kemenkumham dan instansi lainnya, untuk bersama-sama melakukan konsolidasi data dan mengupayakan bantuan yang maksimal," katanya. Marty mengatakan, saat ini belum bisa dipastikan kebenaran data yang menyebutkan 345 WNI menghadapi ancaman hukuman mati di Malaysia. Pihaknya sudah mempunyai data namun untuk menyampaikan ke publik perlu sinkronisasi dengan dengan kementerian terkait lainnya untuk menghindari kesimpasiuran data, jelasnya. "Untuk jumlah, lebih baik kami konsolidasi dengan kementerian lain, karena saya ingin data ini jelas. Kita terus konsolidasi data," paparnya. Namun demikian Marty mengatakan dengan pembentukan tim gabungan ini bukan berarti penanganan perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri tak maksimal. "Namun kami ingin garis bawahi bahwa masalah ini kan bagian dari masalah perlindungan warga, kalau bicara masalah perlindungan warga, KBRI sudah bekerja secara maksimal untuk memberikan dukungan perlindungan dan keberpihakan. Dalam beberapa kasus memang berhasil mengurangi vonis hukuman mati menjadi lebih ringan," katanya. Pemerintah RI memberikan perlindungan maksimal yang dapat dilakukan terhadap WNI yang terlibat masalah hukum di luar negeri namun demikian usaha yang dilakukan tetap menghormati sistem hukum di negara yang bersangkutan, jelasnya. (Ant) at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Masyarakat Diminta Teliti Membedakan Uang Palsu Posted: 23 Aug 2010 06:24 AM PDT Jakarta, (tvOne). Masyarakat diminta teliti agar dapat membedakan uang palsu dan uang asli. Cara yang paling mudah mengenali uang asli yakni dengan mempraktekkan 3D yakni dilihat, diterawang dan diraba. Ketua Tim Penanggulangan Uang Palsu RI, Hasiolan Siahaan menjelaskan cara mendeteksi uang asli yakni dengan 3D. Pertama, Dilihat. Uang asli berwarna terang dan jelas, jika dilihat di sudut kanan bawah terdapat OVI yaitu Optical Variable Ink dimana apabila dilihat dari sudut pandang yang berbeda maka akan berubah warna dari warna hijau ke magenda. Sedangkan di bagian belakang selalu terdapat benang pengaman yang ditanam dalam uang asli. Kedua, dengan cara diraba. Uang asli jika diraba pada bagian angka, huruf dan gambar pahlawan akan terasa kasar, biasanya uang palsu lebih licin, jelas Hasiolan. Ketiga, Diterawang. Apabila di terawang maka uang asli pada sebelah kanan terdapat gambar pahlawan, kemudian di bawah nilai nominal juga terdapat lingkaran bertuliskan Bank Indonesia. Masyarakat dianjurkan untuk selalu mempraktekkan 3D meskipun dalam keadaan gelap, untuk mengetahui keaslian uang masih dapat dilakukan dengan cara diraba, jelas Hasiolan saat diwawancara tvOne di Jakarta, Senin petang, (23/8). Menurut Hasiolan, peta peredaran uang palsu memang terkonsentrasi pada wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi yang tinggi. Menurutnya lima besar wilayah di Indonesia yang peredaran uang palsu cukup tinggi yakni di Jawa Timur (Jatim), Daerah Keistimewaan Ibukota (DKI) Jakarta, Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Barat (Jabar). at This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar