Selasa, 24 Agustus 2010

Pemerintah Belum Pastikan TDL Naik 2011

Pemerintah Belum Pastikan TDL Naik 2011


Pemerintah Belum Pastikan TDL Naik 2011

Posted: 24 Aug 2010 10:58 AM PDT

Jakarta, ( tvOne )

 

Pemerintah belum dapat memastikan tarif dasar listrik akan mengalami kenaikan rata-rata 15 persen atau tidak pada 2011.

Menteri ESDM Darwin Saleh di Jakarta, Selasa mengatakan pemerintah baru memasukkan kenaikan TDL tersebut sebagai asumsi dasar penyusunan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2011.

"Belum ada rencana naikkan tarif dasar listrik (TDL), baru asumsi saja. Asumsi yang mendasari penyusunan RAPBN 2011," katanya menegaskan. Apalagi, lanjut dia, kenaikan TDL mesti mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Menurut dia, penyusunan RAPBN tidak mungkin dilakukan tanpa memasukkan asumsi-asumsi. "Nah, TDL naik 15 persen itu baru asumsi. Dari asumsi-asumsi itu nanti akan menjadi rencana-rencana. Tapi, apakah TDL itu memang akan dinaikkan, harus dibicarakan dengan wakil rakyat," katanya menandaskan.

Darwin menambahkan, kenaikan TDL juga baru merupakan salah satu opsi mengurangi subsidi listrik. Opsi lainnya, lanjut dia, adalah menurunkan biaya pokok penyediaan (BPP) listrik PT PLN (Persero), di antaranya dengan cara menurunkan porsi bahan bakar minyak melalui pengalihan ke batu bara dan gas.

"Kami akan membantu PLN agar lebih dapat mengganti BBM dengan batubara atau gas melalui penyediaan infrastruktur," katanya.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Kementerian ESDM J. Purwono mengatakan, kalau setelah dilakukan pembahasan dengan DPR, ternyata subsidi cukup, maka tidak perlu kenaikan TDL.

"Tapi, kalau masih kurang, maka perlu kenaikan TDL. Jadi, tergantung kondisi keuangan negara," katanya.

Purwono menambahkan, kalaupun TDL dinaikkan pada tahun 2011, pemerintah tetap akan memperlakukan pembatasan kenaikan tidak lebih dari 18 persen.

"`Capping` akan tetap ada. Jangan sampai rekening melejit di luar batas kewajaran," katanya. ( Ant )

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Polda Jaya: Pesan Singkat Penculikan Anak Tidak Benar

Posted: 24 Aug 2010 10:23 AM PDT

Jakarta, ( tvOne )

 

Pihak Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menegaskan maraknya pesan singkat melalui telepon selular yang berisi penculikan anak merupakan informasi tidak benar.

"Saya tegaskan pesan singkat tentang sindikat penculikan itu sama sekali bohong," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Pol. Boy Rafli Amar, di Jakarta, Selasa.

Boy menduga pesan singkat berisi sindikat penculikan anak itu dikirimkan seseorang untuk meresahkan masyarakat. Selain mengirimkan pesan aksi penculikan, pelaku juga menyebutkan penculik itu terlibat sindikat penjualan organ tubuh manusia.

Perwira menengah kepolisian itu menyatakan informasi sindikat penculikan anak melalui pesan singkat telepon selular itu akan menimbulkan kecurigaan masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya. Seperti kejadian massa yang mengeroyok dua pria tidak dikenal hingga tewas karena dicurigai sebagai pelaku penculikan di daerah Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

Guna menghindari kejadian serupa akibat dampak dari pesan singkat itu, Polda Metro Jaya menginstruksikan kepada jajarannya untuk mensosialisasikan kepada tokoh masyarakat setempat terkait dengan pesan singkat yang meresahkan itu.

Boy juga menyatakan penyidik kepolisian berupaya menyelidiki pelaku yang mengirim pesan singkat menyesatkan itu. "Pelaku yang mengirim pesan itu sedang diselidiki untuk diproses hukum secara pidana," ujar Boy. ( Ant )

 

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Virus Nil Barat Tewaskan Lima Oorang Di Rusia

Posted: 24 Aug 2010 09:02 AM PDT

Moskow, ( tvOne )

 

Lima orang telah tewas dan lebih dari 100 orang lagi tertular wabah virus Nil Barat di Volgograd, Rusia tengah, tempat dua juta orang menghadapi resiko terserang penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut, kata beberapa pejabat Selasa.

"Sebanyak 116 kasus virus Nil Barat telah terdaftar di wilayah Volgograd antara 16 Juli dan 23 Agustus 2010," kata pengawas kesehatan masyarakat Rusia, Rospotrebnadzor.

Di antara kasus itu, "lima kasus telah berakhir dengan kematian", kata cabang pengawas kesehatan tersebut buat wilayah itu di dalam pernyataan yang disiarkan di jejaringnya.

Kondisi cuaca di wilayah tersebut ditambah dengan burung bermigrasi yang bersarang di delta Volga pada musim panas telah mempermudah penyebaran penyakit itu di wilayah tersebut selama satu dasawarsa terakhir, kata Rospotrebnadzor.

Namun hujan yang berkepanjangan dan udara menyengat pada musim panas tahun ini mendorong memuncaknya penyakit tersebut. Burung menularkan virus itu ke nyamuk dan pada gilirannya nyamuk menularkannya ke manusia, kata lembaga pengawasn kesehatan tersebut. Rospotrebnadzor menyatakan nyamuk dengan jumlah dua kali lipat telah terinfeksi virus itu tahun ini, dibandingkan dengan jumlahnya pada 2009.

"Peningkatan tajam jumlah nyamuk pada 2010 berkaitan dengan kenyataan bahwa Mei dan Juni hujan turun di luar kebiasaan," demikian pernyataan Rospotrebnadzor.

Rusia sekarang juga menghadapi sengatan sinar Matahari paling parah sepanjang sejarahnya; udara tersebut memanggang negeri itu pada Juli dan pertengahan pertama agustus.

Dari dua juta orang yang terancam tertular, 1,5 juta orang yang tinggal di kota besar utama di wilayah tersebut, Volgograd (yang dulu bernama Stalingrad) dan daerah sekitarnya berada "di zona beresiko tinggi", kata badan pengawas kesehatan itu.

Cabang badan pengawas tersebut buat Voronezh, yang juga berada di Rusia tengah, akhir pekan lalu menyatakan tiga warga di wilayah itu juga telah terserang virus tersebut.

Virus Nil Barat berasal dari Afrika, Asia, Eropa dan Australia, serta dapat mengakibatkan beragam sindrom, termasuk meningitis dan encephalitis, radang otak. ( Ant )

sd

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Pemerintah Telusuri Beredarnya Senjata Bekas Konflik

Posted: 24 Aug 2010 08:45 AM PDT

Menhan Purnomo Yusgiantoro

VIVAnews

Jakarta, (tvOne).

Pemerintah tengah menelusuri kemungkinan beredarnya senjata bekas konflik aceh terkait maraknya perampokan bersenjata beberapa pekan ini, seperti diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, saat ditemui sebelum sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, (24/8).

Purnomo mengatakan pihaknya mendapatkan laporan tak semua senjata bekas konflik Aceh dikumpulkan sesuai nota kesepahaman Helsinki.

"Memang pada waktu kita di Aceh mendapat laporan tak semuanya dikumpulkan. Jadi, itu yang sekarang kita minta klarifikasi. Dihitung lagi, dulu jumlahnya berapa, yang sudah terkumpul berapa, yang masih beredar berapa, dan di mana saja. Itu yang penting," tuturnya.

Purnomo mengakui, senjata ilegal beredar yang digunakan untuk aksi kejahatan dapat berasal dari sisa-sisa konflik Aceh atau selundupan.

Namun Purnomo memastikan sumber senjata itu bukan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI). "Yang jelas tidak dari TNI. Kita sudah cek. Di gudang-gudang tidak ada dan itu bukan pegangan TNI. Karena AK-47," ujarnya.

Menhan menjelaskan, peredaran senjata ilegal tersebut sepenuhnya tanggung jawab kepolisian. "Ini tanggung jawab aparat kepolisian untuk menangkapnya. Kalau itu sudah tugas dia," ujarnya.

Sementara itu, Panglima TNI Djoko Santosa juga memastikan senjata ilegal yang beredar bukan berasal dari oknum TNI. "Indikasinya bukan senjata TNI. Jadi dari hasil penelitian itu sampai saat ini hasilnya bukan senjata TNI," ujar Djoko. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: "Peace Envoy" Blair Gets an Easy Ride in the Independent.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar