Selasa, 28 September 2010

DPR Pilih Sri Murwahyuni & Sofyan Sitompul Jadi Hakim Agung

DPR Pilih Sri Murwahyuni & Sofyan Sitompul Jadi Hakim Agung


DPR Pilih Sri Murwahyuni & Sofyan Sitompul Jadi Hakim Agung

Posted: 28 Sep 2010 08:13 AM PDT

Jakarta, (tvOne)

Komisi III DPR RI akhirnya memilih dan memutuskan, Sri Murwahyuni dan Sofyan Sitompul menjadi hakim agung terpilih.

"Dua hakim yang terpilih adalah Sri Murwahyuni dengan 46 suara dan Sofyan Sitompul dengan 19 suara," kata Ketua Komisi III DPR Benny K Harman saat mengumumkan hasil uji kelayakan hakim agung, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/9) malam.

Sebelumnya, uji kelayakan hakim agung diikuti oleh enam calon hakim agung. Melalui pemungutan suara, Sri Murwahyuni dan Sofyan Sitompul memperoleh suara terbanyak.

Uji kelayakan dan kepatutan terhadap enam jaksa dimulai dari Selasa (28/9) pagi hingga petang.

Perolehan suara keseluruhan adalah Made Rawa Aryawan 19 suara, Iskandar T Jakke 0 suara, Mabruq Nur 4 suara, Sri Murwahyuni 46 suara, Kamri Ahmad 8 suara dan Sofyan Sitompul 29 suara.

Sri Murwahyuni (57) saat ini merupakan hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Surabaya. Dia merupakan calon hakim yang diusulkan MA. Sementara itu, Sofyan Sitompul (58) adalah Inspektorat kepegawaian Kemenkumham diusulkan oleh Pemerintah dan merupakan calon hakim agung non karir.

rn

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Gubernur Kalsel Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Posted: 28 Sep 2010 07:55 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam pemberian uang santunan pembebasan tanah eks Pabrik Kertas Martapura.

"Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor Print-109/F.2/Fd.1/9.2010 tanggal 16 September 2010, telah ditetapkan Rudy Arifin (Gubernur Kalsel/mantan Bupati Banjar), sebagai tersangka," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Babul Khoir Harahap di Jakarta, Selasa, (28/9).

Pembebasan tanah itu dilakukan oleh Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Banjar tahun 2002-2003 yang saat itu ketuanya Rudy Arifin, tambah Harahap.

Ia menjelaskan kasus posisi kasus tersebut, Rudy Arifin selaku Bupati Kabupaten Banjar telah mengeluarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Banjar Nomor 24 tahun 2001 tanggal 7 Februari 2001 tentang Pembentukan Tim Pengembalian dan Pemanfaatan eks Pabrik Kertas Martapura.

"Ketua tim pengembalian dan pemanfaatan eks pabrik kertas itu, yakni, Iskandar Djamaludin (Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Banjar)," katanya.

SK tersebut dikeluarkan untuk membebaskan tanah Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama pemegang hak PT Golden Martapura (milik Gunawan Sutanto).

Kemudian, tersangka menerbitkan Surat Keputusan Panitia Pengadaan Tanah Kabupaten Banjar Nomor SK.01/KPTS/2002 tentang Bentuk dan besarnya santunan dalam rangka pengadaan tanah, jelas Harahap.

Seharusnya tindakan pembebasan tanah milik PT Golden Martapura tidak dilakukan karena tersangka telah mengetahui HGB-nya sudah berakhir masa berlakunya, akibatnya negara dirugikan Rp6,4 miliar.

"Karena itu, Rudy Arifin dikenakan Pasal 2, Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP," katanya.

Pemeriksaan Rudy

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Muhammad Amari, menyatakan pihaknya masih memproses surat permohonan izin pemeriksaan terhadap Rudy Arifin, yang selanjutnya akan dikirimkan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Masih diproses permohonan izin pemeriksaan, untuk pengajuan cekal (cegah dan tangkal) sendiri, belum. Tapi mungkin sebentar lagi dilayangkan permohonan cekalnya," katanya. (Ant)

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Ustad Baasyir Kerap Ajak Ariel Shalat Bersama

Posted: 28 Sep 2010 05:28 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Ustad Abu Bakar Baasyir kerap mengajak Nazriel Irham alias Ariel untuk menjalankan ibadah shalat lima waktu di Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

"Ustad Baasyir sering menasihati Ariel agar rajin shalat dan bertaubat," kata asisten pribadi Abu Bakar Baasyir, Hasyim Abdullah di Jakarta, Selasa.

Hasyim mengatakan, Baasyir menempati ruang tahanan yang berhadapan dengan sel penyanyi itu sehingga keduanya sering berkomunikasi.

Asisten pribadi tokoh Islam itu menambahkan Baasyir mengetahui Ariel sebagai penyanyi terkenal setelah berada di ruang tahanan dari penghuni tahanan lain.

Selama ini, Baasyir kerap menjadi pimpinan ibadah (imam) saat para penghuni menjalani kewajiban shalat lima waktu maupun Jumatan. Abu Bakar Baasyir bersama beberapa pengawalnya ditangkap anggota Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri di daerah Banjar, Ciamis, Jawa Barat, 9 Agustus.

Polisi menduga Baasyir terkait pelatihan militer jaringan teroris di Aceh Besar karena menunjuk Dulmatin sebagai pemimpin latihan dan dia menerima laporan rutin seputar teroris di Aceh.

Sementara itu, Ariel menjadi tersangka kasus video porno bersama kekasihnya, Luna Maya, dan artis Cut Tari. Baasyir dan Ariel menjalani penahanan di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Penelitian Prof J Freeman: Akibat Lingkungan Hanya Sedikit Anak Berbakat Sukses

Posted: 28 Sep 2010 05:20 AM PDT

Jakarta (tvOne)

Anak-anak dengan bakat luar biasa ternyata sama besar kemungkinannya untuk gagal maupun sukses pada masa dewasa.

Dalam salah satu penelitian terpaling luas yang pernah diadakan, ditemukan bahwa dari 210 anak berbakat, hanya tiga persen yang akhirnya "jadi orang".

Professor Joan Freeman mengatakan dari 210 anak-anak yang dia teliti, hanya setengah lusin yang bisa dikatakan meraih 'kesuksesan konvensional'. "Pada usia enam atau tujuh tahun anak berbakat memiliki potensi yang mencengangkan, tetapi banyak dari mereka terjebak dalam situasi potensi terpasung," kata Freeman seperti yang dikutip Daily Mail, Senin.

Professor Freeman melacak anak-anak yang berbakat di bidang matematika, seni, dan musik sejak tahun 1974 hingga sekarang. Kebanyakan dari mereka tidak sukses pada masa dewasa karena perlakuan yang mereka alami dan dalam beberapa kasus direngut dari masa kanak-kanak.

Dalam beberapa kejadian, orang tua menekan anaknya begitu keras atau malah dipisahkan dari kelompok sebayanya, sehingga akhirnya hanya mempunyai sedikit teman.

Ia juga menambahkan 'menjadi istimewa berarti lebih bisa menghadapi hal-hal yang bersifat intelektual tapi tak selalu bisa menghadapi hal-hal emosional.

Freeman juga cenderung menekankan bahwa anak-anak berbakat sama rapuhnya dengan anak biasa bahkan mungkin "punya kekuatan emosi yang lebih besar". "Saya ingin menegaskan bahwa mereka yang berbakat juga hanya manusia biasa tapi menghadapi tantangan-tantangan, khususnya harapan yang tidak sesuai kenyataan, biasanya dipandang aneh dan tak bahagia," tegas Freeman.

"Orang tua dan guru bisa merasa terancam dengan kehadiran mereka dan bereaksi meredam kemampuan mereka. Yang mereka inginkan hanya diterima apa adanya, kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi, dan mendapatkan dukungan moral yang memadai," papar Freeman lebih jauh.

Salah satu contoh anak berbakat yang kemudian gagal untuk berkembang adalah Andrew Halliburton, yang ketika masih berusia delapan tahun telah memahami matematika untuk sekolah menengah tetapi kini hanya bekerja di warung cepat saji McDonald.

Contoh lain yang menarik adalah Anna Markland dan Jocelyn Lavin yang telah menjadi bintang sekolah musik Chetham, Manchester, Inggris, ketika berusia 11 tahun.

Markland yang kini berusia 46 tahun, berasal Princes Risborough, Buckinghamshire, Inggris dan pada 1982 dinobatkan sebagai Pemusik Termuda Terbaik pleh BBC.

Ia kemudian belajar musik di Oxford selama dua tahun dan sekarang menjadi seorang pemusik profesional, yang menurutnya merupakan profesi terbaik di dunia. Sebaliknya, Lavin berbalik dari musik dan berpindah menekuni ilmu pengatahuan alam. Ia kemudian memmperoleh nilai A dalam bidang itu di antara 210 anak berbakat tadi.

Tetapi setelah masuk University College London, ia gagal dalam matematika dan astronomi pada usia 17 tahun. Ia kemudian keluar tanpa meraih satu gelar pun. "Saya tak tahu yang ingin saya tekuni kecuali terbang ke luar angkasa," katanya.

Setelah 20 tahun berprofesi sebagai guru matematika, ia kini masih harus bermasalah dengan rumahnya yang dililit masalah kredit.

Mnurut Professor Freeman, permasalahan lain bagi anak-anak istimewa, mereka sering kali cemerlang di bidang apa saja sehingga mereka cenderung ingin mencoba bidang lain padahal bidang yang terdahlu belum dikuasai betul.

Pada dasarnya anak cerdas akan gagal jika mereka ditempatkan di bawah tekanan untuk berkembang. "Kepuasan dan kreatifitas dari masa anak-anak adalah dasar untuk semua pekerjaan besar," pungkas Freeman.

am

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar