Senin, 20 September 2010

Polri Bantah Polda Sumut Ditinggalkan Densus 88

Polri Bantah Polda Sumut Ditinggalkan Densus 88


Polri Bantah Polda Sumut Ditinggalkan Densus 88

Posted: 20 Sep 2010 08:54 AM PDT

Jakarta, (tvOne).

Tim Densus 88 kembali membuktikan kemampuannya. Densus berhasil menangkap 18 pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di tiga lokasi yang berbeda yakni dua di Medan dan satu di Lampung.

Namun di balik kesuksesan itu, muncul pertanyaan menggelitik seperti diungkapkan kriminolog Universitas Indonesia, Eko Haryanto. Benarkah Densus bekerja sendiri bahkan meninggalkan Polda Sumut terkait perampokan Bank CIMB Niaga.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri (Kadiv Humas Polri), Irjen Pol Iskandar Hasan membantah bahwa Kepolisian Daerah (Polda) Sumut ditinggalkan oleh Tim Densus 88.

Menurut Iskandar, selama ini Mabes Polri terus memonitor penanganan kasus perampokan Bank CIMB yang dilakukan Polda Sumut. Polda Sumut memberi laporan ke Mabes Polri secara periodik terkait pengembangan penyelidikan foto yang didapatkan kepolisian di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Disitulah Densus 88 turun untuk membackup Polda, bukan ditinggalkan, kita juga menghimpun informasi dari masyarakat," tegas Iskandar saat diwawancara tvOne pada Apa Kabar Indonesia Malam, Senin, (20/9).

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Perampok Bank CIMB Niaga Siapkan Pelatihan di Aceh

Posted: 20 Sep 2010 08:05 AM PDT

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan

Ant

Jakarta, (tvOne).

Perampok Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010 lalu adalah bagian dari rangkaian jaringan terorisme. 

Para pelaku berhasil ditangkap oleh tim Densus 88 di tiga lokasi berbeda di Medan dan Lampung pada Minggu malam, (19/9).

Sedangkan uang sebesar Rp400 juta yang dibawa pelaku digunakan untuk pelatihan di Aceh, seperti dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Iskandar Hasan.

"Kalo kita lihat uang itu sudah dipakai untuk melakukan persiapan pelatihan di Aceh, kurang lebih satu miliar dikumpulkan dari Jakarta, Jawa, Medan dan Aceh," ujar Iskandar saat diwawancara Apa Kabar Indonesia Malam tvOne, Senin, (20/9).

Berdasarkan penggeledahan yang dilakukan polisi, pelaku telah menyiapkan skenario untuk merampok beberapa bank lain.

at

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Polri: Perampokan Bank CIMB Niaga Medan Terkait Terorisme

Posted: 20 Sep 2010 07:37 AM PDT

Medan, (tvOne)

Pelaku perampokan Bank CIMB Niaga di Medan pada 18 Agustus 2010 lalu adalah bagian dari jaringan terorisme. "Kasus ini tidak terlepas dari latihan militer di Aceh dan Bandung. Ini juga berkaitan dengan pengembangan kasus terorisme yang diungkap di Bandung," kata Kepala Kepolisian Jenderal Bambang Hendarso Danuri dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Senin (20/9).

Dalam pemaparannya, Kapolri menegaskan para perampok di Medan masih satu kelompok dengan pelaku terorisme yang melakukan pelatihan di Aceh dan Jawa Barat. Jaringan ini bahkan tidak terputus dengan aksi perampokan atas sejumlah bank di Sumatera Utara yang terjadi sebelumnya. Tiga bulan terakhir, sebelum CIMB Niaga dirampok, memang terjadi perampokan di Bank Sumatera Utara, Bank BRI dan sebuah tempat penukaran uang di Medan dan sekitarnya.

Seperti diketahui, para perampok Bank CIMB Niaga ini berhasil membawa lari uang Rp400 juta hingga Rp 1,5 miliar. Tak hanya itu mereka menembak mati anggota Brimob, Briptu Manuel Simanjuntak (28 tahun) dan merampas M-16 milik Manuel. Dua satpam juga kritis akibat ditembus peluru.

mr

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Aktivis Majelis Muhahidin Indonesia Sumut Datangi Densus

Posted: 20 Sep 2010 07:23 AM PDT

Belasan aktivis Majelis Mujahidin Indonesia Sumatera Utara mendatangi markas Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polda Sumut di Medan, Senin malam sekitar pukul 20:00 WIB.

Kedatangan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Sumut itu ke Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror itu terkait penangkapan Bendahara MMI Kasman Hadiyono (43) warga Desa Kota Rantang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang pada Minggu (19/9) malam.

Namun belasan aktivis MMI Sumut itu tidak berhasil mendapatkan informasi tentang keberadaan Kasman Hadiyono dari petugas Densus 88 Anti Teror Polda Sumut.

Kemudian, dengan didampingi penasehat hukum Julheri Sinaga, belasan aktivis MMI Sumut itu menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengetahui keberadaan Kasman Hadiyono.

Julheri Sinaga mengatakan, kedatangan mereka ingin mengetahui alasan pihak kepolisian menahan Kasman Hadiyono dan keberadaan Bendahara MMI Sumut itu karena tidak ada penjelasan resmi.

Pihaknya menduga, Kasman Hadiyono ditahan hanya karena memiliki kaitan sebagai abang ipar dari Marwan alias Nanong yang tewas ditembak Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Awalnya, pihaknya mencari informasi mengenai Kasman Hadiyono itu ke Mapolda Sumut tetapi tidak ada yang bersedia memberikan keterangan dan disarankan ke markas Densus 88 Anti Teror Polda Sumut.

Namun ketika mendatangi Densus 88 Anti Teror Polda Sumut, pihaknya juga tidak mendapatkan informasi mengenai keberadaan Kasman Hadiyono."Kami heran, kenapa Polri begitu tertutup," katanya.

Sebelumnya, pihak kepolisian melakukan penggrebekan di sejumlah tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku perampokan Bank CIMB Niaga. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri mengatakan, jumlah yang ditahan itu sebanyak 18 orang. (ant)

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php
Five Filters featured article: Beyond Hiroshima - The Non-Reporting of Falluja's Cancer Catastrophe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar