PBB: Korut Berikan Bahan Nuklir ke Iran, Suriah dan Myanmar |
- PBB: Korut Berikan Bahan Nuklir ke Iran, Suriah dan Myanmar
- Presiden Rusia: Mata-Mata Rusia Harus Belajar Dari Pengkhianatan
- Tipe Letusan Gunung Merapi Berubah
- Polda Metro Berlakukan Jam Rawan Kejahatan
| PBB: Korut Berikan Bahan Nuklir ke Iran, Suriah dan Myanmar Posted: 12 Nov 2010 11:08 AM PST PBB, (tvOne) Korea Utara (Korut) menghindari banyak sanksi PBB dan menyediakan peralatan nuklir dan rudal terlarang ke Iran, Suriah dan Myanmar, menurut laporan PBB yang disiarkan pada Jumat. China telah menghalangi penerbitan laporan yang selama ini sudah siap sejak enam bulan lalu, kata sejumlah diplomat. Korut terlibat dengan transfer secara sembunyi akan peralatan, alih ilmu dan teknologi yang berkaitan dengan nuklir dan rudal, pada sejumlah negara termasuk Iran, Suriah dan Myanmar, menurut laporan beberapa pakar yang bertanggung jawab kepada komite sanksi Dewan Keamanan PBB. Para pakar menyerukan perlu adanya perhatian khusus agar diambil oleh komunitas internasional untuk mencegah kegiatan semacam itu dan perlunya penyelidikan mendalam pada cara yang digunakan Korut guna mengakali sanksi berlaku. Korut melakukan pengujian nuklir pada 2006 dan mengaku menyalakan alat nuklir pada 2009 dan Dewan Keamanan PBB memberlakukan sanksi pada impor dan ekspor serta membekukan aset pada sejumlah individu. "Republik Demokratik Rakyat Korea melakukan berbagai cara untuk menutupi transaksi, termasuk menggunakan pihak asing, perusahaan fiktif, mekanisme pemindahtanganan informal, kurir uang dan kesepakatan barter," menurut laporan tersebut. Korut sudah terlibat dalam pembicaraan nuklir dengan China, Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan Korea Selatan. Namun, pembicaraan terakhir dilakukan pada 2008 dan negeri terisolasi Korut keluar dari negosiasi pada tahun berikutnya. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Presiden Rusia: Mata-Mata Rusia Harus Belajar Dari Pengkhianatan Posted: 12 Nov 2010 11:04 AM PST ![]() Presiden Rusia Dmitry Medvedev Seoul, (tvOne) Presiden Rusia Dmitry Medvedev meminta badan spionase kebanggaan Rusia pada Jumat supaya membenahi jajarannya setelah seorang perwira mata-mata mengkhianati jaringan agennya untuk Amerika Serikat. Badan Intelijen Luar Negeri (SVR) sedang berusaha mengatasi pengkhianatan kepala jaringan mata-mata Moskow yang beroperasi di Amerika Serikat, kegagalan intelijen Rusia paling serius setelah berakhirnya Perang Dingin. "Harus ada penyelidikan internal dan pembelajaran harus dilakukan," kata Medvedev kepada wartawan dalam konferensi pers setelah temu puncak G20 di Seoul. Saat ditanya mengenai laporan dari koran Kommersant yang melepas berita tersebut, Medvedev mengatakan: "Bagi saya, yang diterbitkan oleh Kommersant bukanlah berita, saya sudah mengetahui pada hari itu terjadi." Kommersant mengidentifikasi Kolonel Shcherbakov, yang dikatakan sebagai pelaku yang bertanggung jawab atas kebocoran informasi mengenai jaringan mata-mata Rusia di AS pada Juni. Penahanan mata-mata tersebut mencoreng wajah Moskow, beberapa hari setelah temu puncak di Washington antara Medvedev dengan Presiden Barack Obama. Para agen yang ditahan ditukar para Juli dengan orang yang disangka mata-mata untuk Barat oleh Rusia, dengan gaya barter agen spionase seperti masa Perang Dingin. Mereka pulang disambut selayaknya pahlawan di Moskow, menyanyikan lagu patriotis bersama Perdana Menteri Vladimir Putin, yang mantan agen KGB, dan menerima penghargaan dari Medvedev dalam upacara Kremlin yang pribadi. Putin mengatakan pada saat mereka telah dikhianati tetapi berhubung tingkat senior mata-mata AS dan fakta bahwa Shcherbakov mampu kabur dari Rusia menambahkan spekulasi bahwa kepala SVR Mikhail Fradkov bisa dipecat. "Mata-mata tersebut diduga seorang pejabat senior Rusia dan memiliki akses besar terhadap informasi sensitif, seperti sejumlah identitas agen dan kegiatan para agen dalam Amerika Serikat," kata Jay LeBeau, seorang mantan pejabat CIA. "Ia pasti dalam posisi melakukan kerusakan besar terhadap kepentingan intelijen Rusia," tambahnya. "Bisa dipastikan bahwa orang itu juga memberikan informasi lain kepada AS," jelas LeBeau. Kegagalan tersebut telah melemahkan posisi badan spionase di Moskow, menyebabkan perdebatan perlu atau tidak digabungkan dengan Badan Keamanan Federal, pewaris utama dari KGB masa Soviet. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Tipe Letusan Gunung Merapi Berubah Posted: 12 Nov 2010 10:41 AM PST ![]() Letusan Gunung Merapi Yogyakarta, (tvOne) Gunung Merapi dinilai tipe letusannya kini berubah, dan yang menilai adalah seorang ahli vulkanologi dari Universitas Kyoto Jepang Masato Iguchi. Ia mengatakan tipe letusan Merapi mengalami perubahan dibandingan dengan letusan sebelum 2006 yang ditandai dengan adanya pembentukan kubah lava. "Saya hingga kini belum mengetahui penyebab mengapa tipe letusan Gunung Merapi berubah, namun perubahan tipe letusan seperti ini sering terjadi di sejumlah gunung berapi lainnya, salah satunya gunung berapi di Jepang, Miyake Jima," katanya, di Yogyakarta, Jumat. Sebelumnya, Direktur Penerangan dan kebudayaan Besar Jepang di Indonesia Masaki Tani mengatakan tiga ahli vulkanologi asal Jepang akan membantu melakukan survei kondisi bencana letusan Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Tiga vulkanolog itu, yakni Kenji Nogami (ahli di bidang "volcanic chemistry"), Masato Iguchi (ahli di bidang "physical vulcanology"), dan Takayuki Kaneko (ahli di bidang "volcano geology"). Selain itu ada ahli di bidang penyakit saluran pernapasan Satoru Ishii. "Kami akan terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral," kata Iguchi. Gunung Miyake Jima di Jepang, kata dia, memiliki tipe erupsi yang sama yaitu meletus setiap 20 tahun sekali ditandai dengan keluarnya aliran lava, namun pada tahun 2000 gunung tersebut meletus dengan membuat kaldera berdiameter satu kilometer, dan letusan besar dengan kolom asap setinggi 10 km. "Perubahan itu disebabkan adanya pergerakan magma dalam volume yang cukup besar, namun belum bisa memastikan apakah hal itu juga terjadi di Gunung Merapi," kata Iguchi. Mengenai pemasangan mikrofon infrasonik untuk Gunung Merapi, Icuchi mengatakan alat tersebut sangat efektif untuk memantau gunung ini karena terkadang puncak gunung ini diselimuti kabut, sehingga tidak terlihat adanya letusan, padahal kenyataannya gunung tersebut meletus. Alat tersebut, kata dia akan dipasang di luar radius 20 kilometer dari puncak Merapi sesuai radius aman yang telah ditetapkan PVMBG, salah satunya di dekat Prambanan. Tiga mikrofon infrasonik akan dipasang untuk mempertajam pantauan Gunung Merapi, sehingga PVMBG akan memperoleh gambaran aktivitas gunung itu lebih baik. "Pengamat selama ini sering tidak mendengar letusan Gunung Merapi, meskipun sebenarnya gunung meletus sehingga dengan adanya mikrofon infrasonik maka akan diperoleh data lebih baik tentang letusan Merapi," kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Surono, di Yogyakarta, Jumat. Menurut dia, mikrofon infrasonik tersebut akan mampu menangkap gelombang udara yang diakibatkan letusan Gunung Merapi dan pengamat tidak hanya mendasarkan pengamatan pada seismograf atau pengamatan visual. "Kami kemudian akan menganalisa data yang masuk sehingga memperoleh statistik yang baik tentang jumlah letusan Merapi," katanya. Ia mengatakan alat serupa telah dipasang di sejumlah gunung api lain di Indonesia seperti Gunung Krakatau dan Gunung Semeru. Pemasangan mikrofon infrasonik merupakan hasil kerja sama dengan Jepang yang juga mengirimkan tiga ahli gunung api ke Indonesia untuk melakukan pemantauan terhadap Merapi. "Meskipun ada bantuan dari Jepang, bukan berarti tenaga dari Indonesia masih kurang. Segala pertimbangan dan keputusan juga masih berada di tangan saya," katanya. Ketiga ahli dari Jepang tersebut melakukan pantauan dari tiga sisi yang saling berkaitan, yaitu geofisik, geokimia, dan geologi. Mengenai pemasangan mikrofon infrasonik itu, Iguchi mengatakan alat tersebut akan efektif karena terkadang puncak Gunung Merapi diselimuti kabut sehingga tidak terlihat adanya letusan, padahal kenyataannya gunung tersebut meletus. "Kami akan terus memberikan pendampingan dari sisi keilmuan kepada PVMBG," katanya. sd This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| Polda Metro Berlakukan Jam Rawan Kejahatan Posted: 12 Nov 2010 07:03 AM PST Jakarta, (tvOne) Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya memberlakukan jam rawan tindak kejahatan dan gangguan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), yakni pukul 21:00 WIB hingga pukul 06:00 WIB. Pemberlakuan ini menyusul maraknya tindak kejahatan yang kerap terjadi di jam-jam tertentu. "Jam rawan itu berdasarkan hasil analisa dan evaluasi harian," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (12/11). Boy menyebutkan jam rawan tindak kejahatan terbagi tiga waktu, yakni 21.00-00.00, 00.00-03.00 dan 03.00-06.00 WIB, namun waktu siang hari juga menjadi bagian pengamatan petugas. Selain memberlakukan jam rawan, polisi juga menentukan lokasi yang menjadi rawan kejahatan berdasarkan hasil analisa dan evaluasi. Boy mengungkapkan kawanan pelaku kejahatan kerap membuat strategi aksinya dengan menunggu waktu yang tepat bahkan pada saat siang hari atau menunggu ada kesempatan, serta mencari lokasi yang terpantau petugas. Boy menyatakan para perampok biasa melakukan aksinya dengan modus yang sudah lama dilakukan dengan membawa senjata api, kemudian mengancam pemilik atau penjaga rumah. Sebelumnya, kawanan perampok bersenjata api beraksi pada beberapa lokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya. (Ant) rn This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read our FAQ page at fivefilters.org/content-only/faq.php |
| You are subscribed to email updates from tvOne - WebNews To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar